Pembawa Anjing ke Masjid Diketahui Mengidap Skizofrenia Paranoid. Penyakit Apa sih ini?

penyakit skizofrenia paranoid

Belakangan beredar video viral yang memperlihatkan seorang wanita masuk ke masjid dengan membawa anjing. Kasus ini lantas berbuntut panjang dan hingga kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Dilansir dari laman Kompas, Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan, SM (52), wanita yang membawa anjing ke dalam masjid di Bogor, Jawa Barat, sering marah-marah dan emosinya cenderung tidak stabil saat diperiksa penyidik. Usai diperiksa pihak medis, wanita ini diduga mengidap gangguan jiwa skizofrenia paranoid. Dugaan gangguan jiwa yang dimiliki SM diperkuat dengan pengakuan suaminya yang menunjukkan surat keterangan medis dari rumah sakit.

Advertisement

“Memang ada sedikit ada gangguan kejiwaan karena saat ditanya jawabnya berbeda-beda ditambah bukti medis terkait gangguan kejiwaan tersebut,” ujar Dicky saat konferensi pers di Cibinong, Senin (1/7/2019).

Skizofrenia paranoid merupakan penyakit gangguan otak yang yang umum terjadi di masyarakat. Biasanya, pengidap skizofrenia akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan pikiran dengan kenyataan yang ada. Berikut Hipwee Tips berikan ulasannya.

Pengidap skizofrenia akan mengalami gejala seperti delusi dan halusinasi yang terjadi berkepanjangan

Gejala skizofrenia via doktersehat.com

Delusi yang dominan terjadi pada penderita skizofrenia paranoid merupakan jenis delusi kejar yang mana delusi ini membuat penderita memiliki rasa takut dan cemas yang besar terhadap suatu hal yang nggak nyata. Pada dasarnya, penderita skizofrenia nggak berpotensi untuk bersikap kasar, namun jika delusi yang dialami bersifat paranoid, ia akan merasa terancam dan marah kepada orang di sekelilingnya.

Penderita skizofrenia paranoid juga mengalami halusinasi, seperti mendengar suara-suara yang sebenarnya nggak ada. Bahkan pada beberapa kasus, penderita skizofrenia juga mengalami gejala negatif, seperti sering murung dan ingin bunuh diri.

Hingga saat ini, penyebab skizofrenia belum diketahui dengan pasti. Namun pakar menduga penyakit ini terjadi akibat kelainan yang terjadi pada otak dan sistem tranmisi saraf

kelainan pada otak via www.pnas.org

Beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya skizofrenia pada seseorang, antara lain adalah:

  • Riwayat penyakit skizofrenia yang terjadi pada keluarga sebelumnya
  • Terkena infeksi virus pada waktu masih dalam kandungan.
  • Kekurangan oksigen pada waktu kelahiran.
  • Faktor lingkungan seperti perceraian orang tua atau kekerasan rumah tangga.
  • Penyalahgunaan obat-obatan tertentu seperti narkotika.
Advertisement
Biasanya, untuk mendiagnosis skizofrenia, dokter akan menanyakan riwayat timbulnya gejala yang dialami selama satu bulan atau jika gejala berulang terjadi dalam waktu enam bulan

dites terlebih dahulu via www.medicalnewstoday.com

Dokter akan melakukan beberapa tes untuk meyakinkan diagnosa skizofrenia yang dialami. Tes-tes berikut yang biasanya dilakukan oleh dokter:

  • Tes wawancara untuk meyakinkan diagnosa bahwa pasien benar menderita skizofrenia.
  • Tes pencitraan otak untuk mengecek kemungkinan kelainan pada otak dan pembuluh darah.
  • Tes urine untuk mengecek kemungkinan kecanduan zat tertentu.
  • Bila diagnosis skizofrenia telah ditetapkan, diperlukan tes fungsi luhur untuk melihat kemampuan kognitif pasien serta rencana terapi.
Pengobatan skizofrenia paranoid memerlukan kombinasi dari berbagai bidang, seperti dokter, terutama psikiater, perawat, pekerja sosial, dan konselor atau terapis

Pengobatan skizofrenia via lifestyle.kompas.com

Pengobatan dan perawatan pasien skizofrenia dapat dilakukan di rumah. Akan tetapi, jika gejala skizofrenia yang muncul tidak terkontrol dengan obat-obatan yang rutin dikonsumsi dan dianggap membahayakan, pasien dapat dirawat di rumah sakit. Pasien biasanya diberikan obat antispikotik untuk meredakan gejala skizofenia seperti delusi dan halusinasi.

Dokter akan memantau efektivitas obat-obatan antipsikotik beserta dosisnya untuk meredakan gejala skizofrenia pada pasien. Perlu diketahui, obat antipsikotik yang diberikan tidak langsung bekerja, membutuhkan waktu sekitar 3-6 minggu untuk melihat efeknya. Terkadang, bahkan dapat mencapai 12 minggu.

Belum ada penelitian yang mengatakan pilihan obat antipsikotik yang paling tepat untuk skizofrenia. Namun, jika mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, baiknya kamu langsung memeriksakan dirimu ke dokter agar dapat segera ditangani.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE