Banyak orang bilang, sambal yang paling nikmat adalah jika diulek langsung menggunakan cobek. Apalagi jika cobek yang digunakan terbuat dari batu asli. Cobek batu terkenal paling andal dalam proses menghancurkan cabai dan bumbu dapur lainnya. Meski berat dan kurang praktis, cobek batu lebih tahan lama serta kuat dibandingkan jenis cobek lainnya. Biasanya, material yang digunakan adalah batu kali, batu gunung, atau batu andesit.

Mengingat harga cobek batu yang cukup tinggi, di pasaran juga tersedia tiruan cobek batu yang dibuat dari campuran semen. Kejelian dalam memilih cobek sangat penting karena memengaruhi rasa dan kesehatan. Terapkan tips memilih cobek batu berikut agar nggak tertukar dengan cobek dari campuran semen.

1. Perhatikan warna cobeknya. Cobek yang terbuat dari batu asli cenderung berwarna keabu-abuan

cenderung berwarna abu-abu via ratucobek.blogspot.com

Advertisement

Umumnya, cobek yang terbuat dari batu asli berwarna abu-abu alami. Jika menemukan cobek yang warnanya hitam legam, kamu patut curiga karena biasanya merupakan hasil pengecatan. Penjualnya mengecat cobek dengan warna kehitaman agar tampilannya mirip dengan cobek batu dan untuk menarik perhatian pembeli. Nyatanya, belum ada warna cat yang benar-benar serupa dengan batu asli untuk menutup warna semen lo!

2. Tekstur cobek batu asli lebih kasar ketimbang batu campuran semen yang lebih halus dan terlihat memikat

teksturnya cenderung kasar via madamneni.blogspot.com

Coba raba tekstur cobek sebelum membeli. Cobek batu yang berkualitas justru memiliki permukaan yang kasar dan berongga cukup besar. Karena begitulah tekstur batuan alami; agak berpori. Berbeda dengan cobek semen yang justru memiliki permukaan yang lebih halus dengan pori-pori yang kecil. Terlihat memikat sih, tapi jangan sampai tertipu.

3. Periksa juga beratnya, cobek batu asli bobotnya lebih berat ketimbang cobek semen

lebih berat bobotnya via bitconnectvietnam.co

Karena terbuat dari batu alami, cobek dari batu asli memiliki bobot yang lebih berat ketimbang cobek semen. Begitu juga dengan ulekannya. Cobek dan ulekan yang berat akan membuat proses menggerus atau mengulek bumbu menjadi lebih halus dan lebih cepat. Coba angkat cobek secara bergantian untuk menimbang bobotnya.

4. Cobek batu asli ketika dipukul atau digores dengan benda tajam nggak akan meninggalkan warna putih pada permukaannya

nggak mudah tergores via www.youtube.com

Advertisement

Untuk mengeceknya, cobalah gores cobek dengan pisau tajam. Jika hasil goresan itu meninggalkan bekas berwarna putih, berarti cobek terbuat dari semen yang lapisan catnya tergores. Berbeda dengan cobek batu yang nggak akan meninggalkan bekas apapun ketika digores dengan benda tajam. Hal ini juga berlaku ketika cobek dipakai untuk mengulek, cobek semen akan meninggalkan warna keputihan pada bagian cobek yang dipakai mengulek.

5. Cobek dengan campuran semen akan mudah terangkat serpihan-serpihan semennya saat digunakan

nggak meninggalkan serpihan via www.kaskus.co.id

Cara ini memang agak sulit untuk dicoba langsung di toko, tapi cukup ampuh untuk mengetahui bahan pembuat cobek. Cobalah menggerus satu buah cabai. Setelah agak halus, rabalah hasil ulekan dengan jarimu. Kalau kamu merasakan ada butiran atau serpihan kecil, itu berarti cobekmu terbuat dari semen yang lapisannya ikut terangkat saat digunakan.

6. Cobek batu warnanya nggak akan berubah saat dituangi air. Berbeda dengan cobek semen yang kalau kena air akan berubah warnanya

kalau warnanya berubah gini, berarti cobek semen via www.republika.co.id

Cobalah tuangkan sedikit air pada permukaan cobek. Jika perlahan-lahan air berubah dari bening menjadi keruh, artinya cobek nggak terbuat dari batu asli. Warnanya yang berubah disebabkan karena ada partikel-partikel semen yang larut dalam air. Nah, jika air tetap bening, meski dibiarkan menggenang dalam waktu berjam-jam, itu cobek asli.

7. Cobek dari batu tentu harganya lebih tinggi daripada cobek semen, karena melalui proses pemahatan sedemikian rupa

harga lebih mahal via www.tokopedia.com

Proses pemahatan batu agar menjadi cobek memakan waktu cukup lama karena membutuhkan keterampilan khusus. Inilah salah satu alasan kenapa harga cobek batu cenderung mahal. Sementara itu, proses pembuatan cobek semen terbilang cepat. Semen hanya diaduk dengan bahan lain seperti batu kerikil, lalu dicetak.

Terkadang, penjual juga menaruh bekas tatahan di dekat cobek yang dijual agar pembeli mengira cobek semen yang dijual adalah cobek batu asli, padahal bukan. Jadi, sebelum membeli, baiknya kamu jeli memilihnya, ya. Kan, demi kesehatanmu juga nantinya~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya