Membeli gadget bekas bisa jadi pilhan terbijak bagimu. Coba pikir: kenapa harus beli barang baru kalau gadgetnya cuma akan kamu pakai beberapa bulan? Kenapa juga harus beli baru kalau dalam beberapa bulan harga produk bekasnya udah murah banget?

Tapi kamu harus awas. Gadget adalah barang yang mudah dimodifikasi — diubah isinya dan dijual kembali oleh orang-orang yang “cerdas”. Makanya kamu juga harus cerdas sebelum membeli gadget bekas. Yuk, ikuti beberapa tips dari Hipwee berikut ini!

1. Tahu Apa Yang Kamu Beli

Apa yang kamu butuh kan? via untouchablechingoo.wordpress.com

Sekedar tahu kamu mau beli laptop, ponsel pintar, atau kamera aja gak cukup. Kamu juga harus tahu merek laptop apa yang kamu incar, kamera dengan lensa apa yang kamu inginkan, atau prosesor apa yang kamu harapkan ada dalam ponsel pintarmu.

Jika hal-hal di atas terdengar terlalu teknis, tanyakan pertanyaan ini pada dirimu: “Kenapa aku harus menggunakan gadget ini?” Apakah buat bekerja, mendesain, mengetik, atau sekedar buat fun?

2. Survey Harga

Advertisement

Sebelum mengetahui harga bekas sebuah barang, cari informasi dulu berapa harga barunya. Ini mencegahmu tertipu nantinya.

Di luar sana, banyak outlet yang bisa memberikanmu gambaran harga sebuah produk yang adil. Misalnya, kamu bisa buka gsmarena.com, bhinneka.com, tabloidpulsa.co.id, dan pcplus.co.id. Di sana sudah terdapat tinjauan, spesifikasi dan harga gadget-gadget yang kamu incar. Setelah tahu harga barunya berapa sekarang kamu punya modal buat terjun ke pasar gadget bakas.

3. Cari Penjual Yang Reputable

Penjual yang dipercaya via www.voaindonesia.com

Agar terhindar dari kemungkinan kecewa karena barang jelek, kamu harus temukan penjual yang punya reputasi bagus di kalangan penikmat gadget. Yang teliti: jangan langsung percaya pada label recommended seller. Baca dulu komentar dan testimoni pembeli sebelumnya soal penjual ini. Kamu juga punya pilihan buat beli di toko yang punya bangunan fisik seperti toko komputer atau toko yang emang mengkhususkan diri menjual gadget bekas.

Jika ingin mendapat gadget yang masih terawat, coba kunjungi komunitas pecinta/pemakai gadget. Misalnya komunitas fotografer. Hampir dipastikan dalam tiap komunitas ada kegiatan jual beli. Kamera yang dijual disana pun masih dalam kualitas yang baik karena pemilik sebelumnya adalah orang yang ahli.

4. Ketemu Langsung, Kalau Bisa

Ketemuan di tempat terbuka via thechive.com

Jual-beli secara online memang lebih praktis dan mudah. Tapi jika kamu ingin mendapat kepuasan, bertemulah langsung dengan si penjual.

Foto-foto barang yang bagus bukan jaminan bahwa benda itu nantinya akan memuaskan kamu. Ketika sampai di rumahmu, barang itu bisa aja bikin kamu kecewa. Kamu bisa tertipu barang cacat atau palsu. Bahkan ada juga barang yang sudah dibayar sesuai kesepakatan tapi akhirnya tidak dikirim.

Walaupun kamu bernegosiasi dengan penjual online bereputasi baik, bersikeraslah buat bertemu langsung. Pastikan kalian bertemu di siang hari dan di tempat terbuka. Kamu pasti lebih mudah memeriksa gadgetnya di kafe outdoor daripada di dalam klub malam.

5. Pastikan Itu Bukan Barang Curian

Pastikan bukan barang curian via lifehacker.com

Inilah keuntungan lain kalau kamu bertatap muka dengan penjual secara langsung. Kamu lebih mudah menilai apa orang itu menjual barang curian, atau terpaksa melepas gadget kesayangannya sendiri karena emang lagi butuh duit.

Barang curian biasanya dijual dengan harga yang murah banget. Untuk itu, jika kamu menemukan sebuah gadget yang dijual murah, selidiki alasannya. Jika yang dijual adalah ponsel, kamu bisa meminta nomor IMEI barang dan memeriksa keabsahannya di sini.

6. Nego Awal

Nego dulu via lifehacker.com

Sebelum bertemu empat mata dengan penjual, negosiasikan dahulu harganya berdasarkan survey yang udah kamu lakukan sebelumnya. Nego awal ini bisa dilakukan via telepon, SMS, atau online. Sampaikan bahwa nantinya kamu ingin memeriksa gadgetnya secara menyeluruh. Kalau perlu, tes kemampuan gadget itu sekalian.

Jika penjual menolak syarat yang kamu ajukan itu, ada kemungkinan dia cuma mau menipu kamu. Tapi jika dia bersedia memperlihatkan kekurangan yang dimiliki gadget-nya, berarti bisa jadi dia jujur. Semakin detil yang dia perlihatkan, semakin baik. Kamu jadi punya lebih banyak informasi tentang berapa harga sebenarnya yang pantas kamu bayarkan. Lecet-lecet halus pada gadget mungkin gak akan menurunkan harganya. Namun kalau ada lecet di layar atau lensa, kamu boleh minta potongan harga.

Sampaikan juga kalau ini cuma nego awal — semua masih berdasar pada apa yang dia tampilkan di internet. Keputusan final baru akan dibuat setelah kalian bertatap muka dan memeriksa barangnya berdua dengan seksama.

7. Memeriksa Ponsel Bekas

Jangan asal beli via lifehacker.com

Jika kamu membeli ponsel, terapkan langkah-langkah inspeksi berikut:

  • Bawa berbagai perlengkapan ketika kamu mau kopi darat dengan si penjual: charger yang kompetibel dengan ponselnya (bisa pinjem sama teman); laptop; SIM card, microSIM atau nanoSIM sesuai jenis ponsel; headphone; microSD card (menyesuaikan ponselnya)
  • Periksa ponsel dengan seksama. Apakah ada kerusakan? Dan jika ada, apakah masih bisa diperbaiki? Lihat apakah ada penyok dan goresan baik pada body maupun layar. Periksa semua soket colokan — pastikan gak ada karat atau kotor. Jika lensa yang kamu beli berkamera, pastikan gak ada goresan pada lensanya.
  • Apakah ponsel pernah terendam air? Kamu bisa melihat dengan kasat mata jika ponsel udah pernah kerendam/terpercik air. Pertama: lihat soket pengisian baterai. Jika tembaganya mengalami korosi hingga bewarna hijau kebiruan, soket itu mungkin sudah pernah terkena cairan. Batalkan transaksi jika kamu menemui bekas air pada baterai. Caranya memastikannya: lepaskan baterai dari tempatnya. Di sebelah tembaga konektor baterai ada semacam kertas putih kecil berbentuk persegi. Kertas ini akan berubah menjadi pink atau merah jika terkena air. Di salah satu sudut bagian dalam ponsel juga terdapat kertas semacam ini. Pastikan warnanya masih putih. Jika kamu membeli ponsel unibody yang baterainya gak bisa dicopot, tanda bekas air biasanya ada di tempat memasukkan SIM card. Lebih baik, cari tahu posisi pastinya di Google.
    • Masukkan SIM card yang kamu bawa. Lakukan panggilan, kirim SMS, dan browsing. Ini adalah cara paling ampuh untuk mengetahui apa ponsel itu masih berfungsi.
  • Coba Soket-soketnya. Gunakan charger yang kamu bawa sendiri, pakai headphone milikmu, dan coba sambungkan USB-nya ke laptop. Lihat apakah semua soket berjalan sempurna. Masukkan juga kartu memori yang kamu bawa untuk melihat apakah konektornya masih bagus.

8. Menginspeksi Laptop Bekas

Masih lengkap via www.safestchina.com

Secara general, cara memeriksa laptop beksd hampir sama seperti ponsel bekas. Hanya saja, kamu harus lebih hati-hati karena laptop memiliki komponen yang lebih besar:

  • Periksa apakah ada kerusakan di layar. Layar yang rusak bisa terwujud dalam bentuk tergores, LCD yang pecah di dalam, dan dead pixel. Pastikan juga gak ada diskolorisasi pada tiap sudut layar.
  • Cek soket-soketnya. Sama seperti ponsel, kamu harus memastikan tiap lubang di laptop itu masih berfungsi. Jadi, kamu perlu membawa flash disk, headphone, SD card, dan kabel HDMI.
  • Jika bagian itu bisa bergerak, maka kamu harus lebih hati-hati memeriksanya. Komponen seperti fleksibilitas layar perlu kamu perhatikan, apakah kualitas gambar berkurang jika layarnya sedikit ditundukkan. Cek juga slot DVD-nya: apakah masih bisa memutar film?
  • Pastikan OS dan Software di dalamnya bisa bekerja dan bisa kamu gunakan.
  • Keyboard, trackpad dsb. harus dalam keadaan yang baik. Jangan ada tombol yang lepas dan rusak.

9. Membeli Kamera DSLR Bekas

Teliti sebelum beli via www.mashable.com

Jika kamu mau membeli DSLR bekas, harap mengerti: semakin bagus kualitas suatu kamera bekas, semakin tinggi harganya. Jadi, kamera bekas juga masih bisa dibanderol dengan harga tinggi.

Selain memeriksa apakah ada kerusakan, penyok-penyok, dan goresan, kamu harus perhatikan hal-hal berikut:

  • Ambil gambar langit biru (satu lagi alasan untuk bertemu siang-siang) dengan eksposur yang cerah untuk melihat apakah ada debu dan goresan pada sensor kamera.
  • Kamera harus bersih luar dan dalam. Jangan membeli kamera yang berjamur pada sensor dan/atau lensa.
  • Periksa shutter count. Kamera DSLR bukannya tak mengen umur. Kamera ini memiliki kemampuan jepret dalam jumlah yang terbatas. Kamu bisa mendownload aplikasi penghitung jepretan seperti photoME dan myshuttercount.com. Bandingkan hasil temuanmu dengan batas pemakaian maksimal tiap-tiap kamera. Karena tiap kamera punya batas yang berbeda, kamu mungkin butuh bantuan Google.
  • Pastikan lensa dalam keadaaan baik, gak pecah, gak tergores, apalagi jamuran. Inti dari membeli DSLR sebenarnya adalah lensa. Pastikan harga yang penjual bayar udah termasuk dengan lensanya. Kecuali…kalau kamu memang udah punya segudang lensa di rumahmu.

10. Tanyakan Kelengkapan Gadget

Akan baik sekali jika penjual masih menyimpan kotak gawai, buku manual, charger cadangan, dan segala tetek bengek yang diperolehnya dalam pembelian pertama dulu. Tapi — ada tapinya — biasanya kelengkapan ini dijadikan dalih oleh penjual buat mempertahankan harganya. Jadi pikir-pikir dulu, apakah kamu membutuhkan semua produk pelengkap itu?

11. Apakah Produknya Masih Garansi?

Garansi masih ada via joycewsh.blogspot.com

Kalau ini dijadikan alasan penjual untuk membanderol barangnys dengan harga tinggi, wajar aja. Garansi yang masih valid itu penting — apalagi buat gadget bermobilitas tinggi seperti ponsel dan kamera. Tapi pastikan lama garansi yang tersisa berbanding lurus dengan harga yang ditawarkan penjual. Kalau garansi produknya tinggal 1 bulan lagi, nggak layak dong kalau dia minta harga yang masih tinggi?

Setelah semua beres dan kamu udah yakin dengan gadget yang kamu periksa ini, mulailah bernegosiasi dengan serius. Sebutkan kekurangan-kekurangan gadget ketika ingin menawar harga. Jika gadget itu gak bergaransi, atau jika kelengkapannya tak sempurna, itu kesempatan kamu buat minta pengurangan harga. Tapi ingat: negonya tetap dalam batas wajar, ya. Jangan “Afgan” alias tega!