Rumah open plan adalah konsep hunian yang menggabungkan dua atau lebih ruangan dalam satu ruang terbuka dengan mengeliminasi penggunaan sekat atau pembatas ruang seperti dinding dan pintu. Konsep desain yang biasanya diaplikasikan adalah dengan menggabungkan tiga ruangan utama dalam satu lantai yaitu ruang tamu, ruang makan dan dapur. Untuk ruangan yang sifatnya lebih privat seperti kamar tidur dan kamar mandi biasanya tetap memerlukan sekat atau pembatas.

Meskipun desain bangunannya terkesan gampang dan sederhana, penataan interior rumah open plan nggak bisa sembarangan lo. Simak hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain interior rumah berkonsep open plan dalam ulasan Hipwee Tips berikut!

1. Menentukan akses lalu lalang dan ruang gerak dengan bantuan dinding imajiner

akses lalu lalang penghuni rumah via www.opentelecom.org

Advertisement

Ada baiknya dalam merancang interior rumah open plan, kita membayangkan adanya dinding imajiner untuk menentukan akses keluar masuk dan mobilitas gerak penghuninya sehingga proporsi antar ruangan seimbang, tidak berjarak terlalu luas atau terlalu sempit.

2. Merancang zonasi, misalnya dengan dengan mengatur penataan letak dan arah furnitur

pembagian zonasi via www.foxtons.co.uk

Zonasi pada rumah open plan adalah pembagian porsi masing-masing area ruangan. Untuk membaginya bisa menggunakan banyak cara. Beberapa diantaranya adalah dengan mengatur penataan letak dan arah furnitur. Bisa juga dengan membagi area dengan menggunakan dekorasi lantai seperti penggunaan karpet atau motif keramik yang berbeda. Maupun dengan menerapkan variasi pada tinggi lantai atau membentuk undakan pada lantai.

3. Menyelaraskan area satu dengan lainnya biar nggak tumpang tindih antara ruangan yang satu dengan lainnya

selaras via selfbuild.ie

Agar tidak tumpang tindih, desain rumah open plan wajib memerhatikan keselarasan antar satu area dengan area lainnya. Meskipun tiap area memiliki fungsi yang berbeda-beda, sebaiknya area-area yang ada tetap memiliki satu kesatuan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelaraskan area-area tersebut adalah dengan menggunakan koordinasi warna.

Advertisement

Gunakanlah warna yang sama atau warna yang netral sehingga mudah dikombinasikan. Selain itu, kamu dapat menggunakan gaya furnitur yang sama. Misalnya jika furnitur ruang tamu bergaya minimalis, maka sebaiknya meja makan dan dapur juga bergaya minimalis.

4. Nggak selamanya desain open plan tanpa sekat atau pembatas, kamu pun bisa melengkapi dengan partisi bila perlu,

partisi kaca via www.houseandhome.ie

Konsep desain open plan tidak harus benar-benar meniadakan sekat. Karena kita tetap butuh sekat sebagai pembatas area-area yang privat seperti kamar tidur dan kamar mandi. Pada rumah berkonsep open plan, sekat yang digunakan biasanya adalah partisi yang tidak permanen seperti tirai, kaca, rak, lemari, maupun partisi kayu.

Desain rumah open plan mempunyai banyak kelebihan, antara lain ruangan jadi terlihat lebih luas, lega dan leluasa, sirkulasi udara dan cahaya lebih baik, serta menghemat bujet dan mengurangi biaya pembangunan karena minimnya penggunaan dinding dan pintu.

Namun rumah berkonsep open plan juga memiliki kekurangan, yaitu masalah privasi dan kebisingan. Karena minimnya sekat antar ruangan, suara-suara bising dapat dengan mudah menggema ke seisi rumah tanpa adanya pembatas yang bisa menghalanginya.

Jadi itulah serba-serbi tentang rumah berkonsep open plan yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan dalam membangun rumah impian. Gimana, apakah konsep open plan sesuai dengan rancangan rumah idamanmu?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya