Kalau kamu fresh graduate yang sedang cari kerja, atau kalau kamu anak SMA/mahasiswa yang berminat menjadi freelancer, kamu tentu tahu cara-cara apa yang bisa kamu tempuh untuk mengamankan kesempatan kerja. Mendaftar di portal semacam Jobstreet, mengeset akun LinkedIn, dan memastikan bahwa CV-mu menarik adalah tiga cara yang biasa. Mau yang nggak biasa? Bagaimana dengan membuat situs pribadimu sendiri?

Kalau kamu punya situsmu sendiri, ada beberapa kelebihan yang bisa kamu dapatkan.

  • Kalau calon atasanmu meng-Google namamu (dan percayalah, sebagian besar calon atasan akan melakukan ini), beliau akan menemukan info tentangmu dari tempat yang lebih kredibel dan isinya bisa lebih kamu kontrol.
  • Kamu bisa menampilkan daftar riwayat hidup yang lebih oke daripada CV konvensional yang panjangnya 1-2 halaman.
  • Kamu bisa membuat situsmu lebih interaktif dan kreatif. Mengunggah gambar, PDF, dan berbagai tabel nggak mungkin kamu lakukan di CV biasa, ‘kan?
  • Kamu akan membuktikan kalau kamu melek teknologi; kamu bisa melakukan lebih dari ngutak-atik Microsoft Office!

Tenang, membuat website bukan cuma ranahnya para techno-geek. Kamu yang terbilang “awam” juga bisa memanfaatkan strategi ini. Tertarik? Nah, di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa kamu ikuti kalau kamu mau mengeset situs profesionalmu sendiri:

1. Membeli Domain

Macam-Macam Nama Domain via thecreativeproject.co

Advertisement

Hal paling dasar yang harus kamu lakukan adalah membeli domain. Domain adalah nama unik yang bisa digunakan para pengguna internet untuk mengakses server. Sebagai contoh, domain Hipwee adalah Hipwee.com.

Kamu bisa membeli domain dari beberapa situs di Indonesia, seperti IdwebhostRumahweb, atau Jagoanhosting. Biayanya pun terjangkau, sekitar 55.000 – 200.000 per tahunnya — tergantung akhiran dari domain-mu (.com, .org, .id, .co, dan lain-lain).

Kamu masih mahasiswa dan malas keluar uang buat beli domain? Cek deh apakah universitasmu menawarkan fasilitas domain gratis untuk para mahasiswanya. Universitas Gadjah Mada, sebagai contoh, menyediakan mahasiswanya domain gratis dengan akhiran .web.ugm.ac.id. Kalau memang universitasmu menyediakan fasilitas ini, manfaatkan aja. Lumayan lah, 200.000-mu nggak jadi melayang…

2. Menentukan Host

Weebly, salah satu penyedia hosting web via designzum.com

Langkah selanjutnya adalah menentukan layanan web hosting-mu. Kasarnya, web hosting memastikan bahwa situsmu jadi bisa diakses. Berbagai platform blog seperti WordPress dan Tumblr menyediakan layanan web hosting. Penyedia web hosting ini menyediakan template desain web yang bisa langsung kamu install — kamu nggak perlu repot-repot belajar coding atau desain grafis untuk memperindah tampilan situsmu.

Berikut adalah hal-hal yang mungkin bisa jadi pertimbanganmu dalam menentukan penyedia layanan web hosting. Tumblr adalah layanan dengan visualisasi yang menarik, serta bagus di tampilan mobile. WordPress sangat fleksibel dan bisa “dimacam-macamkan”, walaupun tingkat kesulitannya cukup advanced untuk pemula. Sementara di Weebly, kamu bisa dengan mudah mengunggah CV berupa video dan berbagai model portofolio.

3. Memastikan bahwa situsmu memang informatif

Desain yang unik akan mampu mengunci ketertarikan calon klien atau atasan via webneel.com

Untuk memastikan bahwa isi situsmu akan mampu mendukung karirmu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

  1. Buatlah laman “About” yang informatif dan terlihat profesional. Ingat: kamu membangun situs ini untuk memudahkanmu mencari kerja. Jadi, jangan bocorkan informasi yang tidak relevan seperti nama pacar, ya. Jangan lupa juga mengunggah foto dirimu dan menambahkan pranala ke akun Twitter, email, serta LinkedIn-mu.
  2. Buatlah laman khusus untuk CV-mu. Sertakan juga tautan untuk mengunduhnya dalam format PDF.
  3. Di laman lain, sertakan testimoni dari orang-orang yang dulu pernah bekerja bersamamu. Kutip surat rekomendasi kerja kalau kamu punya. Ini bisa membuat calon atasanmu bertambah yakin untuk menerimamu.
  4. Unggahlah beberapa pekerjaanmu di masa lampau sebagai contoh portofolio. Pilih yang terbaik, ya.
  5. Untuk membuat situsmu lebih interaktif dan “hangat”, kamu juga bisa membuat laman blog. Dengan ini, calon atasanmu jadi bisa mengakses pikiranmu tentang kejadian terkini di masyarakat serta membuat kesimpulan tentang kepribadianmu. Tapi, buatlah blog hanya jika kamu kuat dan telaten di dunia tulis-menulis. Pastikan juga kamu nggak bakal curhat tentang hal-hal galau, yang bisa bikin kamu kedengeran putus asa. Kalau nggak, bisa-bisa malah nilaimu jatuh di mata calon atasan!

Nah, sebagai penutup, pastikan bahwa situsmu memang mudah dicari orang. Bubuhkan alamat situsmu di profile Twitter, Facebook, dan LinkedIn-mu, CV-mu, serta kartu namamu. Percuma ‘kan, bikin situs keren-keren tapi nggak ada yang mengakses?