Jamur nggak hanya banyak manfaatnya bagi tubuh, salah satu jenis sayuran ini juga sering dijadikan alternatif pengganti daging karena tekstur yang kenyal dan rasanya yang gurih. Jamur juga mengandung berbagai macam nutrisi yang biasanya ditemui di dalam daging, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Di Indonesia sendiri, ada banyak jenis jamur yang dijual di pasaran. Masing-masing punya bentuk, tekstur, dan rasa tersendiri. Biar nggak keliru saat membeli, kenali dulu nih beberapa jenis jamur yang sering dikonsumsi.

1. Jamur tiram adalah yang paling populer karena sering diolah jadi kamur krispi

jamur tiram via medium.com

Advertisement

Jamur ini punya ciri khusus, bentuknya putih, lebar, bergerombol seperti payung, dan menyerupai cangkang tiram dengan bagian tengah yang cekung. Jamur tiram ini paling populer diolah menjadi jamur krispi, tapi banyak juga yang mengolahnya dengan cara ditumis, disate, dimasak tongseng, bahkan menjadi siomay.

2. Jamur merang seringnya tumbuh di merang atau jerami, bentuknya mirip kuncup bunga melati

jamur merang via www.flickr.com

Jamur ini bentuknya bulat telur dengan warna cokelat gelap atau abu-abu, pun nggak mudah berubah bentuk ketika dimasak. Biasanya yang paling banyak dikonsumsi itu jamur yang masih muda dan belum mengembang. Seringnya diolah jadi tumisan atau orak-arik dengan campuran aneka sayur dan bahan lainnya. Bisa juga ditambahkan ke dalam sup.

3. Jamur yang bentuknya bulat mirip kancing namanya jamur kancing. Jamur ini paling banyak dibudidayakan di dunia lo!

jamur kancing via medium.com

Jamur kancing ini paling sering diolah menjadi tumis jamur kancing saus tiram, tumis jamur kancing pedas, mi ayam jamur atau juga sup jamur kancing. Jamur kancing juga sering dijadikan bahan tambahan pada saus untuk steak. Sering juga dikreasikan dalam masakan seperti lumpia isi kornet jamur atau masakan barat sejenis pastri.

4. Jamur yang krenyes-krenyes teksturnya dan sering dimasukkan ke dalam sup namanya jamur kuping

jamur kuping via www.bukalapak.com

Advertisement

Bentuknya tipis dan kenyal, biasanya dijual dalam dua bentuk, basah ataupun kering. Warna yang familiar ada 2 macam, putih dan hitam. Jamur kuping kering memiliki bentuk yang lebih menyusut dan keras. Biasanya diolah menjadi aneka tumisan dan sup. Dicampur dengan berbagai sayuran, daging, dan bahan makanan lainnya.

5. Jamur shitake banyak digunakan dalam masakan Jepang seperti udon seafood

jamur shitake via cookingwithawallflower.com

Jamur ini banyak dikonsumsi dan diproduksi di Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Paling banyak dijumpai dalam bentuk kering sehingga kamu harus merendamnya dulu beberapa saat sebelum dimasak. Jamur yang satu ini warnanya beige atau cokelat gelap. Jamur shitake ini paling enak dimasak dengan bumbu saus tiram. Namun untuk mengonsumsi jamur shitake, perlu diwaspadai karena jamur ini mirip dengan jamur beracun.

6. Menyerupai tauge berwarna putih, jamur enoki sering digunakan untuk garnish atau ditambahkan pada sup

jamur enoki via www.thenoatbook.com

Jamur enoki yang tumbuh di alam liar biasanya berwarna cokelat sampai merah jambu, sedangkan yang dibudidayakan atau yang sering dimakan berwarna putih karena terlindung dari sinar matahari. Jamur Enoki adalah satu dari macam-macam jamur yang memiliki aroma buah-buahan. Bentuknya panjang, batangnya putih dan bisa dimakan mentah, dimasukkan ke dalam sup atau dijadikan garnish pada makanan Jepang seperti ramen. Kamu juga bisa memasaknya bersama sapo tahu, tumis, sup, atau dibakar dan digoreng.

Demikian tadi beberapa macam jamur yang paling sering dibudidayakan dan dikonsumsi di Indonesia. Kalau kamu, favorit yang mana?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya