Cara Mengolah Pupuk Tanaman dari Minyak Jelantah. Daripada Dibuang Sembarangan Jadi Limbah

Minyak jelantah

Minyak goreng bekas atau yang lebih dikenal dengan minyak jelantah adalah salah satu limbah rumah tangga yang hingga kini masih jadi permasalahan serius. Minyak jelantah sering dibuang secara sembarangan dan berakhir mencemari lingkungan. Padahal minyak jelantah merupakan energi alternatif yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan beragam hal positif lainnya lo! Salah satu yang jarang orang ketahui adalah pemanfaatan minyak jelantah untuk pupuk tanaman.

Advertisement

Penasaran kan seperti apa pengolahan minyak jelantah untuk dijadikan pupuk tanaman? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Kandungan minyak jelantah yang bermanfaat untuk tanaman

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pengertian minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah mengalami beberapa reaksi akibat penggorengan berulang. Reaksi tersebut menghasilkan asam lemak jenuh yang tinggi. Nah, sementara asam lemak ini merupakan asam karboksilat yang sangat berbahaya untuk kesehatan manusia, kandungan asam lemak ini akan bermanfaat bagi tanaman sebagai pupuk, namun harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

2. Siapkan bahan dan peralatan yang diperlukan untuk mengolah minyak jelantah menjadi pupuk tanaman

bahan-bahan membuat pupuk jelantah/Credit: Wikimedia Commons via commons.wikimedia.org

Banyak orang yang belum tahu kalau sebenarnya minyak jelantah memiliki banyak manfaat. Sebenarnya, minyak jelantah untuk apa sih alih-alih dibuang begitu saja? Ada beberapa kegunaan, seperti minyak jelantah untuk biodiesel, minyak jelantah untuk lilin, dan manfaat minyak jelantah untuk tanaman berupa pupuk olahan.

Advertisement

Lantas, bahan dan peralatan apa saja yang harus kita persiapkan untuk daur ulang minyak jelantah menjadi pupuk?

Bahan yang harus dipersiapkan:

Advertisement
  • Minyak jelantah 500-1000 cc
  • Bekatul
  • Air
  • EM4
  • Molase/tetes tebu

Peralatan yang harus dipersiapkan:

  • Saringan
  • Jeriken/ember bertutup
  • Selang bening kecil
  • Gayung
  • Botol

3. Membuat pupuk dari minyak jelantah berarti melewati proses fermentasi dengan bahan-bahan yang sudah disiapkan. Fermentasi sempurna biasanya dihasilkan setelah 30 hari

fermentasi jadi kunci utama pembuatan/Credit: Pixabay via pixabay.com

Minyak termasuk limbah B3 yang mampu mencemari tanah dan sungai. Maka dari itu, bisnis minyak jelantah berupa daur ulang dan pemanfaatan kembali sangat dibutuhkan. Pengolahan minyak jelantah menjadi pupuk ini adalah contohnya. Setelah bahan dan peralatannya siap, lanjut ke langkah pembuatannya berikut.

  1. Campurkan bahan minyak jelantah dengan air, bekatul, molase, dan EM4. Lalu aduk secara merata.
  2. Masukan hasil adonan dari bahan-bahan tersebut ke dalam jeriken atau ember yang memiliki tutup rapat, lalu letakkan jeriken tersebut pada tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
  3. Pembuatan pupuk ini mengandalkan fermentasi. Maka dari itu, lubangi tutup jeriken dan masukkan selang kecil hingga masuk ke adonan. Ujung selang yang berada di luar tadi, dimasukkan pada botol kecil berisi air untuk mengontrol suhu selama proses fermentasi.
  4. Biarkan adonan tersebut selama satu bulan. Proses fermentasi yang baik untuk pupuk ini membutuhkan waktu 30 hari.
  5. Tanda pupuk sudah jadi adalah ketika adonan nggak berbau busuk, namun berbau asam khas POC (Pupuk Organik Cair). Lalu saat jeriken digoyangkan akan muncul gelembung-gelembung kecil dalam jumlah banyak membentuk seperti busa.

4. Gunakan pupuk jelantah dengan dosis 5 ml – 10 ml untuk tanaman. Hindari dosis berlebih dan berikan pupuk pada tanaman dengan jarak waktu 1-2 minggu sekali untuk hasil yang sempurna

aplikasi pupuk pada tanaman/Credit: PixaHive via pixahive.com

Lalu bagaimana cara mengaplikasikan pupuk jelantah ini pada tanaman? Apakah pupuk ini berguna dan dijamin keamanannya? Aplikasikan pupuk jelantah ini dengan konsentrasi sedikit saja yakni sekitar 5 ml/liter untuk semprot dan 10 ml/liter untuk sistem kocor siram. Nggak seperti pupuk-pupuk alami lain, akan lebih baik jika mengaplikasikan pupuk jelantah ini ketika tanaman sudah memiliki daun sempurna yakni minimal 3 minggu setelah tanam. Penggunaan pupuk ini juga sebaiknya dilakukan 1-2 minggu sekali.

Pemberian dosis pupuk adalah hal yang paling penting. Selalu hindari memberi dosis besar pada tanaman karena pupuk ini bisa menyumbat stomata. Hal ini bisa terjadi karena pupuk belum terfermentasi sempurna. Sampai hari ini, pupuk jelantah terus dikembangkan agar bisa bermanfaat lebih dan mengurangi limbah minyak.

Nah, itu dia beberapa penjelasan mengenai cara pengolahan minyak jelantah menjadi pupuk berikut pengaplikasiannya ke tanaman. Gimana menurut kalian? Berguna banget kan? Nggak heran kalau di luar sana ada banyak pengepul minyak jelantah untuk dimanfaatkan kegunaannya. Kamu juga bisa lo! Yuk, mulai peduli lingkungan 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE