‘Best before’ dates are about quality, not safety. When the date is passed, it doesn’t mean that the food will be harmful, but it might begin to lose its flavour and texture – Dailymail.co.uk

Best before itu tentang kualitas, bukan keamanan. Ketika tanggalnya (batas aman makanan) terlewati, tak berarti makanan tersebut menjadi berbahaya, tapi itu pertanda bahwa rasa dan teksturnya menurun.

Akhir-akhir ini tengah kencang pemberitaan seputar gerai pizza dan udon yang menjual makanan dengan bahan baku yang kedaluarsa. Banyak dari kamu yang lantas jadi kebawa panik mendengar berita tersebut. ‘Duh, jadi serem deh makan di sana’. Nggak hanya itu, yang tadinya kamu cuek saja saat belanja makanan, sekarang jadi memperhatikan betul tanggal kedaluarsanya.

Lebih jeli soal masa kedaluarsa makanan terbilang wajar, malah itu wajib dilakukan. Tapi, kalau kadar kejelianmu sampai kelewatan sih jangan. Misalnya saja, roti yang baru 3 hari kamu beli ternyata ada beberapa bagian yang berjamur. Langsung deh kamu buang. Sayang banget kalau sampai dibuang, karena roti tersebut masih bisa dimakan, asalkan buang bagian yang berjamurnya saja.

Batas kedaluarsa makanan itu ada 2. Best before dan expiration date. Kalau kamu paham keduanya, nggak lagi deh gampang buang makanan

best before makanan via ctvnews.ca

  • Best before (shelf-life) adalah batas waktu makanan tersebut dalam kondisi terbaik. Dengan kata lain, meski kamu mengonsumsi makanan tersebut lewat dari tanggal yang tercantum, bakal aman saja. Hanya, kualitas dari makanan tersebut yang menurun. Seperti yang sudah dijelaskan di awal tulisan bahwa best before itu tentang kualitas dan bukan keamanan. Lagipula, best before biasanya ditulis lebih awal 1 atau 2 hari dari batas waktu yang sesungguhnya.
  • Expiration date (use by) adalah batas waktu makanan tersebut aman untuk dikonsumsi. Jadi, kalau kamu nekat memakan makanan yang udah lewat dari expiration date-nya, bisa membahayakan tubuh, bisa-bisa keracunan. Expiration date biasanya tercantum pada produk makanan yang gampang membusuk, seperti produk olahan daging misalnya.

1. Nggak usah ngeri lagi mendapati roti di meja makan yang berjamur. Buang aja bagian berjamurnya, sisanya masih aman, kok!

Advertisement

roti tawar berjamur via papasemar.com

Jangan keburu ngebuang satu bungkus roti hanya karena ada beberapa bagiannya yang berjamur. ‘Kan sayang banget tuh. Baiknya kamu buang bagian yang bagian berjamurnya saja, bagian lain yang bebas jamur bisa kamu makan kok. Tipsnya nih, biar rotimu lebih awet, simpanlah di dalam freezer.

2. Jamur di keju bagian luarnya juga bukan masalah, jika kamu mengkonsumi bagian dalamnya saja

Buang bagian yang berjamurnya. via www.businessinsider.com.au

Pastikan memilih keju yang berjenis keju keras, sebab jauh lebih awet dari jenis keju lainnya.

Jenis keju keras misalnya keju cheddar. Keju ini bisa kamu konsumsi meski udah lewat dari tanggal best before-nya. Bahkan, meski keju ini sudah berjamur di bagian luarnya, kamu masih bisa memanfaatkan bagian dalamnya yang masih ‘bersih’ dari jamur. Tinggal kamu buang aja bagian yang ada jamurnya.

3. Rasa agak asam dari susu yang sudah lewat masa kedaluarsa juga nggak apa-apa. Tapi, begini penjelasannya…

susu aman via inhabitat.com

Menurut Dailymail.co.uk, rasa asam yang dihasilkan susu ketika sudah lewat masa kedaluarsa itu wajar. Bukan untuk diminum seperti susu ‘normal’ pada umumnya, melainkan dibuat campuran kue atau pancake saja. Karena tidak dijelaskan berapa hari setelah lewat masa kadaluarsanya, lebih baik kamu berhati-hati lagi dalam menyimpan susunya, ya. Simpanlah dikulkas dalam keadaan tertutup.

4. Madu nggak hanya punya sejuta manfaat untuk kesehatan, tapi juga awet untuk disimpan

madu awet via retaildesignblog.net

Bisa dibilang, madu nggak punya tenggat waktu konsumsi, dengan kata lain terjaga tanpa batas. Meskipun berubah warna dan mengkristal, madu tetap aman untuk dikonsumsi.

Kalaupun madu yang kamu punya mengkristal, cukup buka tutupnya dan taruh dalam air hangat (taruh toples berisi madu dalam wadah yang berisi air hangat). Setelah itu, aduk deh sampai kristalnya melarut. Gampang ‘kan?

5. Asalkan suhu penyimpanannya tepat, telur juga nggak gampang membusuk!

telur juga aman sih via irunforwine.net

According to a report by food scientist Dana Gunders, eggs can last for three to five weeks.

Berdasarkan data dari ahli makanan, Dana Gunders, telur bisa tahan setidaknya 3 – 5 minggu.

via Dailymail.co.uk

Untuk menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella enteritidis, telur sebaiknya disimpan dalam suhu di bawah 5 derajat celcius. Nah, kalau penyimpanannya benar telur di dapurmu bakal lebih awet bertahan. Jadi, nggak gampang membusuk. Lebih hemat ‘kan?

6. Penyimpanan daging dengan suhu yang tepat di kulkas itu dianjurkan. Ketika lewat masa kedaluarsanya pun, daging ini masih aman

daging via packworld.com

Simpan daging dalam kulkas dengan suhu yang tepat, biar tahan lebih lama. Lagpulai, selama nggak berbau dan udah melalui proses pengeringan sekitar 120 hari (serta nggak mengandung air), daging masih bisa dimakan.

Nggak salah kalau dendeng daging sapi atau rendang daging sapi kering jauh lebih tahan lama dan bisa diandalkan sebagai bekal saat traveling jauh.

7. Biskuit bisa dikonsumsi setelah lewat 2 bulan dari best before-nya. Nggak percaya?

Cookies masih bisa dicemil meski udah lewat 2 bulan dari best before-nya. via www.thesweetestoccasion.com

Oleh karena biskuit sudah melewati proses pemanggangan yang tinggi, sehingga aman untuk dimakan meski telah lewat 2 bulan dari best before-nya. Misalkan, cookies cokelat di meja makanmu udah mulai lembek dan agak berair, kamu tetap bisa mengonsumsinya.

Asalkan kamu memanggangnya kembali dalam oven, supaya jadi crunchy dan enak lagi.

8. Khusus keripik, kamu tetap bisa menikmatinya meski tanggal kedaluarsanya telah lewat 3 minggu

3 minggu untuk keripik via huffingtonpost.com

Meskipun krispinya udah hilang, keripik masih bisa dimakan, kok. Penjelasannya, camilan yang satu ini sudah melewati proses pemasakan yang tinggi dan mengandung cukup banyak garam. Proses inilah yang menyebabkan keripik jadi lebih aman dan awet untuk dikonsumsi.

Jadi, jangan gampang membuang makanan ya, guys! Sebab, ternyata banyak makanan yang masih bisa dikonsumsi meski udah lewat beberapa waktu dari best before-nya. Satu hal yang juga penting, proses penyimpanan yang tepat berpengaruh pada keawetan makanan. Karenanya, jeli simpan makanan dengan suhu yang tepat, ya!

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!