8 Cara Menanam Semangka di Halaman Rumah. Nggak Bisa Asal Sebar Biji

Cara menanam semangka

Sebagai buah idaman banyak orang karena kandungan airnya yang melimpah sehingga bisa menimbulkan rasa segar bagi penikmatnya, tentu saja menanam semangka menjadi salah satu keinginan sebagian besar orang. Apalagi jika berhasil menanamnya dalam jumlah banyak dan bisa jadi sumber penghasilan. Cara menanam semangka tak begitu sulit, bahkan kamu bisa saja menanamnya sendiri, di rumah apalagi.

Advertisement

Nah, buat kamu si penggemar buah semangka yang ingin mencari tantangan baru, yaitu menanam buah semangka sendiri, berikut 8 cara mudahnya agar kamu bisa panen melimpah nantinya.

1. Persiapkan lahan yang sesuai agar semangka dapat tumbuh subur dan sehat

Bedengan | Credit: http://cybex.pertanian.go.id/

Langkah pertama yang harus dipersiapkan saat ingin menanam semangka adalah mempersiapkan lahannya terlebih dahulu. Semangka adalah salah satu tanaman yang banyak mengonsumsi nutrisi dari tanah, itu artinya mereka membutuhkan tanah yang subur dan memiliki tingkat nutrisi yang tinggi. Semangka tumbuh paling baik di tanah yang lempung, agak berpasir, dan berdrainase baik.

Detailnya, kondisi tanah yang baik untuk menanam semangka adalah memiliki pH sekitar 6,0 – 7,5 dengan suhu kurang lebih 25 derajat Celcius, biasanya kondisi tanah seperti ini terdapat di daerah kebun. Adapun ketinggian lahan yang cocok ditanami semangka adalah 100 – 300 meter.

Advertisement

2. Untuk hasil yang maksimal, sebaiknya pilih bibit yang unggul daripada melakukan transplantasi atau pencangkokan

Semangka | Credit: Almanac.com

Semangka lebih suka atau lebih berpotensi tumbuh dengan baik apabila bermula dari benih daripada ditransplantasi atau dicangkok. Di sebagian besar iklim, sebaiknya benih langsung ditabur di tanah yang hangat atau di bedengan tempat mereka akan tumbuh. Berdasarkan percobaan, benih semangka dapat mulai tumbuh subur daripada semangka yang ditransplantasi 6 minggu sebelumnya. Tentunya, kamu juga harus menentukan terlebih dahulu semangka jenis apa yang ingin kamu tanam sebelum membeli benihnya.

3. Perhatikan pula waktu penanaman agar buah semangka bisa tumbuh sehat dan subur

Semangka | Credit: Photo by Punkaset from Pixabay

Semangka membutuhkan musim tanam yang relatif lama (sekitar 80-90 hari sejak menabur benih), dan sama sekali tidak cocok dengan cuaca dingin. Sebaiknya, tanam semangka saat tanah mencapai suhu antara 21 – 25 derajat Celcius dan pastikan tidak ada malam yang dingin. Agar lebih mudah, lebih baik tanam semangka setelah dua atau tiga minggu setelah musim hujan.

4. Apabila lahan dan waktu sudah diperhitungkan, saatnya melakukan proses penyemaian bibit semangka

Advertisement

Penyemaian | Credit: http://cybex.pertanian.go.id/

Proses penyemaian benih semangka ini diperlukan agar semangka dapat tumbuh maksimal serta memudahkan pengawasan, karena benih disemai dengan rapi. Untuk melakukan penyemaian bibit semangka, berikut langkahnya:

  • Siapkan media tanam atau bedengan berupa tanah dan pupuk kandang secukupnya.
  • Hilangkan sampah dan hama pengganggu pada tanah agar tidak merusak kualitas tanah.
  • Cari lahan yang sesuai agar proses pengawasan keadaan benih jauh lebih mudah.
  • Siram bibit dengan air bersih agar tanah tidak kering.

Apabila semua langkah penyemaian sudah dilakukan, kini hanya perlu menunggu bibit semangka tumbuh.

5. Sebelum menanam bibit semangka, sebaiknya lakukan pengolahan pada lahan tanam yang akan digunakan

Pengolahan lahan tanam | Credit: Gardenerspath

Langkah ini tak boleh dilewatkan sebelum menanam bibit semangka, karena langkah ini bertujuan untuk mempermudah proses pengawasan dan kontrol tumbuh kembang semangka dengan maksimal. Selain itu, perawatan semangka pun akan jauh lebih mudah karena tanaman ditanam dengan beraturan. Untuk itu, berikut langkah pengolahan lahan tanam yang perlu dilakukan:

  • Lakukan penggemburan tanah meskipun sebelumnya merupakan bekas kebun atau sawah.
  • Tambahkan pupuk saat proses penggemburan agar pupuk dapat tercampur dengan rata. Sebagai catatan, gunakan pupuk yang lebih banyak nitrogen daripada fosfor dan kalium, karena ini akan mendorong pertumbuhan daun dan sulur. Namun, setelah pembungaan dimulai, gunakan pupuk dengan sedikit nitrogen untuk mendorong pertumbuhan bunga dan buah.
  • Ukur lebar dan panjang dengan buah semangka masing-masing dan buat parit di sekitar bedengan air agar aliran air lancar.
  • Terakhir, buat lubang untuk menanam semangka di tempat penyemaian.

6. Saat lahan tanam sudah dipersiapkan, bibit semangka pun sudah bisa mulai ditanam

Menanam semangka | Credit: Growfully

Proses penanaman bibit semangka pun tak susah, karena prosesnya hanya perlu memindahkan tanaman semangka dari tempat penyemaian ke lahan tanam atau bedengan yang sudah diolah saja. Proses pemindahan ini dapat dilakukan apabila usia semangka sudah menginjak umur 5 minggu.

Pindahkan tanaman semangka ke lubang yang sudah disiapkan saat mengolah lahan tanam sebelumnya. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati karena akar bisa patah saat proses pemindahan dilakukan. Setelah berhasil memindahkan, tutup dengan tanah secukupnya.

7. Hal terpenting yang harus kamu lakukan saat menanam semangka adalah merawatnya

Perawatan semangka | Credit: Growfully

Beberapa cara ini bisa kamu lakukan saat melakukan perawatan pada tanaman semangka:

  1. Rutin melakukan penyiraman, tanaman semangka tumbuh, mekar, dan menghasilkan buah membutuhkan 1 hingga 2 inci air per minggu. Pastikan tanah tetap lembap, tetapi tidak sampai tergenang. Lakukan penyiraman di pangkal pohon setiap pagi hari dan cobalah untuk menghindari membasahi daun dan menghindari penyiraman di atas kepala. Kurangi penyiraman setelah buah tumbuh, cuaca yang kering bisa menghasilkan semangka termanis.
  2. Melakukan penyiangan, yaitu memotong ranting tanaman semangka yang tidak berguna harus dilakukan karena semangka hanya menghasilkan 2 buah dalam 1 tanaman.
  3. Setelah itu lakukan pembubunan, hal ini dilakukan agar tanaman semangka bisa menyerap asupan makanan secara maksimal.
  4. Tak lupa juga lakukan perempalan yang mana perawatan ini merupakan proses membuang tunas muda yang sudah tidak berguna bagi tanaman semangka.
  5. Yang terpenting rajin memberi pupuk susulan akan membuat tanaman semangka mendapatkan asupan nutrisi yang lebih maksimal.

8. Momen yang paling ditunggu, proses panen. Dijamin menghasilkan buah semangka yang melimpah dan manis!

Memanen semangka | Credit: Bonnieplants

Tanda pertama yang harus dicari adalah sulur keriting di batangnya. Jika, terlihat sudah sangat kering, maka semangka sudah siap dipanen. Tanda lainnya adalah bercak berwarna terang di bagian bawah buah. Awalnya berwarna kehijauan, tetapi saat semangka matang, semburat hijau menghilang dan menjadi kekuningan. Kulit secara keseluruhan menjadi lebih kusam dan lebih keras.

Tetapi cara paling populer untuk mengetahui apakah semangka sudah matang adalah dengan suaranya. Pukul mereka dengan jari dan dengarkan suaranya yang kosong atau hampa. Semangka mentah memiliki nada suara yang lebih tinggi. Teruslah menekan banyak dari mereka dan membandingkan setiap suara yang timbul sampai kamu dapat membedakannya.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE