Sahur Adalah Kewajiban atau Sunnah untuk Orang Puasa?

Apa hukum sahur bagi orang puasa, wajib atau sunnah ya?

Sahur adalah bagian penting dari puasa. Bahkan tidak sedikit orang tua yang selalu mendorong anaknya untuk sahur, meski hanya sedikit. Namun, anehnya banyak orang yang juga melewatkan sahur saat puasa. 

Advertisement

Jadi apa hukum sahur yang sebenarnya? 

Hukum Melakukan Sahur

sahur wajib atau sunah

Photo by Abdullah Arif on Unsplash

Meski terlihat seperti kewajiban, nyatanya hukum sahur adalah sunah Rasulullah saw. Sahur sendiri dilakukan sebelum berpuasa hingga waktunya imsak.

Jadi, kamu bisa sahur jam berapa saja asal belum masuk waktu imsak. Saat ini kamu bisa dengan mudah mengecek jadwal imsak di tiap wilayah yang berbeda. 

Advertisement

Aktivitas sahur juga menjadi pembeda bagi umat islam dengan umat-umat sebelumnya. Mengingat kegiatan puasa sendiri juga sudah dikenal di kalangan umat nasrani dan yahudi.

Keutamaan Makan Sahur

sahur adalah

Photo by Rauf Alvi on Unsplash

Meski hukum sahur adalah sunah, namun ada beberapa pertimbangan yang membuat aktivitas ini sayang dilewatkan. Salah satunya adalah keutamaan dari makan sahur.

  1. Waktu yang Baik untuk Memohon Ampun

Ramadhan adalah bulan suci yang membuat umat islam berlomba-lomba meraih pahala. Sahur adalah salah satu waktu baik untuk memohon ampun kepada Allah Swt. 

Ini sesuai dengan Q.S. Al-Imran ayat 17:

ٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْمُنفِقِينَ وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ بِٱلْأَسْحَارِ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (Q.S Al ‘Imran: 17)

  1. Berkah Sahur

Keutamaan sahur lain adalah adanya berkah di dalamnya. Ketika kamu makan sahur sebelum puasa, maka ada keberkahan tersendiri yang bisa diperoleh. Tentunya kamu tidak ingin melewatkan hal ini kan?

Diriwayatkan oleh H.R. Ahmad, Rasulullah saw. pernah bersabda mengenai berkah saat sahur. Berikut terjemahannya:

“Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur).” (HR. Ahmad).

Menurut riwayat Anas Bin Malik, Rasulullah saw. pernah bersabda: “Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat barakah”.

  1. Mengikuti Sunah Rasul

Selain kewajiban seperti puasa Ramadhan dan salat lima waktu, umat islam juga bisa mengumpulkan pahala dengan mentaati sunah Rasul. 

Dari berbagai hadis sahih, umat Islam bisa mengikuti setiap hal yang dilakukan oleh Rasul, termasuk sahur. Dengan taat pada ajaran Rasul maka berarti kamu juga taat pada Allah Swt

Ini sesuai dengan kandungan Q.S. An-Nisa’ ayat 80:

مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

Artinya: “Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.”

Kalau kamu lebih suka mengikuti sunah Nabi Muhammad saw. dengan makan sahur atau justru melewatkannya?

Terlepas dari hukumnya, sahur adalah aktivitas penting saat puasa. Mengingat, tubuh baru mendapat asupan makanan lagi saat berbuka. Jika tidak sahur, berarti kamu hanya makan sekali dan ini bisa mengganggu kondisi kesehatan. 

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE