Memelihara hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, hamster, atau kelinci memang menyenangkan dan membuat gemas. Terlebih bila mereka bisa diajak bermain bersama dan menjadi teman ketika kamu sedang sendirian.

Kadang-kadang, kamu pasti sempat berpikir rasanya lucu juga bila hewan peliharaanmu ikut menemani di kamar, tidur bareng, dan meringkuk di bawah selimut bersama. Mungkin, ya, memang lucu, tapi ada beberapa pertimbangan yang perlu kamu tahu, termasuk risiko yang kamu alami bila tidur dengan hewan peliharaan.

1. Kamu bisa tertular infeksi berbahaya, hanya karena membiarkan hewan peliharaanmu tidur bersama

Ada beberapa infeksi yang bisa ditularkan dari bulu via poisonedpets.com

Kamu harus ekstra hati-hati jika hewan peliharaan tidur denganmu, terlebih bila kamu memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan mudah terinfeksi penyakit.

Tidur dengan hewan peliharaan akan meningkatkan kemungkinanmu berinteraksi dengan lebih dari 100 penyakit yang ditularkan melalui hewan peliharaan ke manusia. Penyakit itu misalnya penyakit pembengkakan di daerah infeksi, gangguan sistem pencernaan, dan juga infeksi berbahaya lain yang bisa menyebabkan kematian.

2. Kamu mungkin mengenal penyakit pes sebagai sesuatu yang cuma ditularkan tikus. Namun, hewan peliharaan pun berisiko menularkannya

Advertisement

Kucing yang Menggemaskan via jasonlefkowitz.net

Penyakit pes adalah penyakit infeksi pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis. Penyakit ini biasanya ditularkan dari hewan pengerat – terutama tikus – melalui perantara kutu atau flea.

Ketika kutu menggigit tikus, maka tikus tersebut akan terinfeksi bakteri pes. Begitupun jika kutu tersebut mengigit hewan peliharaan – seperti kucing dan anjing – mereka bisa tertular pes.

Bila hewan peliharaanmu terinfeksi, kamu dapat terinfeksi lewat kontak melalui air liur, sentuhan antar kulit dan bulu, maupun lewat udara yang sudah tercemar, karena bakteri ini dapat bertahan di udara cukup lama.

Gejala awal yang biasa dialami yaitu tidak nafsu makan, rasa dingin yang berlebihan, berdebar-debar, dan nyeri di beberapa bagian badan. Biasanya penyakit ini timbul setelah 2-8 hari setelah terinfeksi.

3. Kamu ‘kan tidak tahu mereka sudah melanglang ke mana saja, dan melakukan apa saja

Kamu harus rajin membersihkannya via www.ryot.org

Hewan peliharaanmu sangat aktif bermain-main di luar dan melakukan apapun. Tapi tahukah kamu apa saja yang dilakukannya ketika bermain? Karena bisa saja mereka menginjak banyak sekali kotoran yang dibawa sampai ke dalam kamar. Dan beberapa binatang pun biasanya suka bermain-main dengan kotorannya sendiri, bahkan ada pula yang memakannya. Maka kamu kudu berhati-hati mengawasi dan melarang untuk tidak melakukan hal yang jorok seperti itu.

Tidak hanya kotor, hewan peliharaan yang senang bermain di luar, terkadang membawa parasit dan bakteri seperti E. Coli dan Salmonella.

Sebelum memutuskan hewan peliharaanmu masuk ke dalam kamar, sebaiknya kamu membersihkan kakinya terlebih dahulu menggunakan campuran alkohol dan air supaya tidak terkontaminasi oleh bakteri dan parasit serta membuat kamarmu tetap bersih.

4. Ketika kamu membiarkan hewan peliharaanmu tidur bersama, mereka akan menganggapmu sebagai bagian darinya

Kalian akan merasakan kedekatan seperti teman via barkpost.com

Saat kalian tidur bersama, tanpa kamu sadari, hewan peliharaanmu misalnya anjing, akan membentuk bayangan kalau dia bertanggungjawab untuk melindungimu terus-menerus. Ilusi ini bisa membahayakan karena ternyata bisa menyebabkan perilaku agresif yang sulit dikontrol.

Mereka mungkin tidak akan membahayakanmu atau anggota keluarga lain secara fisik, tapi cenderung melukai dan menyerang setiap teman atau anggota keluargamu yang tidak dikenalnya.

Tujuannya memang baik karena dia berusaha menjagamu dari bahaya, tapi akan membuat orang-orang takut berkunjung ke rumah maupun bertemu kamu.

5. Siklus tidurmu bisa terganggu karena kehadirannya

Posisi tidurmu juga harus ikut menyesuaikan via officialhuskylovers.com

Siklus tidur antara kamu dan hewan peliharaanmu sangatlah berbeda. Hal ini yang bisa menyebabkan bila kamu tidur dengan mereka, siklus tidurmu bisa berubah dan menghambat aktivitasmu sehari-hari.

Kekurangan tidur dapat menyebabkan beberapa gangguan seperti mudah tersinggung, sakit kepala, muncul lingkaran hitam di bawah mata, dan membuatmu menjadi tidak produktif.

6. Diskusikan terlebih dahulu dengan anggota keluarga yang lain sebelum kamu memutuskannya sendiri

Apakah keluargamu setuju jika kamu tidur dengan peliharaanmu? via photography.lovetoknow.com

Ini salah satu hal yang paling penting. Sebelum kamu memutuskan untuk membawa hewan peliharaanmu ke dalam kamar dan tidur dengannya, sebaiknya kamu berdiskusi dengan anggota keluargamu juga.

Apakah mereka menyetujuinya atau malah keberatan.

Mereka kadang tidak setuju bila hewan peliharaan masuk ke dalam rumah, apalagi bila harus tidur di tempat tidur yang sama. Ada beberapa alasan kenapa mereka merasa tidak nyaman dengan hal itu, misalnya karena bulu-bulu yang rontok bisa mengotori rumah. Atau bisa juga karena ada salah satunya ada yang alergi terhadap bulu binatang.

Itu tadi beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk tidur dengan hewan peliharannmu. Ingatlah jika melarang anjing, kucing, atau hewan peliharaannya lainnya tidur denganmu bukan berarti kamu tidak menyayangi mereka. Kamu masih bisa memperlakukan mereka dengan baik, bahagiakan mereka seperti keluargamu sendiri, tapi juga jangan menutup mata atas kemungkinan risiko yang bisa terjadi.

Maka, sejak awal jangan dibiasakan, ya.