Bantal dan guling jadi salah satu perabot rumah tangga yang cukup krusial. Pasalnya, kedua benda ini digunakan untuk mendukung kenyamanan saat beristirahat. Nah, bahan isian bantal dan guling sendiri ada macam-macam. Mulai dari kapuk, busa, dakron, dan beberapa bahan isian lain yang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Nah, sebelum fix membeli, baiknya kamu bandingkan dulu untung dan ruginya pakai bantal dengan beberapa bahan isian berikut. Cocokkan dengan kebutuhan, kenyamanan dan tentunya yang mendukung kesehatanmu, ya!

1. Bantal dengan isian kapuk ini termasuk yang tradisional. Bahannya kuat dan nggak terlalu tebal. Sayangnya mudah lembap dan berdebu

bantal kapuk via indonesian.alibaba.com

Advertisement

Kapuk merupakan pengisi bantal yang paling awal digunakan. Bahan ini cukup kuat menahan beban dengan ketebalannya yang bisa disesuaikan. Beberapa orang mengaku lebih suka pakai bantal kapuk karena bahannya cukup padat dan nggak terasa ‘melayang’ ketika dipakai.

Sayangnya, bantal kapuk ini mudah lembap dan berdebu, sehingga rentan jadi sarang tungau yang mengakibatkan gangguan kulit dan pernapasan. Makanya, bantal kapuk nggak dianjurkan buatmu yang punya gangguan pernapasan. Bantal kapuk mesti sering dijemur untuk menghindari lembap dan mengurangi debu maupun tungau yang bersarang.

2. Bantal busa yang mirip kayak spons dan merupakan bahan sintetis dikenal sebagai pengisi bantal setelah kapuk

bantal sofa via www.selera.id

Meski bantal busa jarang digunakan untuk keperluan tidur, namun ada juga orang yang nyaman menggunakan bantal berbahan mirip spons ini untuk beristirahat. Bahannya relatif bersih dan mudah dicuci. Kadang ada busa yang telah dibentuk sedemikian rupa agar bentuknya mengikuti lekukan leher dan kepala. Namun bahan busa ini cenderung panas saat digunakan, kelenturannya pun kadang bikin kepala jadi pusing saat bangun tidur.

3. Dakron dibuat dari serat plastik yang sangat halus, pun nggak mudah menyerap debu dan air

bantal dakron via www.archiproducts.com

Advertisement

Nah, sebagai pengganti kapuk, bahan dakron yang merupakan serat plastik ini bisa jadi pilihan. Bahan ini sifatnya ringan, nggak mudah menyerap debu dan air sehingga bebas dari lembap dan tungau, cocok untukmu yang punya gangguan pernapasan. Bantal ini akan lebih enak dipakai jika diisi dengan ketebalan yang sesuai dengan ukuran bantalnya karena bantal akan mengembang secara otomatis setelah proses pengempisan.

4. Bantal dengan isian lateks alias getah pohon karet ini cocok untukmu yang punya masalah dengan tulang leher dan tulang belakang

bantal lateks via www.walmart.ca

Bahan lateks ini umumnya punya lubang-lubang sebagai pengatur kekenyalan bantal. Bantal ini lebih keras dengan permukaan yang lebih rata ketimbang dakron. Lateks yang natural sifatnya antibakteri dan antitungau karena kandungan getahnya yang tinggi.

Sifat lainnya adalah isolator atau nggak menghantarkan panas, sehingga permukaan bantal lateks tetap adem ketika ditempatkan di tempat panas, dan sebaliknya. Bentuk bantal lanteks biasanya nggak standar, melainkan disesuaikan dengan desain atau kepentingan penyembuhan.

5. Memory foam merupakan bahan sejenis busa yang punya kemampuan menyerap keringat

memory foam via fancysleep.com

Memory foam ini dibuat dari sejenis busa yang bernama polyurethane yang pembuatannya melalui proses khusus. Bahan ini disebut ‘memory’ karena membutuhkan waktu untuk kembali ke bentuk semula setelah mendapatkan tekanan. Sifat ini memberi rasa nyaman dan daya dukung penuh. Bantal memory foam ini baiknya digunakan di ruang ber-AC karena bahannya menyerap keringat.

Nah, kalau sudah tahu beberapa bahan isian bantal dengan kurang lebihnya masing-masing ini, semoga kamu nggak asal lagi ketika memilih bantal untuk menunjang istirahatmu, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya