Status Merapi Jadi ‘Waspada’, Ini 6 Mitigasi Pribadi yang Bisa Kamu Lakukan Sedari Dini. Yuk, Pahami

Status gunung Merapi dinaikkan jadi waspada

Hidup di wilayah yang dikelilingi gunung berapi aktif memang cukup menantang. Pasalnya, setiap kali ada peningkatan status gunung, kita jadi was-was dan susah konsentrasi saat beraktivitas. Seperti yang sedang dialami penduduk Yogyakarta dan sekitarnya saat ini. Setelah beberapa waktu lalu Gunung Merapi mengalami letusan freatik yang menyebabkan hujan abu di beberapa daerah, tadi (22/5) pagi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Merapi dari ‘Aktif Normal’ ke ‘Waspada’.

Foto Merapi dari BPPTKG via regional.kompas.com

Advertisement

Peningkatan status gunung berapi aktif memang normal terjadi. Sebagai warga yang hidup di sekitarnya, kita semua nggak disarankan buat panik dan pasrah sama apa yang terjadi. Beberapa hal di bawah ini bisa membantu selamat dari bencana yang bisa datang kapan saja. Hipwee Tips telah mengulas informasinya spesial buat kamu. Yuk, pahami bersama..

1. Status gunung meningkat jadi ‘Waspada’ harusnya bisa jadi alarm bagi siapapun buat nggak melakukan pendakian sementara waktu

Stop pendakian sementara waktu via www.inikata.com

Buat kamu yang hobi mendaki, sebaiknya jangan dulu melakukan aktivitas pendakian selama status gunung masih berbahaya. Imbauan ini juga sudah tertera dalam surat resmi yang dikeluarkan BPPTKG soal status ‘Waspada’ Merapi, seperti yang dikutip Kompas. Kegiatan di sekitaran gunung hanya diperbolehkan bagi mereka yang akan melakukan penyelidikan dan penelitian terkait upaya mitigasi bencana. Ingat ya, ini demi keamanan bersama lho!

2. Bagi kalian yang tinggal di radius 3 km dari gunung berapi, diharapkan menghentikan aktivitas dan mulai mengungsi

Hentikan aktivitas via jatim.tribunnews.com

Pihak yang bersangkutan juga telah memerintahkan untuk masyarakat mengosongkan area di radius 3 km dari gunung berapi. Selain berbahaya mengingat ada kemungkinan letusan-letusan menghampiri, atau kualitas udara yang sudah nggak sehat, ini juga dilakukan agar saat gunung benar-benar erupsi, masyarakat jadi punya lebih banyak waktu untuk mengungsi. Bayangin aja kalau kamu tetap ngotot nggak mau pindah, saat erupsi terjadi kamu nggak akan punya waktu buat beranjak dari rumah karena rumahmu terlalu dekat.

Advertisement

3. Bawa masker ke mana pun kamu pergi, ini nggak cuma berlaku bagi mereka yang tinggal di dekat gunung berapi aja ya

Sedia masker via lifestyle.kompas.com

Nggak hanya berlaku buat mereka yang tinggal di wilayah dekat lokasi bahaya, semua penduduk yang tinggal di kota di mana gunung tersebut ada, hendaknya selalu siap sedia masker. Hal ini dilakukan agar kalau terjadi hujan abu, kamu nggak perlu susah-susah mencari masker lagi, karena masker sudah ada di tangan. Masker berguna untuk melindungi sistem pernafasanmu dari abu hasil letusan gunung berapi. Nggak ada salahnya ‘kan sedia payung sebelum hujan?

4. Kalau hujan abu kembali terjadi, alangkah lebih baiknya kalau kamu tinggal di dalam rumah atau tempat lain yang aman

Bila sudah benar-benar terjadi hujan abu, alangkah baiknya kalau kamu bertahan di dalam rumah atau tempat-tempat aman lain yang tertutup. Sekalipun sudah memakai masker, tapi hal itu nggak menjamin 100% pernafasanmu aman-aman aja. Kalau memang nggak ada keperluan mendesak, tinggal di ruangan tertutup adalah yang terbaik.

5. Update informasi memang wajib, tapi jangan sampai terpancing isu-isu erupsi yang nggak jelas sumbernya. Ikuti arahan dan berita dari pihak yang berkompeten

Ini nih, yang seringkali terjadi saat bencana datang. Banyak orang yang asal menyebar informasi yang bahkan belum diketahui kebenarannya. Akibatnya, di saat-saat genting, malah banyak tersebar hoax di berbagai media, contohnya aja aplikasi chat macam WhatsApp. Update perkembangan informasi memang wajib hukumnya, tapi jangan lupa untuk selalu cross check fakta aslinya dari sumber lain. Percayakan kebenaran informasi dari pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya, atau mungkin statement resmi pemerintah setempat. Please, jangan mudah termakan hoax ya!

Advertisement

6. Bila perlu, siapkan tas khusus berisi segala kebutuhan hidup selama beberapa hari, kalau-kalau hal yang nggak diinginkan beneran terjadi

Siapkan perbekalan dari sekarang via www.arumsilviani.com

Cara terakhir adalah mempersiapkan tas khusus yang berisi kebutuhan penting untuk hidup selama beberapa hari. Meski mungkin kelihatannya masih aman-aman aja, tapi namanya bencana juga nggak ada yang bisa memprediksi. Bukannya menakut-nakuti, tapi saat status gunung lagi naik turun kayak sekarang, segala kemungkinan bisa aja terjadi. Sebelum hal-hal buruk beneran datang, ada baiknya kamu menyiapkan tas emergency tersebut dari sekarang.

Meski memang rasanya nggak enak, hidup dikelilingi gunung berapi aktif, tapi bukan berarti kita cuma bisa pasrah dengan keadaan. Selain cara-cara di atas, membekali diri dengan ikut latihan penyelamatan atau evakuasi untuk menyelamatkan diri juga penting dilakukan lho. Ini agar saat benar-benar terjadi bencana, kamu nggak kaget dan bisa membantu menolong orang-orang di sekitar.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

CLOSE