6 Aturan Minum Kopi Saat Puasa Supaya Minim Risiko, Waktunya Harus Pas Biar Nggak Dehidrasi

Minum kopi saat puasa

Saat ini kopi menjadi minuman yang digemari oleh banyak orang. Selain mudah untuk disajikan, kandungan kafeinnya bermanfaat sebagai stimulan yang bikin mood jadi naik dan bersemangat. Maka nggak heran ya kalau peminatnya semakin meningkat. Bahkan sekarang ngopi bukan cuma demi mendapatkan manfaat, melainkan menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Dibuktikan dengan pola kebiasaan minum kopi yang sudah ada jadwal tersendiri.

Advertisement

Bagi kamu yang tergolong penggemar berat kopi, di bulan puasa ini sepertinya harus mengubah sedikit jadwal dari biasanya. Jika di luar Ramadan kopi bisa dinikmati kapan saja, tetapi berbeda dengan sekarang yang mengharuskan umat muslim untuk menahan dahaga hingga terbenamnya matahari. Lantas banyak yang bertanya, sebenarnya boleh nggak sih minum kopi selama bulan Ramadan? pasalnya kandungan kopi juga menimbulkan dampak buruk untuk asam lambung, terlebih jika dikonsumsi saat perut dalam keadaan kosong. Nah, daripada Sobat Hipwee bingung, yuk simak penjelasannya di bawah ini.

1. Meski tak dilarang, konsumsi kopi saat berbuka puasa lebih baik dihindari. Pasalnya perut kamu masih dalam keadaan kosong yang justru rentan naiknya asam lambung

Hindari minum kopi saat berbuka | Credit: Lum3n via www.pexels.com

Bagi orang dewasa yang sehat, sebenarnya tak ada larangan untuk minum kopi saat bulan puasa. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah untuk tidak mengonsumsinya dalam keadaan perut kosong karena bisa meningkatkan asam lambung. Terlebih lagi bagi SoHip yang memang menderita maag, kamu harus ekstra hati-hati.

Untuk dosis aman kafein orang dewasa umumnya 400 miligram per hari atau setara dengan 2 sampai 3 cangkir kopi hitam. Di bulan Ramadan, dosis kopi bisa dikurangi hingga 200 miligram atau cukup 1 cangkir per hari.

Advertisement

2. Kopi bersifat diuretik, mampu menimbulkan dehidrasi atau kekuarangan cairan pada tubuh. Usahakan untuk minum segelas air putih sebelumnya

Kopi memicu dehidrasi | Credit: Lain via www.pexels.com

Sejumlah riset menyebut jika asupan kopi mampu memicu keinginan buang air kecil lebih sering. Meski sifatnya masih ringan, jika mengkonsumsi dalam jumlah yang banyak justru memicu kekurangan cairan tubuh berujung dehidrasi. Di sisi lain banyak penggemar kopi yang tak menyadari bahwa mereka kurang minum air putih.

Sebaiknya, minum 1 gelas air (250 ml) sebelum mengkonsumsi kopi. Minum kopi dalam batas wajar seharusnya tak menimbulkan dehidrasi. Namun, jika minum dalam jumlah banyak seperti 5 cangkir atau lebih tentu akan memicu efek dehidrasi. Jadi hindari sebelum risiko yang didapat semakin besar.

3. Kurangi porsi gula dan pemanis buatan. Selain mampu memicu diabetes, gula yang berlebihan justru mengilangkan rasa alami dari kopi

Kurangi porsi gula | Credit: Suzy Hazelwood via www.pexels.com

Biji kopi sudah memiliki rasa manis walaupun sedikit. Maka dari itu, menambahkan gula atau pemanis buatan sebenarnya tak perlu. Kamu bisa konsumsi kopi tanpa gula untuk efek yang lebih sehat. Bahkan kopi bebeas gula dinilai lebih mempunyai sederet manfaat, seperti memperkuat jantung, menurunkan berat badan, mengurangi risiko diabetes hingga melawan depresi. Selain pemanis buatan kamu bisa gunakan alternatif lain dengan gula aren atau gula pasir. Tetapi sesuai anjuran asupan gula yang diperlukan hanya 6 sendok teh per hari.

4. Selanjutnya kamu bisa pilih jenis kopi yang rendah kafein. Tak perlu khawatir sebab kini sudah tersedia kopi decaf di pasaran

Pilih jenis kopi rendah kafein | Credit: Davies Designs Studio via unsplash.com

Kopi decaf merupakan sebutan lain untuk kopi tanpa kafein. Namun sebenarnya kopi ini tak bebas kafein sama sekali, tetap ada kandungannya tapi tidak sebanyak di kopi pada umumnya. Kopi decaf adalah kopi yang sekitar 97 persen kafeinnya telah dihilangkan.

Meski sudah banyak dijual di pasaran, nyatanya kopi ini bisa diolah sendiri di rumah, lo. Hal pertama yang bisa dilakukan dengan merendam biji kopinya ke dalam air atau menggunakan larutan etil asetat atau metilen klorida. Biji kopi yang direndam adalah yang masih hijau dan segar serta belum dipanggang. Kemudian isi mangkuk berisi biji kopi dengan air panas, biarkan meresap selama beberapa menit. Lalu saring dan ulangi kembali. Proses pengulangan inilah yang menentukan seberapa banyak kafein yang dihilangkan.

5. Yang terpenting untuk perhatikan waktu yang tepat saat minum kopi. Beda dengan asumsi kebanyakan, kamu justru menghindari kopi saat sahur karena bisa membuatmu ekstra haus di siang hari

Hindari minum kopi saat sahur | Credit: Andrea Piacquadio via www.pexels.com

Santap sahur adalah kunci persiapan bekal bagi tubuh untuk menjalankan ibadah puasa. Supaya lancar orang yang berpuasa disarankan untuk hindari konsumsi cairan mengandung kafein termasuk teh, cokelat, sampai soda. Minum kopi atau asupan cairan lain yang mengandung kafein mampu membuat tubuh kehilangan cairan sehingga kamu mudah haus di siang hari.

Waktu terbaik untuk konsumsi kopi bisa dua jam usai buka puasa. Minum kopi atau asupan kafein lainnya juga sebaiknya tak lebih dari pukul 8 malam. Setelah batas waktu tersebut, kafein bisa membuat seseorang susah tidur. Apalagi efek kafein paling terasa usai 1 jam setelah diminum, dan efek tersebut bisa bertahan hingga 4 jam.

6. Kurangi porsi minum kopi dari yang biasanya dikonsumsi. Ingat jangan sampai berlebihan!

Kurangi porsi kopi dari biasanya | Credit: Mikhail Nilov via www.pexels.com

Kendati minum kopi saat puasa diperbolehkan, bukan berati kamu bisa mengkonsumsinya sepuas hati. Batasi asupannya, misal hari biasa kamu mampu menyeruput hingga 3 cangkir, maka di momen puasa Ramadan kurangi menjadi 1 cangkir per hari.

Jangan lupa upayakan untuk tetap minum air putih sebnyak delapan gelas per hari mulai dari buka puasa hingga sahur. Alih-alih konsumsi kopi terus menerus, mungkin kamu bisa pilih alternatif lain seperti teh herbal, tisane kembang telang atau seduhan rempah-rempah yang minim kafein.

Nah, jadi kamu sekarang sudah tahu kan jika konsumsi kopi saat bulan Ramadan bisa saja. Namun, pastikan kamu mengkonsumsinya dengan porsi, waktu dan jenis kopi yang tepat supaya minim risiko. Semoga informasinya bermanfaat dan puasamu dilancarkan sampai akhir. Aamiin.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE