Nyeri saat buang air kecil atau juga disebut disuria bisa dialami oleh setiap orang. Namun, biasanya kondisi ini lebih sering terjadi pada cewek, terutama mereka yang tengah hamil, penderita diabetes, dan penderita penyakit kandung kemih memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami nyeri saat buang air kecil. Jika pun terjadi pada cowok, ketidaknyamanan ini lebih sering menjangkiti cowok yang usianya lebih tua daripada mereka yang berusia lebih muda. Selain merasakan nyeri saat kencing, kemungkinan penderita juga punya dorongan untuk buang air kecil lebih sering. Gejalanya bisa berupa rasa nyeri seperti terbakar, pedih, atau gatal-gatal.

Sebenarnya apa sih penyebab nyeri saat buang air kecil? Berikut beberapa kondisi yang harus kamu waspadai.

1. Infeksi Saluran Kencing (ISK) merupakan salah satu penyebab utama nyeri saat kencing

Infeksi Saluran Kencing via www.healthline.com

Advertisement

ISK ini diakibatkan oleh masuknya bakteri ke organ sistem kemih seperti saluran kemih, kandung kemih, uretra, bahkan di ginjal. Gejala yang ditimbulkan antara lain frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering, muncul rasa terbakar, dan disertai dengan demam dan menggigil. Cewek lebih berisiko terkena ISK dibandingkan cowok karena saluran kemihnya lebih pendek. Kebiasaan membersihkan organ vital setelah buang air kecil yang nggak benar kerap jadi pemicunya.

2. Vaginitis atau peradangan pada vagina yang menyebabkan gatal dan nyeri saat buang air kecil

vaginitis via intermed.com.gr

Penyebab vaginitis biasanya akibat perubahan keseimbangan bakteri pada vagina atau infeksi vagina. Peradangan ini bisa terjadi karena berbagai alasan seperti interstitial cystitis, penggunaan cairan pembersih vagina berlebihan, atau efek samping dari obat-obatan dan tumor tertentu. Vaginitis juga bisa disebabkan oleh berkurangnya estrogen setelah menopause.

3. Meskipun kurang umum terjadi pada cowok karena mereka memiliki uretra yang lebih panjang, namun prostatitis adalah salah satu penyebab cowok mengalami disuria

prostatitis via medium.com

Prostatitis adalah pembengkakan dan peradangan pada kelenjar prostat, sebuah kelenjar yang berukuran seperti biji kenari yang terletak tepat di bawah kandung kemih pada cowok. Kelenjar prostat menghasilkan cairan (air mani) yang memberi nutrisi dan mengangkut sperma. Prostatitis sering menyebabkan nyeri dan sulit buang air kecil. Gejala lain prostatitis ialah nyeri di selangkangan, daerah panggul, atau alat kelamin yang terkadang disertai gejala seperti flu.

4. Terhalangnya saluran urine karena batu kandung kemih bisa menyebabkan nyeri saat buang air kecil

batu kandung kemih via www.completewomencare.com

Advertisement

Batu kandung kemih adalah gumpalan mineral keras dalam kandung kemih. Batu kandung kemih berkembang ketika urine di kandung kemih mengkristal akibat ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat buang air kecil. Ukuran batu kandung kemih sangat bervariasi dan semua orang punya risiko untuk menderita kondisi ini. Namun, laki-laki lanjut usia (biasanya di atas usia 52 tahun) lebih sering mengalaminya, terutama mereka yang menderita pembesaran prostat.

5. Batu ginjal pun sangat bisa menyebabkan penderitanya mengalami gangguan saat berkemih

batu ginjal via integrisok.com

Batu ginjal adalah penumpukan mineral kecil dan keras yang terbentuk di dalam ginjal. Biasanya, batu ginjal ini terbentuk ketika urine terkonsentrasi dan memungkinkan mineral mengkristal dan melekat satu sama lain. Disurianya sendiri terjadi ketika batu ginjal bergerak mendekati kandung kemih yang akhirnya menyebabkan munculnya dorongan kuat untuk buang air kecil dan akan terasa menyakitkan. Kadang, gejala ini juga akan berlanjut menjadi sering muntah dan muncul rasa nyeri di punggung.

6. Disuria juga sangat bisa muncul akibat penyakit menular seksual, bahkan efeknya lebih menyakitkan

Infeksi Menular Seksual via www.bustle.com

Penyakit menular seksual atau PMS, kini dikenal dengan istilah infeksi menular seksual atau IMS, adalah penyakit atau infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang nggak aman. Penyebaran bisa melalui darah, sperma, cairan vagina, atau pun cairan tubuh lainnya. IMS seperti herpes genital, klamidia, dan gonorrhoea bisa menyebabkan efek rasa terbakar yang disertai dengan timbulnya rasa gatal, lecet, atau luka saat buang air kecil.

7. Kandidiasis atau jamur yang menyerang daerah vagina akibat kurang menjaga kebersihan saat haid

kandidiasis via www.buoyhealth.com

Kandidiasis sering menyerang daerah vagina karena daerah ini sering lembab. Apalagi saat sedang haid, akan sangat mudah terserang kandidiasis karena keadaan vagina yang lembap sehingga memicu timbulnya jamur yang bisa menyebabkan kandidiasis. Nggak jarang kondisi ini akan memicu rasa nyeri saat berkemih. Jika kamu sedang menstruasi atau haid, sering-seringlah mengganti pembalut agar terhindar dari jamur yang bisa memicu timbulnya kandidiasis.

Kalau kamu mengalami nyeri saat buang air kecil dan terjadi berulang kali, mending periksakan ke dokter deh sebelum makin parah. Bisa jadi 7 kondisi di ataslah penyebabnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya