6 Risiko Pakai Uang Digital yang Membahayakan Identitas Pribadi, Termasuk Bikin Auto Miskin

Risiko pakai uang digital

Untuk mempermudah transaksi, kini telah banyak orang yang beralih menggunakan e-e-money alias uang digital. Meski begitu, bukan berarti penggunaan e-money ini nggak memiliki risiko. Kemudahan dalam bertransaksi yang sudah menjadi kebiasaan baru ini akan memberi dampak yang cukup berarti dalam keuanganmu lo!

Advertisement

Nah, agar lebih bijak ketika bertransaksi dengan e-money, baiknya pahami beberapa risiko dan bahaya yang mungkin terjadi ini.

1. Secara nggak sadar, penggunaan uang digital justru bikin kamu jadi lebih boros

Kemudahan transaksi cenderung bikin seseorang jadi lebih konsumtif dan boros. Gimana nggak, menggunakan e-money saat belanja bikin pengeluaranmu jadi nggak terasa. Kamu pun jadi sulit mengontrol dan tahu-tahu saldonya sudah habis saja.

2. Penggunaan aplikasi a juga tergantung pada daya tahan beterai ponsel

tergantung baterai via www.shutterstock.com

Karena kebanyakan aplikasi e-money diakses melalui ponsel yang bisa dibawa ke mana-mana, baterai ponsel jadi cepat habis ketika terlalu sering digunakan untuk bertransaksi menggunakan e-money. Belum lagi ketersediaan internet yang juga sering jadi penghalang utama ketika bertransaksi dengan e-money.

3. Sayangnya, nggak semua toko menerima pembayaran dengan e-money. Jadi terbatas, kan?

nggak semua toko bisa via www.rosscoppley.com

Biasanya, e-money hanya bisa dipakai untuk berbelanja di swalayan atau toko besar saja. Karenanya, nggak semua barang bisa kamu beli pakai e-money. Jadi terbatas kan transaksinya?

4. E-money juga berisiko diretas lo!

risiko di hack via www.abc.net.au

Kalau sudah berhasil diretas, nggak cuma uang saja yang hilang, tapi bisa jadi data pribadimu juga bocor. Lebih mengerikannya lagi kalau nantinya data ini dipergunakan untuk melakukan kejahatan yang nggak bertanggung jawab.

5. Kalau kartu e-money-nya rusak, saldonya nggak bisa kembali lo! Rugi kan?

saldo nggak kembali via eatandtreats.blogspot.com

Risiko ini biasanya terjadi pada pengguna e-money yang memakai kartu sejenis e-tol. Jika kartu ini patah atau chip-nya nggak terbaca, maka kamu nggak bisa lagi memakainya. Parahnya, kamu nggak bisa melakukan klaim untuk mengembalikan saldo yang tersisa.

Advertisement

6. Nggak hanya itu, e-money dalam bentuk aplikasi juga rentan lenyap jika ponselmu hilang lo!

handphone hilang via www.smartertravel.com

Aplikasi e-money biasanya membutuhkan kode khusus untuk bisa diakses. Sayangnya, kode ini pun bisa saja dibobol. Kalau sudah dibobol, uangmu yang tersimpan sebagai e-money ini jadi rentan disalahgunakan oleh oknum nggak bertanggung jawab.

Di balik segala kemudahan yang ditawarkan, menggunakan e-money juga rawan risiko yang tak hanya membahayakan, tapi juga bikin miskin dadakan. Supaya lebih aman, lebih baik masukkan saldo secukupnya saja di e-money atau aplikasi. Jangan lupa juga untuk memasang pengamanan tingkat tinggi di ponselmu supaya nggak mudah diretas oleh oknum-oknum kejahatan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE