Cewek: “Ngertiin aku, dong. Kamu kenapa nggak mau ngertiin sih? Aku ini lagi PMS!”

Cowok: “Aku juga lagi PMS! Bukannya justru kamu yang nggak mau ngertiin kalau mintanya selalu dingertiin?”

Cewek: *Bengong* *Dalam hati: “Emang cowok juga bisa PMS, ya?”*

Iya, ini nggak bercanda. Cowok juga bisa terkena sindrom periodik menjadi moody, sensitif, dan uring-uringan layaknya cewek yang lagi PMS. Sindrom ini diperkenalkan di dunia kedokteran oleh dr. Gerard Lincoln dari Skotlandia di tahun 2001. Namanya, Irritable Male Syndrome (IMS).

Advertisement

IMS bisa terjadi karena penurunan kadar testosteron dalam tubuh cowok. Kadar testosteron ini menurun karena banyak faktor, misalnya saja pola makan yang berantakan, stres berlebihan, dan usia yang semakin tua. Kalau IMS-nya parah, cowokmu bahkan bisa berubah jadi gampang cemas, emosional, bahkan depresi.

Gak mau dong hubungan kalian yang udah dirawat dengan cinta (dih, haha) jadi berantakan gara-gara kalian mengalami PMS dan IMS di saat bersamaan? Makanya, kalian harus tahu cara menyikapi PMS-nya cowok ini dengan tepat. Bagi cewek yang belum pada tahu PMS versi cowok, akan lebih baik mengetahui gejala-gejala dan cara menghadapinya. Ya, demi ketenteraman dan kedamaian di muka bumi dalam pacaran.

1. Saat cowokmu memasuki periode di mana hormon testosteronnya labil, waspadalah. Kalau perlu coret kalender dengan pulpen tinta merah

Tandain kalender gih..

Tandain kalender gih.. via www.tattoomix.com.tr

Cowok akan mengalami IMS setiap 2-3 bulan sekali. Perubahan hormon yang kadang naik-turun akan memengaruhi pemikiran, sensitivitas, dan pengendalian emosi. Jadi kalau cowok yang tadinya dewasa jadi lepas kendali, cewek musti ekstra hati-hati. Kudu coret kalender dengan pulpen tinta warna merah, atau catat di notes dan kasih reminder, tanggal berapa cowoknya mulai IMS. Gunanya untuk menghindari keributan kalau ternyata jadwal uring-uringan mereka bentrok.

Advertisement

Daripada ribut tiap kalian ketemuan, coba deh untuk rehat sejenak dari kegiatan berkencan. Beri kesempatan satu sama lain untuk menikmati me-time.

Cewek: “Sayang, bulan ini kamu lagi IMS, kan? Jadi, aku kasih me time deh buat kamu..”

Cowok: “Oke! Kalo gitu, aku gak anter-jemput kamu ke kampus dulu, ya! Mau tidur seharian di rumah.”

2. Jangan terus menerus minta kabarnya. Apalagi dengan pertanyaan: “Kamu di mana? Sama siapa? Lagi ngapain? Kangen gak?”

aku gak marah cuma kzl

aku gak marah cuma kzl via gatsbymovie.tumblr.com

Kala IMS menyerang, gangguan emosional akan senantiasa menguasai cowok. Entah karena apa. Dan di saat ini, sikap cowok bisa tak terkendali dan tak terbayangkan. Biasanya cowok ramah dan jadi pendengar yang baik, tapi kalau IMS dah menyerang, boro-boro deh pasang telinga, senyum aja sekadarnya.

Kalau cowoknya sudah kayak gini, cewek harus berusaha “mengurangi” kadar perhatiannya!

Cowok yang lagi emosi biasanya cukup didiamkan. Kasih dia perhatian secukupnya karena dia tidak akan banyak mendengarkan ucapanmu terlalu banyak. Kecuali, kalo cewek mau dibilang “bawel.” Ya, sama aja kamu makin membakar emosinya.

Cewek: “Kamu udah makan? Nanti sakit, lho! Nanti kalau sakit gimana? Yang mau rawat siapa? Memangnya bisa ngerawat sendiri? Blablablalablabla~~~”

Cowok: “Ah, kalo laper juga makan sendiri! BAWEL!”

*kemudian bom atom meledak*

3. Sabar aja sewaktu cowokmu ‘terserang’ sindrom ini. Kamu justru jadi tahu gimana perasaannya setiap kamu PMS, ‘kan? 

Cewek sabar dipeluk pacar

Cewek sabar dipeluk pacar via storyboardwedding.com

Karena IMS cowok bisa sampai waktu 2-3 bulan, kesabaran cewek adalah hal yang paling diuji. Cewek harus ekstra sabar. Tapi sabar juga bukan berarti mengalah. Justru, buat kepentingan bersama. Ketika cowok dituntut untuk mengerti kondisi PMS cewek, maka sebaliknya cewek juga harus begitu.

Sabar aja lah pokoknya! Gampang marah, tidak tegas, bahkan dicuekin sama cowok, seharusnya bukan menjadi hal yang buat cewek jadi kesel dan menghakimi cowok. Justru cewek harus pintar-pintar bersabar. Ya, cowok IMS emang begitu. Sabar aja dulu. Karena, pepatah Somalia mengatakan, “Kesabaran selalu berbuah manis.”

Cowok: “Aku gak mau ketemu. Jangan hubungin aku dulu.”

Cewek: “Iya sayang, aku ngertiin, kok.”

*Lalu timbul kekaguman dari cowok ke ceweknya. Cinta mereka jadi semakin dalam*

4. Sama kayak badai yang pasti berlalu, IMS juga pasti pergi. Setelahnya cuma akan ada pelangi

Oh Indahnya Pelangiiii

Oh Indahnya Pelangiiii via total-randomness.com

Romantis ‘kan kalau bisa ada pelangi? Nah, IMS bagi cowok itu cuma masalah periode dan waktu aja kok. Nanti juga hilang sendiri, dan semuanya bakal kembali normal.

Yang cewek lakukan kalau semuanya udah berlalu: kasih kejutan! Kalau sabar udah jadi nama tengahmu a.k.a kamu udah berubah jadi orang penyabar, maka kamu harus jalanin satu terapi lagi: kasih cowokmu sebuah apresiasi atau penghargaan ketika dia berhasil melalui masa-masa sulitnya bersama IMS. Usaha ini bakalan tak ternilai harganya. Karena, siapa coba yang gak seneng dikasih kejutan?

Cewek: “Surprise! Selamat sayang, kamu udah lewatin masa IMS! Ini kado buat kamu.”

Cowok: “Wah, mana kadonya kok gak ada?”

Cewek: “Kadonya, sekarang aku yang gantian PMS.”

Cowok: “…”

(Ya nggak gitu juga sih, pokoknya terserah kamu deh kasih kejutan apa. Kamu lebih tahu yang cocok buat cowok kamu daripada Hipwee)

Selama ini selalu cowok yang jadi bahan pelampiasan ketika cewek datang bulan. Dan cowoklah yang selalu dituntut untuk mengerti cewek. Tapi, eksistensi IMS ini seharusnya membuka mata kaum hawa, bahwa cowok juga ingin dimengerti. Kira-kira, kamu bakal bisa sabar dan pengertian nggak saat cowokmu terserang IMS ini? 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya