Suasana kerja yang hangat dan kondusif bisa jadi roket yang akan meluncurkan produktivitasmu di kantor. Karena itu, banyak kantor yang kemudian bekerja keras agar karyawan mereka akrab satu sama lain. Tapi di lain sisi, nggak semua karyawan di kantor bisa nyambung dan saling berinteraksi. Gak jarang kelakuan-kelakuan nyeleneh seorang karyawan bikin karyawan-karyawan lain keki, bahkan benci. Kelakuan apa saja sih itu?

1. Punya area kerja pribadi yang memakan terlalu banyak tempat

Jangan 'menyerang' area kerja orang

Jangan ‘menyerang’ area kerja orang via info.clearcompany.com

Kubikel memberi batasan yang pasti di mana area kerjamu dan di mana area kerja rekanmu. Tapi kalau kamu kerja di kantor yang menyediakan area open space alias satu meja untuk beberapa orang sekaligus, kelakukan yang satu ini bisa menyebalkan banget. Selain laptop, alat-alat tulismu berserakan, demikian juga tumpukan berkas dari minggu lalu. Belum lagi foto keluarga serta gelas dan alat makan yang kamu letakkan sembarangan.

Advertisement

Seringkali area kerja kamu merebut area kerja rekan di sampingmu karena kamu punya terlalu banyak item. Mana bisa rekan kerjamu gak kesal? Ketika kamu harus berbagi meja kerja dengan rekan, usahakan kamu gak memakan tempat yang besar. Jangan taruh terlalu banyak pernak-pernik di meja. Kalau perlu bicarakan dulu batas-batas area kerja dengan rekan kanan, kiri dan depan kamu.

2. Malas merapikan dan membersihkan area kerja kamu

Keep it clean

Keep it clean via stokpic.com

Kebiasaan malas beres-beres di rumah jangan dibawa sampai ke kantor, dong. Ketika berkolaborasi dengan rekan kantor, kerapian kamu gak hanya dilihat dari cara berpakaian, namun juga cara merapikan dan membersihkan area kerja yang kamu tempati. Apalagi kalau kalian berbagi meja yang sama atau ruangan yang sama tanpa sekat kubikel.

Kebanyakan orang mungkin masih bisa tahan dengan berkas dan alat tulis yang berantakan, tapi mereka pasti gak tahan kalau kamu melihat cangkir kopi yang udah berhari-hari gak kamu bawa ke dapur buat dibersihkan. Mungkin mereka terlalu sungkan buat mengeluh dan meminta kamu membersihkan remah-remah snack yang kamu biarin berserakan dan menyebar ke area kerjanya. Kalau udah begini, biasanya mereka nyari tempat duduk selain dari duduk di sampingmu.

3. Bicara terlalu berisik dan lantang di telepon

Tahu kapan harus bicara

Tahu kapan harus bicara via www.time.com

Advertisement

Bahkan kalau kamu kerja di dalam kubikel, bicara terlalu keras tetap aja bisa mengganggu rekan-rekan kantormu. Coba bayangkan kalau kalian satu meja, lalu kamu menerima telopon dari keluarga, teman atau pacar lalu bicara terlalu keras hingga semua orang tahu apa yang kamu bicarakan.

Kantor jaman sekarang emang membolehkan kamu membawa ponsel ke meja kerja dan bebas menerima telepon. Tapi bukan berarti kamu bebas mengganggu konsentrasi teman kerjamu. Ketika harus menerima atau membuat panggilan, keluar dulu dari ruangan, cari tempat yang sepi hingga gak menggangu orang lain. Ini etika sederhana.

4. Bertanya atau bercanda kelewatan, sampai menggangu konsentrasi orang

Ganggu konsentrasi orang

Ganggu konsentrasi orang via www.blossom.io

Emang enak kerja kantoran. Kamu bisa meminta saran ke rekan ketika perlu masukan, pun bertanya ketika bingung atau kekurangan ide. Buat apa meeting kalau tiap saat kamu bertatap muka. Namun pikir-pikir juga sebelum mengalihkan konsentrasi rekanmu dari kerjaannya, diajuga butuh waktu untuk fokus dan bekerja. Dia juga punya deadline yang harus dikejar, sama seperti kamu.

Jangan mentang-mentang dia ramah, kamu selalu ajak dia mengobrol. Atau tiba-tiba mengirim tautan video lucu yang belum tentu dia sukai. Pikiran seseorang bisa terdistraksi walaupun gangguannya cuma kecil dan sebentar. Dan kalau fokus udah pecah, susah buat ngumpulinnya lagi.

5. Gak ada yang suka humblebrag (si tukang pamer), termasuk teman kantormu

Gak ada yang suka humblebrag

Gak ada yang suka humblebrag via www.huffingtonpost.com

Kantor selalu punya jam istirahat. Kamu dan teman-teman kantormu pun memanfaatkan waktu ini untuk makan siang dan mengobrol. Biasanya, kalian gak mau bicarakan hal yang berhubungan langsung dengan pekerjaan agar fresh. Tapi mereka pastinya gak mau dengar bagaimana sibuknya kamu di akhir pekan hingga gak sempat menyuci kendaraan. Mereka juga gak mau tahu betapa cemasnya kamu soal akses internet atau kesehatan bapakmu ketika kamu sedang asyik liburan di luar negeri.

Mungkin mereka cuma bakal senyum manis menyikapi tingkahmu. Tapi kamu nggak tahu… ketika kamu berpaling mereka cuma bisa bilang: Biasa, humblebrag”.

6. Tingkah sarkastis terhadap teman kerja tidak akan pernah menolongmu

Jangan balas pasif agresif dengan hal yang sama

Jangan balas pasif agresif dengan hal yang sama via communicatewithclass.com

Satu hal yang paling dilarang saat menghadapi orang yang pasif-agresif adalah membalas perilaku mereka dengan balik pasif-agresif pula. Kalau udah begini, jadinya lebih mirip lingkaran setan, gak ada putus-putusnya.

Ambil contoh: ada rekan kerja yang suka sembarangan meletakkan cangkirnya di area kerjamu. Dengan menggerutu, kamu memindahkan cangkir itu ke dapur tiap hari. Untuk mengungkapkan kekesalanmu akhirnya kamu menyindirnya dengan bahasa sarkastis. “Kamu keledai atau orang sih, gak tahu kalau cangkir kosong harus dibalikin ke dapur?”

Padahal ini cuma bakal bikin rekan kerjamu sakit hati. Siapa tahu dia terlalu sibuk sampai sering lupa pada cangkir kopinya? Bukan sepenuhnya salah dia juga, bukan? Daripada kamu mengubur hubungan baikmu dengan si rekan kerja, lebih baik kamu lugas angkat bicara: “Selesai minum tolong diberesin, dong… Makasih.”

Di akhir hari, menjadi orang yang menyenangkan di kantor adalah soal mengerti nuansa apa yang lagi berlangsung di kantor. Jangan lupa menghargai batasan privasi dan kenyamanan rekan kerja kamu juga. Selamat bekerja!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya