Biar Nggak Sekarat di Pertengahan Bulan, 7 Trik Mengatur Keuangan Ini Bisa Kamu Terapkan

“Beli apa aja sih selama ini? Baru pertengahan bulan kok duit tinggal segini aja!”

Pertengahan bulan adalah masa-masanya kamu mulai sering ngecekin kalender. Menghitung hari sampai tanggal gajian yang lamanya serasa selamanya. Masih banyak hari yang harus kamu lalui sebelum hari gajian tapi isi dompetmu sudah bikin gigit jadi. Kalau sudah begini, kamu jadi menyesal, dan mempertanyakan apa saja yang kamu beli di awal bulan dulu.

Tak peduli berapapun gaji yang kamu punya, kalau nggak diatur dengan tepat dan cermat, kamu tetap saja akan sekarat di pertengahan bulan sampai ke akhir bulan. Biar nanti kamu nggak ngenes sejak pertengahan bulan, tips-tips di bawah ini bisa kamu coba.

ADVERTISEMENTS

1. Selain tabungan, yang nggak boleh kamu abaikan adalah dana darurat. Keperluan tak terduga inilah yang membuat keuangan sering sekarat

Dana darurat jangan diabaikan

Dana darurat jangan diabaikan via pandjiharsanto.com

Meski sulitnya minta ampun, kamu pasti sudah tahu betapa pentingnya tabungan. Tapi dana darurat ini juga tak kalah penting. Bisa saja kamu tiba-tiba harus membeli HP baru karena kecopetan. Atau bisa saja kamu butuh biaya berobat ke dokter. Karena kamu nggak tahu apa yang bisa terjadi dalam sebulan itu, ada baiknya kamu menyiapkan dana untuk kebutuhan tak terduga. Kalau nggak dipersiapkan dengan baik, kebutuhan-kebutuhan tak terduga ini bisa membuat keuanganmu kembang kempis di akhir bulan.

ADVERTISEMENTS

2. Pisahkan anggaran untuk kebutuhan dan keinginan. Jangan sampai kamu hanya menuruti keinginan dan kebutuhanmu terabaikan

Pisahkan anggaran keinginan vs kebutuhan

Pisahkan anggaran keinginan vs kebutuhan via rebekahdawn.wordpress.com

Memang sudah kodrat dari sananya bahwa kebutuhan saja nggak cukup buat manusia. Pasti kamu punya juga keinginan ini dan itu yang sebenarnya nggak perlu-perlu banget. Nggak perlu banget di sini maksudnya kalau ngga dibeli, kamu juga nggak akan mati. Nggak apa-apa, namanya juga manusia. Karena itu kamu perlu memisahkan anggaran untuk kebutuhan dan anggaran untuk keinginan. Jangan sampai kamu menghabiskan semua uang untuk keinginan, dan yang menjadi kebutuhan malah nggak terpenuhi.

ADVERTISEMENTS

3. Sebelum kamu membelanjakan uang untuk keinginan, cek dulu, apakah kamu masih punya tagihan dan tanggungan?

Jangan sampai ada tagihan yang terlupakan

Jangan sampai ada tagihan yang terlupakan via pojokpulsa.co.id

Tapi lagi-lagi bijaklah terhadap keinginan meskipun itu hal yang wajar. Sebelum kamu membeli ini dan itu yang kamu inginkan, ingat-ingat dulu apakah kamu masih punya tanggungan dan tagihan yang harus dibayar. Jangan sampai uangmu sudah habis untuk hura-hura, dan tiba-tiba ada tagihan yang harus kamu bayar segera. Kalau sudah begini, kamu harus merogoh kocek dari anggaran kebutuhan lainnya kan? Wajar saja kalau ujungnya keuanganmu seret padahal baru pertengahan bulan.

ADVERTISEMENTS

4. Sejak sebulan sebelumnya, rencanakan apa yang harus kamu beli dengan gajimu bulan depan. Bersikaplah kejam, jangan tergoda pada hal-hal yang tak perlu

Biasakan buat anggaran!

Biasakan buat anggaran! via www.tumblr.com

Agar keuanganmu nggak ajaib – alias tahu-tahu gajimu sudah raib tanpa kamu tahu ke mana perginya – kamu harus sudah tahu apa saja yang mau kamu beli dengan gajimu bulan depan. Dari situ, kamu bisa membuat anggaran belanja. Misalkan sepatumu sudah tak layak pakai, dan tas kerjamu cuma satu sehingga kalau kehujanan kamu nggak punya cadangan lagi. Maka rencanakan beli tas dan sepatu. Kalau kamu ingin beli baju atau hal-hal lain yang belum terlalu perlu, tunda sampai gaji bulan berikutnya. Kamu harus kejam pada diri sendiri dengan menerapkan prinsip skala prioritas yang kamu pelajari di maple ekonomi SMP.

ADVERTISEMENTS

5. Setelah gajian, pisahkan uang menjadi 2 bagian: untuk 2 minggu pertama dan 2 minggu kedua. Belanja bulanan juga bisa kamu ubah jadi belanja 2 mingguan

Pisahkan uang per 2 minggu

Pisahkan uang per 2 minggu via www.kompasiana.com

Selain membuat anggaran, biasakan juga untuk belanja rutin untuk kebutuhan sehari-hari. Supaya nggak kebablasan, kamu bisa melakukan belanja per-dua mingguan. Saat kamu gajian, setelah dipotong dana tabungan dan dana darurat, pisah gajimu menjadi dua bagian. Untuk dua minggu pertama dan dua minggu kedua. Dengan begitu, kamu nggak akan sekarat di akhir bulan, karena uang hidupmu sudah kamu persiapkan.

ADVERTISEMENTS

6. Saat belanja bulanan, jangan lupa bawa catatan apa saja yang harus kamu beli. Jangan sampai malah berakhir membeli barang-barang yang tidak perlu

jangan lupa bawa catatan belanja

jangan lupa bawa catatan belanja via finansiala.com

Saat belanja kamu juga tidak bisa asal jalan saja. Bisa-bisa nanti kamu malah bingung saat sudah di supermarket dan berhadapan dengan banyak barang. Ujung-ujungnya kamu lupa apa saja yang harus kamu beli. Biasakan membuat catatan belanja, apa saja yang harus kamu beli nanti. Gunakan juga kacamata kuda, supaya kamu nggak tergoda untuk membeli barang-barang yang nggak perlu.

7. Hangout dengan teman memang seru. Tapi demi kesehatan keuanganmu, buatlah batasan maksimal berapa kali kamu boleh hangout dengan teman dalam sebulan

Batasi nongkrong mahal dengan teman

Batasi nongkrong mahal dengan teman via www.avclub.com

Selain beli barang-barang yang hanya menuruti keinginan hati, nongkrong-nongkrong cantik dengan teman juga bisa menghabiskan banyak uang. Ya kecuali bila kamu ditraktir. Menjalin komunikasi yang baik dengan teman dengan rutin bertemu memang perlu. Selain untuk menjaga hubungan, juga akan berdampak bagus untuk dirimu sendiri. Tapi ada baiknya kamu batasi, misalnya sebulan cukup dua kali saja. Kecuali kalau kamu dan teman-teman ngumpulnya di rumah, yang bebas biaya.

Supaya perjalanan pertengahan bulan sampai akhir bulanmu nggak terlalu sengsara, mulai sekarang biasakan mengatur keuangan ya. Jangan sampai kamu begitu kaya raya di awal bulan, beli ini itu bisa, tapi setelah pertengahan bulan kamu mulai bingung besok mau makan apa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi