8 Makanan yang Ternyata Beracun Kalau Dipanaskan. Calon Ibu Rumah Tangga Harus Tahu!

Sudah jadi kebiasaan umum, terutama para ibu rumah tangga untuk menghangatkan makanan sisa agar bisa dikonsumsi kembali. Selain karena alasan efektif dan efisien, beberapa orang menghangatkan makanan untuk menggugah selera makan, karena nggak doyan makan makanan yang sudah dingin.

Advertisement

Hayoo, kamu yang anak kost pasti pernah melakukannya juga ‘kan? Lumayan, salah satu upaya untuk penghematan. Tapi ternyata, nggak semua makanan aman ketika dipanaskan berulang. Beberapa diantaranya justru berkurang kandungan zat vitamin atau proteinnya, bahkan bisa beracun. Ih, ngeri! Kira-kira makanan apa saja, ya?

Daripada penasaran, simak pemaparan dari Hipwee Tips berikut…

1. Berhenti menghangatkan nasi sisa, daripada mubadzir mending masak nasi secukupnya dan dihabiskan saat itu juga

masak nasi secukupnya saja

masak nasi secukupnya saja via search.chow.com

Nasi merupakan makanan wajib sehari-hari, karena kandungan karbohidrat dan kalorinya menjadikan sumber energi utama. Namun, ketika kamu memanaskan kembali nasi yang sisa, maka akan menyebabkan pertumbuhan spora dan ketika suhu nasi tersebut mendingin kembali, spora tersebut akan berkembang biak. Spora ini akan menghasilkan bakteri dan kuman yang menyebabkan diare dan muntah-muntah.

Advertisement

Menurut penelitian dari Martin Goldberg, ahli mikrobiologi, dijelaskan bahwa memanaskan kembali nasi ternyata nggak terlalu direkomendasikan. Bakteri Bacillus cereus yang ditemukan dalam nasi bisa bertahan selama proses pemasakan. Ketika nasi sudah dingin, spora akan memperbanyak diri dan memproduksi neurotoksin yang bisa membuat sakit terutama pencernaan.

Menurut Food Standards Agency, sebenarnya yang bikin beracun bukan memanaskannya, tetapi cara menyimpan nasi sebelum dipanaskan lagi. Kalau nasi nggak disimpan dengan benar bisa muncul spora bakteri yang nggak akan mati meskipun nasi dipanaskan lagi.

Baiknya nasi yang telah matang dan dingin terlebih dahulu dimasukkan ke dalam kulkas selama 12 jam sebelum dipanaskan kembali.

2. Ayam jadi favorit semua orang. Boleh dihangatkan jika memang terpaksa, asal nggak terlalu besar apinya

Advertisement
hangatkan dengan api kecil

hangatkan dengan api kecil via merahputih.com

Selain faktor ekonomis, ayam juga seringkali dijadikan pilihan daging utama yang memiliki kandungan protein cukup tinggi dan rendah lemak.

Ketika daging ayam dimasak kembali atau dipanaskan, komposisi protein yang dikandungnya akan berubah dan justru dapat menyebabkan masalah kesehatan pencernaan. Meski begitu, kamu tetap boleh memanaskan  ulang daging ayam dengan catatan ayam yang dipanaskan harus panas hingga ke dalam, jangan hanya dipanaskan luarnya saja. Gunakan api kecil dalam waktu singkat, angkat sekiranya ayam sudah cukup hangat.

Berdasarkan penelitian oleh Dian Sundari dan Almasyhuri dari Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan dan Astuti Lamid dari Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik menyebutkan bahwa; Pemanasan akan membuat protein bahan terdenaturasi sehingga kemampuan mengikat airnya menurun. Hal ini terjadi karena energi panas akan mengakibatkan terputusnya interaksi non-kovalen yang ada pada struktur alami protein tapi tidak memutuskan ikatan kovalennya yang berupa ikatan peptida. Proses ini biasanya berlangsung pada kisaran suhu yang sempit. Seperti hal nya saat kita memanaskan ayam, telur dan jamur.

3. Telur yang masih utuh dengan kuning telur di dalamnya, punya risiko tinggi ketika dipanaskan ulang

Telur merupakan sumber protein yang memiliki banyak nutrisi baik untuk tubuh Mulai dari vitamin A, kalsium, Vitamin B6 dan B12, fosfor dan tentunya protein dengan kadar yang tinggi.

Ketika telur dimasak pada suhu tinggi untuk kedua kalinya, meskipun hanya bertujuan untuk menghangatkan, hal ini dapat menyebabkan munculnya kandungan racun dalam telur khususnya bagian kuning telurnya, yang dapat merusak dan mengganggu sistem pencernaan.

4. Bayam yang dihangatkan kembali memunculkan zat karsinogenik yang memicu kanker bagi tubuh manusia

sekali makan, ya!

sekali makan, ya! via 2.bp.blogspot.com

Bayam merupakan jenis sayuran yang banyak mengandung zat besi, kaya vitamin, mineral dan serat tinggi. Itulah sebabnya sayur ini akan tampak berwarna kehitaman setelah beberapa jam dimasak.

Jika ternyata masih sisa dan masih bisa dikonsumi, sebaiknya jangan dipanaskan dan dikonsumsi kembali. Kandungan nitrat dalam bayam akan berubah menjadi nitrit dan bersifat zat karsinogen atau pemicu kanker. Ih, nggak mau ‘kan?

Sayur bayam mengandung nitrat dengan konsentrasi tinggi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Eufic.Org (The European Food International Council), semakin tinggi nitrat pada bayam, maka semakin tinggi pula bahayanya. Nitrat tersebut dapat diubah menjadi nitrit, lalu ke nitrosamin yang berbahaya bagi tubuh. Nitrosamin terbentuk karena enzim yang hadir dalam bakteri, akan mengubah nitrat menjadi nitrit. Hal ini terjadi, bila bayam dipanaskan, disimpan lebih dari lima jam, dan kemudian dipanaskan lagi. Kondisi asam juga mendukung pembentukan nitrosamin dan nitrit.

5. Memanaskan jamur berulang nggak baik buat pencernaan, parahnya, hingga mempengaruhi kerja jantung

langsung habis kalau ini sih..

langsung habis kalau ini sih.. via 2.bp.blogspot.com

Selain sebagai sumber protein, jamur juga kaya akan kandungan mineral, vitamin, asam amino dan anti oksidan. Namun sebaiknya mengkonsumsi makanan yang berbahan jamur segera setelah pengolahan atau selagi masih hangat.

Sebaiknya jangan memanaskan ulang makanan yang menggunakan bahan jamur. Kandungan protein akan berubah komposisi dan menyebabkan masalah pencernaan dan kamu juga kehilangan manfaat gizinya.

6. Kentang mengandung bakteri langka dan berbahaya bagi tubuh ketika dipanaskan. Kamu harus waspada!

bikin sayur sop juga secukupnya

bikin sayur sop juga secukupnya via masakanlezat.com

Kentang banyak mengandung zat besi dan tembag yang sangat baik untuk nutrisi otak. Nggak cuma itu, kentang juga diketahui memiliki kandungan karbohidrat yang mudah dicerna dan mampu menyehatkan lambung.

Dari hasil penelitian yang dilaporkan oleh Badan Pengawas Makanan Nasional Swedia dan ilmuwan dari Universitas Stockholm pada tahun 2002, diketahui bahwa pembentukan akrilamida selama proses pengolahan makanan dan terjadi pada berbagai macam bahan makanan akibat pemanasan pada suhu tinggi terutama makanan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi seperti kentang goreng.

Apabila kamu khawatir, kurangi risiko dengan merebus atau memanggang kentang utuh dengan microwave tanpa dikupas dan merendam irisan kentang dalam air sebelum dimasak.

7. Buang potongan seledri yang terdapat dalam sop ketika dipanaskan, daripada kamu keracunan ‘kan?

daun seledri mentah lebih sehat

daun seledri mentah lebih sehat via www.penabiru.com

Seledri seringkali digunakan pada makanan berkuah sebagai bumbu alami untuk mempertajam rasa makanan tersebut. Seledri mengandung cukup banyak vitamin yang baik untuk tubuh seperti vitamin A, vitamin B1, B2, B3, B4, B5, B6, vitamin C, K dan E yang baik untuk sistem imun manusia, melancarkan aliran darah, menghambat penuaan dan mencegah berbagai macam penyakit.

Bayam dan seledri jika dipanaskan berulang kali, akan terjadi proses oksidasi. Proses Oksidasi adalah proses pengikatan oksigen atau proses penambahan bilangan oksidasi. Maka, Fe2+ pada bayam akan berubah menjadi Fe3+ atau senyawa Ferri yang beracun bagi tubuh akibat pemanasan tersebut.

Sama seperti penelitian yang dilakukan oleh Eufic.Org (The European Food International Council), kandungan nitrat dalam seledri akan berubah menjadi nitrit dan bersifat zat karsinogen atau pemicu kanker.

8. Yang ini juga favorit, gorengan. Menggorenganya kembali justru membuat kandungan lemaknya semakin tinggi

favorit bangeeeeett

favorit bangeeeeett via ngopie.com

Siapa sih yang nggak doyan gorengan? Makanan ini enak dinikmati selagi masih hangat, sehingga nggak jarang gorengan akan dipanaskan ulang agar tetap terasa enak untuk dinikmati kembali. Padahal pemanasan tersebut hanya membuat gorengan semakin berbahaya untuk kesehatan karena kandungan lemaknya semakin tinggi.

Jadi, mau diterus-terusin?

Demikian beberapa makanan yang haram hukumnya untuk dipanaskan, demi menjaga kesehatan. Boleh saja berhemat dan mengefisienkan makanan sisa untuk dihangatkan agar bisa dikonsumsi kembali. Namun, harus kamu perhatikan juga prosedurnya, ya. Salam sehat!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

salt of the earth, light of the world

147 Comments

  1. Rizki Larasati berkata:

    terimakasih, sangat bermanfaat 🙂

  2. Nice. Namun masih kurang valid dan detail infonya. Lebih baik dalam sebuah artikel untuk mencantumkan sumber kesehatan yang terpercaya.

  3. Good, Ttg seledri: tertulis diartikel bahwa seledri harus dipisah cara masaknya agar tdk menimbulkan penyakit. nah, apa bedanya jika dicampr saja dengan harus dipisah, itu kan pasti menyatu dalam perut dan apakah setelah dalam perut tidak menimbulkan pnyakit?? terimakasih,,,

  4. Lina Tan berkata:

    FILM D.E.W.A.S.A
    TERBARU, KEWALITAS HD, NO SENSOR, DURASI PANJANG
    MeNYEDIAKAN PEMBELIAN DALAM BENTUK
    -DVD DISK
    -FLASH DISK
    -MEMORY CARD
    -HARD DISK

    YANG SERIUS MINAT BISA HUB :
    Call Center :
    PIN ANDROID : D13327FF (UNTUK PENGGUNA ANDROID)
    PIN BLACKBARRY : 2850B372 (UNTUK PENGGUNA BLACKBARRY)
    SMS : 0822-8295-6667

    JAMINAN MUTU & KWALITAS TERBAIK

  5. Kalo selama ini nasi goreng bahaya dong?

  6. Arif Hidayat berkata:

    Do you even research?

  7. Seriusan kak?
    Hipwee jangan sampe kaya akun akun alay di line ya, yang asal bikin artikel tapi sumbernya gak jelas comot dari mana mana.
    Kalo kita mah percaya2 aja soalnya hehe

  8. Nurul Kuntarti berkata:

    researchnya gak bilang gitu sich…bayam dan semua jenis sayuran hijau dengan warna yang kuat memang bisa berubah mengandung oksalat. Tapi oksalat dalam kadar rendah masih bisa dinetralisir sama hati, baru kalo semangkuk besar bayam atau semangkuk besar kangkung dihabisin sendiri kerasa dech…pegel2 kan…itu salah satu reaksi aja..dan oksalat yang kecampur dengan kalsium bisa berubah jadi batu ginjal atau batu empedu, jadi gak bisa dibilang toksin juga sebenernya

CLOSE