Cara Menanam Bunga Anggrek Praktis Pakai Pot atau Digantung di Pohon

Cara menanam bunga anggrek

Anggrek merupakan salah satu jenis tanaman bunga paling populer di negara tropis termasuk Indonesia. Saking populernya, anggrek dianggap sebagai tanaman yang tak lekang oleh tren. Kapan pun di musim tanaman apa pun, anggrek selalu ramai peminatnya. Apalagi anggrek memiliki banyak jenis, warna dan bentuk, bahkan pada jenis tertentu bunganya bisa bertahan hingga berbulan-bulan.

Advertisement

Sayangnya, cara menanam bunga anggrek bisa dibilang susah-susah gampang. Hal ini karena media tanam anggrek nggak seperti tanaman pada umumnya yang bisa tumbuh di tanah. Anggrek biasanya tumbuh dengan media arang, sabut kelapa, pakis kering dan menempel di pohon. Buat kamu yang ingin mencoba menanam anggrek sendiri, berikut Hipwee kasih tahu cara menanam bunga anggrek yang mudah dan bisa kamu coba sendiri, yuk simak!

1. Cara menanam anggrek di dalam pot dengan media arang. Siapkan juga sepihan batu bata dan genting sebagai media tambahan

Anggrek di dalam pot | Credit by Mieke Diary on YouTube

Anggrek memang paling populer ditanam menggunakan arang di dalam pot. Hal ini karena proses penanamannya relatif lebih mudah daripada menggunakan media lainnya. Berikut cara menanam anggrek menggunakan arang:

  • Sebelum proses menanam, pilih dulu bibit bunga anggrek yang baik misalnya tanpa jamur, berdaun sehat, dan akarnya lengkap.
  • Siapkan pot, batu bata atau genting yang sudah dipecah kecil-kecil dan arang kayu yang sudah direbus lebih dulu.
  • Susun bahan tersebut ke dalam pot, mulai dari pecahan batu bata atau genting hingga arang.
  • Rendam bibit selama 20 menit ke dalam larutan fungisida dengan takaran sesuai petunjuk pemakaian pada kemasan.
  • Angkat dan keringkan tanpa paparan sinar matahari secara langsung.
  • Susun bibit anggrek ke dalam pot yang sudah berisi arang. Pastikan akar bisa tertanam di antara serpihan arang tanpa ada yang patah.
  • Simpan di dalam rumah selama 3-5 hari tanpa disiram. Setelah 5 hari, anggrek baru bisa disiram menggunakan handsprayer atau semprotan.
Advertisement

2. Menanam bunga anggrek menggunakan media sabut kelapa, bisa digantung ataupun ditaruh di dalam pot

Menanam anggrek di sabut kelapa | Credit by Galaxy Channel on YouTube

Jika kamu kesulitan menegakkan bibit anggrek di atas arang, cobalah menggunakan sabut kelapa sebagai media tanamnya.  Bibit anggrek akan dibuat menempel pada sabut kelapa, posisinya bisa tegak lurus maupun mendatar sesuai keinginanmu. Berikut cara menanam bunga anggrek dengan sabut kelapa:

  • Setelah mendapatkan bibit yang berkualitas, siapkan sabut kelapa lengkap dengan kulit luarnya. Pilih yang sudah tua, ya!
  • Rendam sabut kelapa di dalam air selama 6 jam untuk menghilangkan senyawa tertentu yang mungkin bisa mengganggu pertumbuhan anggrek.
  • Kemudian rendam lagi ke dalam larutan fungisida selama 20 menit, lalu tiriskan hingga sabut terasa lembap.
  • Tempelkan bibit anggrek pada sabut kelapa dan tutup akarnya menggunakan serat-serat sabut hingga tertutup sempurna.
  • Ikat bagian akar dan batang pada sabut kelapa yang digunakan untuk media tanamnya.
  • Jika ingin meletakkan anggrek di dalam pot, maka posisi anggrek harus tegak lurus di atas sabut kelapa. Jika ingin menggantung anggrek pada dinding, maka posisi anggrek dan sabut kelapa harus sejajar.
  • Simpan di tempat teduh dan jangan disiram selama 7 hari.

3. Cara menanam anggrek dengan media papan pakis, jika kamu ingin meletakkan anggrek dengan cara digantung pada dinding

Advertisement
Cara menenam bunga anggrek

Menanam Anggrek pada papan pakis | Credit by Pak Guru Andi on YouTube

Menanam anggrek pada media papan pakis sebenarnya hampir sama dengan media sabut kelapa, tapi bahannya yang berbeda yakni papan pakis dan moss hitam. Namun, butuh keterampilan saat menempelkan bibit anggrek pada papan. Berikut cara menanam anggrek dengan media papan pakis:

  • Setelah mendapat bibit anggrek yang berkualitas, siapkan dulu papan pakis dan moss hitam yang bisa dibeli di toko pertanian atau khusus tanaman.
  • Rendam papan pakis dan moss hitam ke dalam larutan fungisida selama 20 menit, lalu tiriskan.
  • Rapikan akar anggrek dengan cara menggunting bagian akar yang sudah kering atau mati.
  • Tempelkan akar anggrek di tengah-tengah papan pakis, tambahkan moss hitam untuk menutup seluruh akarnya.
  • Ikat moss hitam dan akar pada papan pakis menggunakan tali rafia.
  • Simpan di tempat yang teduh selama 7 hari tanpa disiram.

4. Menanam bunga anggrek dengan cara ditempelkan pada pohon, sehingga nggak perlu pot atau media tanam

Cara menenam bunga anggrek

Menanam anggrek ditempel di pohon| Credit by Bang Brewok Garden on YouTube

Cara menanam bunga anggrek ini sebenarnya cukup mudah, karena kamu hanya perlu sabut kelapa dan tali saja. Namun, kamu perlu memilih batang pohon yang teduh untuk menempelkan anggrek. Berikut cara menempelkan anggrek pada pohon:

  • Setelah mendapat bibit anggrek yang berkualitas, kamu harus memilih lokasi penempelan yang strategis untuk perawatan dan cukup teduh.
  • Siapkan sabut kelapa tua yang diambil bagian seratnya untuk memudahkan saat mengikat.
  • Rendam sabut kelapa pada larutan fungisida, kemudian tiriskan.
  • Bungkus akar bunga anggrek menggunakan sabut kelapa hingga seluruh bagiannya tertutup sempurna.
  • Diamkan di tempat teduh selama 5-7 hari. Kemudian ikat bungkusan akar tersebut pada batang pohon yang tegak lurus.

Perlu kamu tahu jika anggrek nggak bisa terkena sinar matahari secara langsung terlalu lama, jadi usahakan diletakkan di tempat yang teduh baik yang ditanam di dalam pot maupun digantung pada dinding. Cara merawat anggrek pun cukup mudah, yakni dengan cara pemupukan sebulan sekali, pencegahan hama dan penyiraman. Di musim kemarau, anggrek hanya perlu disiram 2 hari sekali, sementara di musim hujan cukup 2 kali seminggu.

Meski menunggu anggrek berbunga dari masa tanam cukup lama, yakni sekitar 1-2 tahun, tapi percaya deh jerih payahmu saat menanam dan merawat akan terbayar dengan keindahan bunganya. Dijamin puas juga kalau bisa menanam sendiri, selamat mencoba, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE