Urusan mencuci pakaian kerap dilakukan sesuka hati. Hal pemilihan deterjen misalnya, pertimbangannya hanya gara-gara lagi promo atau suka wanginya. Atau lebih suka pakai deterjen bubuk ketimbang yang cair karena dinilai lebih irit penggunaan. Padahal penggunaan deterjen bubuk dan deterjen cair juga perlu diperhatikan keefektifan untuk pemakaian tiap hari sesuai kebutuhan lo!

FYI, untuk pencucian hasil terbaik terhadap jenis noda pada pakaian misalnya, diperlukan jenis deterjen yang tepat. Karena itu, mari telisik kegunaan deterjen bubuk vs deterjen cair untuk cari tahu mana yang lebih efektif sesuai kebutuhan mencucimu dalam ulasan berikut ini.

1. Dari segi harga, deterjen bubuk jauh lebih murah. Cocok buatmu yang pengen hemat

deterjen bubuk via pixabay.com

Advertisement

Salah satu alasan memilih deterjen bubuk adalah karena harganya yang lebih murah. Dari segi pemakaian, bubuk-bubuknya yang sedikit pun sudah bisa mengeluarkan busa yang cukup banyak ketika dicampurkan dengan air. Sehingga, beberapa sendok deterjen cair saja sudah bisa dipakai untuk merendam beberapa pakaian kotor.

2. Untuk kegunaannya, deterjen bubuk bisa bekerja lebih baik untuk mengatasi noda tanah liat atau lumpur

deterjen bubuk untuk noda tanah atau lumpur via happyfreshindonesia.wordpress.com

Seperti dilansir dari Reader’s Digets, deterjen bubuk mengandung linear alkylbenzene sulfonate yang sangat efektif untuk mengatasi noda-noda lumpur, tanah liat, atau kotoran debu.

Caranya, rendam dulu pakaian dengan air deterjen. Kemudian, berikan sedikit saja deterjen bubuk yang dicampurkan dengan sedikit air pada bagian noda, lalu mulailah menguceknya.

3. Deterjen cair lebih baik bekerja untuk noda berminyak dan noda-noda makanan lainnya

deterjen cair untuk noda minyak via mazmur.id

Advertisement

Kebanyakan deterjen cair mengandung alkohol etoksilat di antara bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Nah, alkohol etoksilat ini efektif untuk mengatasi noda berminyak. Jadi, buat kamu yang sering belepotan saat makan, bisa andalkan deterjen cair, ya!

4. Saat diaplikasikan, deterjen cair lebih nyaman digunakan

lebih mudah digunakan via www.kahaninternational.com

Pada umumnya, deterjen cair dianggap lebih mudah digunakan. Contohnya saat menuangkan sedikit deterjen cair ke dalam mesin cuci, hal ini jelas lebih mudah dibandingkan harus mengambil deterjen bubuk.

Untuk penyimpanannya pun, deterjen cair lebih aman dan tahan lama karena kemasannya di dalam botol. Sementara kalau deterjen bubuk yang kemasannya kotak kardus, lebih berat, sulit dibawa, dan mudah robek jika basah.

5. Ketika sudah kering, deterjen bubuk meninggalkan bau apek pada pakaian. Itulah kenapa kamu perlu pakai pewangi ekstra ~

baju apek setelah kering via www.erabaru.net

Sadar nggak kalau setelah kering, pakaian yang dicuci pakai deterjen bubuk akan meninggalkan bau apek? Kalau sudah begini, mau nggak mau kamu harus pakai pewangi ekstra. Harga deterjen bubuk memang lebih murah, tapi kalau apek dan harus beli pewangi ekstra, ya sama saja. Bahkan, mungkin jadi lebih mahal. Ini jadi pertimbanganmu juga lo, ya!

6. Ketika bercampur dengan air, deterjen cair bisa lebih baik. Mudah larut dan menyebar sempurna

tingkat kelarutannya berbeda via medium.com

Deterjen bubuk belum tentu cocok dengan semua suhu air. Nggak semua merek larut dalam air dingin. Jika kamu mencuci banyak pakaian hanya dengan air dingin, maka harus berhati-hati. Jika tidak mampu larut dengan baik, maka deterjen bubuk akan meninggalkan bercak-bercak putih pada pakaian.

Sementara itu, deterjen cair berfungsi baik di air dingin, hangat, dan panas. Kalau kamu prioritaskan kelarutan dalam mesin cuci, maka pilih deterjen cair.

7. Btw, keduanya dapat menyebabkan kerusakan pada mesin cuci lo. Hmm… Kok bisa ya?

bisa merusak mesin cuci via www.pexels.com

Baik deterjen bubuk atau deterjen cair, keduanya dapat menyebabkan kerusakan pada mesin cuci. Deterjen bubuk misalnya, pasti akan meninggalkan potongan deterjen yang tidak larut, sehingga dapat menumpuk di sistem drainase mesin cuci, lalu terjadi penyumbatan.

Di sisi lain, tutup pengukur deterjen cair jarang ditandai dengan garis yang jelas. Karenanya, riskan banget menuangkan deterjen cair terlalu banyak. Nah, kelebihan busa ini bisa menyebabkan berbagai masalah, termasuk siklus pembilasan dan kebocoran yang berkepanjangan.

Kamu perlu ingat, cucian sekotor apapun, sangat bau, atau banyak noda, penggunaan deterjen yang terlalu banyak juga nggak baik.

Kita kerap memilih deterjen gara-gara harganya yang murah, lagi promo, atau wanginya saja. Padahal, penggunakan deterjen baiknya juga mempertimbangkan sesuai kebutuhan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya