6 Cara Merawat Janda Bolong Biar Subur dan Nggak Menguning. Simpel!

Cara merawat janda bolong

Beberapa waktu belakangan, demam tanaman hias melanda masyarakat Tanah Air. Mereka saling berburu tanaman hias untuk mengisi waktu di rumah selama pandemi Covid-19. Salah satu tanaman hias yang paling banyak diburu adalah ‘janda bolong’ atau memiliki nama ilmiah ‘monstera’. Saking banyaknya orang yang memburu tanaman cantik satu ini, harganya pun kemudian melambung tinggi hingga jutaan rupiah.

Advertisement

Namun, semakin lama hobi untuk menanam tanaman hias ini bergeser dengan hobi lainnya yang membuat tanaman hias menjadi tidak terawat. Padahal, manfaat tanaman, seperti janda bolong ini sangat banyak, di antaranya bisa memperbaiki kualitas udara hingga bisa menyegarkan mata. Untuk itu, supaya tanaman janda bolong milikmu tetap tumbuh subur dan tidak layu, kamu perlu memperhatikan enam cara merawat tanaman janda bolong yang sudah Hipwee rangkum berikut ini.

1. Perhatikan media tanam janda bolong, kamu bisa memilih menggunakan tanah gambut atau air

Media tanam | Photo by Huy Phan from Pexels

Media tanam janda bolong perlu diperhatikan supaya kelembapannya terjaga. Ada beberapa pilihan media tanam yang bisa kamu gunakan, yaitu tanah gambut ataupun air. Jika kamu ingin menggunakan tanah gambut, kamu bisa menambahkannya dengan pupuk dengan perbandingan 1:1. Sebaliknya, cara merawat janda bolong media air adalah dengan rutin mengganti air secara rutin seminggu sekali. Pastikan akar tanaman janda bolong benar-benar terendam untuk membantu proses pertumbuhannya.

2. Penyiraman yang rutin bisa dilakukan dua kali sehari, tetapi jangan sampai berlebihan karena akan membusuk

Penyiraman secara rutin | Photo by cottonbro from Pexels

Hal kedua yang tidak boleh kamu lewatkan adalah penyiraman rutin. Cara menyiram tanaman janda bolong cukup dilakukan dua kali sehari, yaitu di waktu pagi dan sore hari. Hindari menyiram tanaman di siang hari karena akan mengganggu proses fotosintesis tanaman. Lalu, intensitas air yang diberikan harus cukup dan jangan terlalu banyak. Hal itu dikarenakan tanaman janda bolong bisa bertahan di tanah yang lembap, jika terlalu basah akarnya justru akan membusuk dan mati.

Advertisement

3. Letakkan di suhu yang tepat dan penyinaran yang cukup, jangan langsung terkena sinar matahari yang terlalu terik

Suhu dan penyinaran tepat | Photo by Алекке Блажин from Pexels

Tanaman yang masih satu marga dengan monsterra ini akan tumbuh subur dengan kelembapan dan suhu tinggi. Di siang hari, tanaman ini bisa bertahan di suhu 23-30 derajat Celcius, sedangkan di malam hari bisa bertahan di suhu 15 derajat Celcius.

Sementara itu, berikan pencahayaan yang terang, tetapi tidak secara langsung terkena matahari langsung. Asupan sinar matahari langsung yang baik untuk tanaman ini  di saat pagi hari pukul 07.00-10.00 pagi saja. Maka dari itu, cara yang bisa kamu gunakan adalah dengan merawat janda bolong secara indoor di teras, jendela, atau area lainnya. Meletakkan janda bolong di suhu dan penyinaran yang tepat merupakan cara merawat janda bolong yang akan terhindar dari menguning dan layu.

4. Supaya tumbuh subur, janda bolong perlu kamu beri pupuk di awal penanaman dan saat sudah semakin besar

Beri pupuk | Photo by Krystian Bęben from Pexels

Advertisement

Pupuk tanaman janda bolong bisa diberikan mulai dari awal penanaman dan saat tanaman sudah semakin besar. Pilihan pupuk yang digunakan adalah pupuk cair organik, kompos, atau NPK. Kamu bisa memberikan pupuk dengan menyemprotkannya di bagian daun atau mencampurkannya di media tanam. Pupuk ini menjadi salah satu cara merawat janda bolong agar cepat beranak. Selain itu, pupuk akan membuat tanaman tumbuh subur, sehat, dan menangkal berbagai penyakit tanaman.

5. Ganti pot secara berkala supaya akar tanaman bisa tumbuh secara leluasa, tapi jangan terlalu sering, ya!

Setiap harinya, tanaman janda bolong akan terus tumbuh semakin besar. Maka dari itu, pergantian pot  (repotting) untuk tanaman janda bolong perlu dilakukan supaya tanaman tumbuh subur dan akar bisa tumbuh dengan leluasa. Waktu yang tepat untuk mengganti pot adalah setiap enam bulan hingga satu tahun sekali. Jangan terlalu sering melakukan repotting karena justru bisa membuat tanaman stres.

6. Pasang penyangga dan beri ruang supaya tumbuhan bisa merambat dan tetap tumbuh dengan baik

Beri penyangga | Photo by Huy Phan from Pexels

Janda bolong merupakan tanaman yang bersifat hemifit atau sebagian epifit yang menumpang pada inangnya. Maka dari itu, tanaman ini  memerlukan tempat merambat supaya tetap tumbuh. Cara merawat janda bolong yang merambat adalah dengan meletakkannya di dekat dinding, pohon, atau memberinya penyangga supaya janda bolong bisa melilitkan batangnya. Penyangga itu akan memberinya ruang untuk bisa merambat dengan baik.

Itu dia enam langkah perawatan tanaman janda bolong yang bisa kamu lakukan dengan mudah di rumah. Lakukan secara berkala supaya kamu bisa merasakan manfaat tumbuhan ini untuk menyaring udara.  Jangan sampai tanaman tidak terawat dan mati begitu saja ya, SoHip?

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE