6 Teknik Mencegah Ledakan Vapor. Ada Rumus Meracik dan Memakainya, Nggak Bisa Asal Hisap

Mencegah ledakan vapor

Seorang remaja asal Nevada Amerika Serikat terpaksa harus menjalani operasi setelah tulang rahangnya hancur saat menghisap vapor. Melansir dari laman CNN, remaja tersebut tengah menguap ketika vapor yang saat itu berada di mulutnya tiba-tiba meledak. Direktur Primary Children’s Hospital Dr. Katie Russell menuturkan bahwa kecelakan ini merupakan satu dari sekian banyak kecelakaan yang sering terjadi akibat vapor. Ia mengimbau orang-orang untuk waspada, bahwa benda ini bisa suatu saat meledak di saku maupun di mulut.

Advertisement

Memang, benda kecil yang menjadi pengganti rokok ini rawan meledak karena sifatnya yang elektrik. Namun, terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko meledaknya vapor.

NB: Artikel ini nggak serta merta mendukung aktivitas menggunakan vapor sebagai pengganti rokok karena toh sama-sama berisiko. Hanya mengingatkan para pengguna vapor agar lebih berhati-hati.

1. Gunakan beterai standar yang sudah ditentukan untuk vapormu

pakai baterai standar via www.misthub.com

Biasanya vapor memiliki kriteria baterai tertentu untuk mengisi dayanya. Baiknya, gunakan baterai original yang sesuai dengan vapormu untuk menghindari ledakan. Usahakan untuk menggunakan baterai 18650 karena baterai jenis ini memiliki sistem proteksi ganda.

Advertisement

2. Selalu perhatikan kondisi baterai saat digunakan. Ketika baterai sudah menipis, lebih baik jangan gunakan vapormu

jangan dipakai kalau habis via vapingscout.com

Jika baterai vapor sudah benar-benar kosong tapi masih saja digunakan, ini akan merusak elemen baterai sehingga nggak bisa diisi lagi. Jika baterai sudah hampir habis, segera isi ulang baterainya. Gunakan dedicated battery charger dengan sistem proteksi ganda jika ingin baterinya terisi lebih cepat.

3. Saat melakukan pengisian baterai, usahakan untuk mengisinya sesuai dengan kapasitas. Jangan dicas terlalu lama, ya!

jangan di cas terlalu lama via www.youtube.com

Terlalu lama mengisi baterai juga nggak bagus lo! Jika kamu biasa mengisi bateri semalaman penuh dan sambil ditinggal tidur, sebaiknya hal ini nggak lagi dilakukan. Ini bisa membuat baterai mendapat pasokan daya yang melebihi  kapasitasnya sehingga dapat merusak sel baterai dan membuatnya rentan meledak.

4. Jangan lupa untuk selalu memerhatikan suhu pada baterai, terutama saat digunakan

perhatikan suhu baterai via jualvapor.com

Pada mechanical mod nggak ada sistem proteksi yang bisa digunakan untuk mengatur temperatur pada baterai. Makanya, kamu perlu memerhatikan bateraimu supaya nggak bekerja terlalu keras dan beban kerjanya jadi berlebihan. Baterai yang bekerja terlalu keras akan menyebabkan suhu tinggi meningkat, sehingga berisiko untuk meledak.

Advertisement

5. Jika kamu menggunakan baterai 18650 untuk vapormu, taruh vapormu ke dalam tempat atau case khusus ketika dimasukkan dalam tas

taruh dalam case via www.tokopedia.com

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kontak listrik pada baterai sehingga vapor nggak gampang meledak. Selain itu, cara ini juga dapat membuat baterai lebih awet lo! Nah, jadi lebih hemat juga kan?

6. Untuk menghindari risiko baterai meledak, lebih baik jika kamu juga memperhatikan kebersihan mod

bersihkan mod-nya via www.geekayvapes.com

Mod dengan likuid yang membanjiri bagian vapor akan membuatnya nggak nyaman ketika digunakan. Selain membuatmu risih, tumpahan likuid juga berpotensi merembes dan masuk ke bagian tubuh vapor yang kemudian merembet ke baterai. Makanya, selalu bersihkan vapormu untuk menghindari risiko ledakan pada baterai.

Meski nggak secara langsung bisa mencegah baterai meledak, membersihkan vapor secara teratur juga menjadi hal penting yang harus kamu lakukan. Jangan lupa untuk melakukan recoil secara rutin setidaknya tiga hari sekali atau lebih cepat jika penggunaan lebih sering agar vapor jadi lebih awet dan nggak meledak.

Gelombang resesi mulai menghampiri, bagaimana kalian mempersiapkan diri menghadapinya? Isi survei berikut ini.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE