Artikel tentang penghematan dalam urusan kendaraan roda dua ini dipersembahkan oleh Cekpremi. Web yang terpercaya untuk menemukan asuransi paling tepat bagi motor kesayanganmu.

Pengeluaran bulanan memang kadang tak bisa diperkirakan besarannya. Kita sudah hemat sedemikian rupa, eeeh tetap saja ada pengeluaran yang membuat kita bokek sebelum waktunya. Salah satu pengeluaran yang sering tak terduga adalah pengeluaran soal kendaraan. Tetek-bengek kecil soal motor dan teman-temannya kadang jadi alasan dompet kita tipis sebelum waktunya.

Bagi kamu pengendara motor yang sering merasa “dijambret” oleh kebutuhan kendaraan kesayangan, tips dari Hipwee dan Cekpremi ini layak kamu aplikasikan. Apa saja yang harus dicoba? Baca saja artikel ini selengkapnya

1. Jadilah pengingat handal tanggal servis kendaraan. Servis teratur akan menyelamatkanmu dari perbaikan yang berlebihan

Tanggal serviis kendaraan wajib kamu ingat dengan handal via tumblr.com

Servis motor memang kadang membosankan. Duduk manis di bengkel sembari menunggu motor diperbaiki, belum lagi harus berdebar menanti berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk servis kali ini. Atas nama kemalasan dan keengganan banyak dari kita memilih menunda kewajiban servis motor sampai kendaraan benar-benar tidak nyaman digunakan.

Padahal kita serin lupa. Rutin men-servis motormu akan terasa jauh lebih ringan dibanding membiarkannya rusak karena tidak dirawat secara benar.

Anggaplah sekali servis kamu menghabiskan Rp 45.000,00 – Rp 75.000,00 untuk ganti oli dan perawatan standar. Bulatkan angka itu menjadi Rp 100.00,00 sebagai ganti waktumu yang hilang selama menunggu. Rp 100.000,00 akan terasa jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan uang “kaget” yang harus kamu keluarkan jika oli motormu kering dan merusak mesin kendaraan.

Mulai sekarang jangan cuma tanggal anniversary dan ulang tahun pacar saja yang diingat, tanggal terakhir servis kendaraan juga wajib kamu camkan di otak agar selalu lekat!

2. Punya bengkel atau montir langganan itu perlu. Dengan mereka kamu bisa jujur atas kesediaan dana dan cara terbaik untuk merawat motormu

Dekat-dekatlah dengan montir langgananmu. Niscaya kehidupan permotoranmu aman via tumblr.com

Harus diakui sekarang sudah semakin banyak bengkel-bengkel nakal yang hanya ingin mencari keuntungan. Mesin masih bisa diperbaiki dibilang rusak. Lampu yang sebenarnya hanya perlu dikencangkan sedikit agar kembali menyala diklaim harus diganti demi profit yang makin tinggi.

Sebagai konsumen merasa kesal karena dipermainkan itu wajar, tapi ada cara yang lebih oke kok untuk mengatasi keadaan.

Diawali dari detik ini ada baiknya kamu belajar setia pada bengkel yang kamu datangi. Jangan mudah tergoda pindah hanya karena promo bengkel sebelah yang lebih murah, Cobalah rutin mengunjungi bengkel yang sudah jadi langgananmu, bangun pula hubungan baik dengan montir yang sering merawat motormu. Sesekali kasih dia tips atau sekadar berbagi rokok.

Tidak hanya membantumu mendapatkan informasi yang lebih valid soal kondisi motor kesayangan, cara ini juga bisa menghindarkanmu dari upaya tipu-tipu. Kalau pemilik bengkel ingin mengambil untung berlebih si montir bisa kamu ajak kerjasama agar tak terlalu banyak uang yang harus dikeluarkan. Kamu bisa jujur padanya soal ketersediaan dana dan mempercayakan dia mengaturnya sesuai bujet yang ada.

3. Berkendaralah dengan hati-hati. Selalu ingat: lecet sedikit, dompet kering menanti!

Ngebut sedikit, lecet menanti~ via tumblr.com

Motor memang sering jadi andalan bagi kita yang ingin melibas kemacetan jalanan. Badannya yang kecil enak diajak bermanuver — selip kanan kiri dan masuk ke celah sempit bisa dilakukan dengan mudah. Kemudahan macam ini kadang membuat kita lupa diri — merasa motor bisa diajak melalui berbagai medan, kita pun tancap gas tanpa pikir panjang.

Apapun alasannya kehati-hatian dalam berkendara harus tetap jadi prioritas utama. Lebih baik kamu berangkat sedikit lebih pagi, agar jam macet yang bersamaan dengan waktu berangkat anak sekolah tak perlu menghantui. Atau jika godaan ngebut terasa terlalu kuat untuk dihalau, ingat-ingat berapa banyak uang yang harus kamu keluarkan untuk biaya pengobatan dan reparasi jika kecelakaan terjadi.

Ganti bemper = Rp 150.000,00

Benerin stang = gak cukup Rp 250.000,00

Ganti lampu yang pecah= mahal. Mending buat makan enak.

Biaya masuk UGD untuk membalut luka = Rp 150.000,00 belum lagi harus libur dari kantor sampai sehat lagi.

Menghubungkan pengeluaran yang disebabkan oleh tindakan yang tidak hati-hati akan memberimu warning di otak setiap ingin tancap gas seenak hati. Badan lecet, motor lecet, dompet kering cuy!

4. Walau sudah berhati-hati terkadang musibah tak bisa dihindari. Inilah kenapa motor kesayanganmu juga perlu diikutkan asuransi

Asuransi motor terbaik bisa kamu dapatkan di Cekpremi via www.cekpremi.com

Kamu sudah berusaha berkendara sedemikian rupa agar tidak terjadi kecelakaan yang merugikan. Namun namanya musibah, siapa yang bisa memperkirakan?

Bisa saja orang yang berkendara di sampingmu tiba-tiba selip, jatuh, dan membuatmu ikut oleng di saat bersamaan. Atau ketika kamu berkendara dengan rapi, eeeh tukang becak di belakangmu malah meleng ke sana-sini. Alhasil bagian belakang motormu harus lecet tanpa alasan berarti.

Untunglah sekarang ada kemudahan asuransi motor yang ditawarkan oleh Cekpremi. Jika ikut program asuransi motor kamu tak lagi perlu khawatir pada kerusakan akibat kecelakaan, kehilangan, sampai biaya berobat jika terjadi hal yang tidak diinginkan di perjalanan. Semua akan ditanggung oleh pihak asuransi.

Takut mahal? Enggak sama sekali kok! Biaya asuransi motor berkisar Rp 60.000,00 – Rp 400.000,00 per tahun. Sesuai jenis proteksi yang ingin kamu dapatkan. Terjangkau ‘kan?

Caranya pun gampang, kamu tinggal masukkan nomor kendaraan ke halaman Cekpremi, kemudian akan keluar berbagai opsi asuransi yang bisa dipilih. Pilih jenis asuransi yang kamu rasa paling sesuai, kemudian lanjutkan ke halaman pembayaran. Setelah melakukan pembayaran barulah kamu akan diminta mengirimkan data kendaraan yang lebih lengkap.

Satu lagi yang lebih asyik, kalau kamu apply asuransi dari artikel Hipwee ini Cekpremi juga akan berbaik hati memberimu diskon 20%.

5. Apa yang lebih sakit dari helm yang hilang dicuri? Sebab itu, mulai sekarang pastikan meninggalkan helm dalam keadaan terkunci

Selalu kunci helm di jok sebelum pergi via imgkid.com

Bayangkan adegan ini:

Suatu petang kamu berjalan keluar dari kampus atau kantor dalam keadaan lelah. Sudah terbayang betapa enaknya jika setelah ini kamu bertemu pacar dan makan malam bersama. Setelahnya kamu cuma ingin tidur sampai pagi tiba. Sampai di dekat motor, ada yang berbeda. Helm kesayanganmu yang tadinya bertengger manis kini tak lagi ada. Suram. Terbayang ratusan ribu melayang untuk membeli penggantinya. Agenda makan enak pun harus dikubur lama.

Helm dicuri sering jadi biang kerok bocornya pengeluaran. Gak mungkin juga ‘kan gak beli lagi, nanti malah membahayakan dan kena tilang Pak Polisi. Sesungguhnya wahai korban pencurian helm yang berhati suci, ada cara agar hal menyebalkan ini tidak terulang lagi.

Jangan malas membuka jok demi mengunci helm di dalamnya setiap kamu hendak beranjak pergi. Pencuri juga akan berpikir 2 kali jika harus repot membuka jok untuk mengambil helm yang terkunci. Cara lainnya, kamu pun bisa memasang stiker banyak-banyak di helm agar jika toh akhirnya dicuri helm-mu bisa dengan mudah dikenali.

6. Untuk urusan pengeluaran bahan bakar yang sudah pasti, kamu perlu tegas pada diri sendiri. Tetapkan target mingguan yang entah bagaimana caranya harus bisa dipenuhi

Tetapkan target pengeluaran mingguan yang harus dipenuhi via tumblr.com

Satu yang pasti dari pengeluaran transportasi adalah soal bahan bakar. Bagi pengeluaran yang sudah tidak bisa diutak-atik ini kamu perlu tegas pada diri sendiri. Tetapkan target mingguan yang harus dipenuhi. Jika melebihi dari nominal itu, kamu harus keras untuk tidak memanjakan diri sendiri.

Sebutlah dalam seminggu kamu hanya boleh mengeluarkan maksimal Rp 30.000,00 untuk beli bensin. Jika ternyata di hari Jumat jatah Rp 30.000,00 sudah habis padahal kamu masih harus pergi di hari Sabtu-Minggu mau tak mau kamu wajib berjalan kaki atau naik kendaraan umum yang tak senyaman motor sendiri.

Sedikit menyiksa diri sih, tapi katanya gak mau bokek sebelum akhir bulan ‘kan? Harus bisa!

7. Sadar atau tidak, uang parkir itu seperti lumpur hisap. Keluarnya sedikit-sedikit, tapi kalau tidak diatur sama saja bisa membuat cerobong keuanganmu berasap

Sisihkan uang untuk biaya parkir demi keuangan yang lebih aman via tumblr.com

Coba deh hitung berapa biaya yang kamu keluarkan untuk parkir dalam sebulan? 50 ribu, 100 ribu, atau justru tidak tahu karena tidak dihitung dengan seksama dari dulu?

Jika tidak diperhitungkan dengan seksama uang parkir bisa membuat kondisi keuanganmu masuk dalam status “siaga satu” bahkan “bahaya.” Sebab itu penting bagimu mengalokasikan sejumlah uang demi kebutuhan parkir setiap bulannya.

Setiap habis terima uang saku atau gajian, sisihkan 50 sampai 100 ribu untuk biaya parkir. Atau kamu juga bisa mengumpulkan recehan dari uang kembalian sehari-hari. Letakkan di dompet khusus, kemudian masukkan ke bagasi motormu. Dengan cara ini berapa banyak uang parkir yang harus dikeluarkan per bulan bisa lebih terkontrol. Jika sudah terasa berlebihan kamu pun perlu mengatur jadwal keluar demi pengeluaran parkir yang bisa sedikit ditekan.

8. Jika semua cara sudah kamu lakukan tapi masih bokek sebelum akhir bulan, coba ambil kaca. Di sana kamu bisa melihat pelaku utamanya. Kemudian putar otak biar si pelaku di kaca itu bisa mengubah gaya hidupnya

Jangan gengsi dan langsung instropeksi diri jika kebutuhan motor sudah di luar kendali via wordpress.com

Bisa jadi bukan hanya kebiasaan dengan motormu yang harus direvisi, melainkan gaya hidupmu sebagai pribadi. Coba lihat lagi kebiasaanmu selama ini;

Kalau punya pacar, apakah kamu terlalu gengsi untuk sesekali mengajaknya patungan bensin dan biaya parkir?

Atau jangan-jangan kamu terlalu gemar ngendon di mall hingga biaya parkir dan nongkrong membludak?

Bisa juga kamu terlampau ceroboh, hingga motor sering lecet di sana-sini dan membuat biaya reparasi keluar tanpa permisi.

Mungkin cara berkendaramu salah, sampai tak cuma sekali-dua kali kamu ditilang polisi.

Jika semua cara sudah kamu lakukan dan masih saja kebobolan di akhir bulan, kamu patut merenungi diri. Apa yang bisa diubah untuk memperbaiki diri? Apa

Semoga tips yang Hipwee dan Cekpremi berikan ini berguna ya. Selamat berkendara dengan aman, hemat, dan nyaman bersama motor kesayanganmu!