Kamu Boleh Tak Percaya, Tapi 10 Ritual Unik dan Menyeramkan Ini Nyata. Semoga Kuat Bacanya!

Tak hanya bumi yang terus berputar mengelilingi matahari, zaman pun datang silih berganti. Sementara dunia dihuni oleh suku-suku yang berbeda budaya. Masing-masing suku punya tradisi dan ritual yang belum tentu bisa dipahami oleh suku lain.

Advertisement

Sepuluh ritual yang akan Hipwee travel bahas kali ini mungkin terkesan nggak masuk akal. Ada yang menyeramkan, ada yang mungkin menjijikkan. Namun apapun itu, ritual ini memang benar-benar ada dan pernah dilakukan sebagai bagian dari tradisi.

Kalau kamu sudah menyiapkan nyali, yuk langsung kita mulai!

1. Memenggal kepala musuh demi menjauhkan roh jahat. Ritual Kayau Ini Biasa Dilakukan Oleh Suku Dayak

Pasukan kayau dayak

Pasukan kayau dayak via andreas-samk.blogspot.co.id

Mengayau artinya mencari atau berburu kepala manusia. Duh, sampai di sini saja sudah seram abis. Ritual ini biasanya dilakukan dalam pertikaian dua kelompok untuk mempertahankan wilayahnya. Selain untuk mempertahankan wilayah, Kayau atau mengayau adalah sebuah ritual yang mensyaratkan seorang pria menjadi dewasa. Ritual ini katanya menempa keberanian, menyejahterakan anggota kelompok dan memperluas wilayah. Proses mengayau dilakukan dengan mandau, sebuah senjata khas suku dayak.

Advertisement

2. Orang Papua memotong telinga dan jari tangan untuk menunjukkan duka. Ritual Ikipalin dan Nasu Palek dilakukan saat kehilangan anggota keluarga

Kau mati, aku potong jari

Kau mati, aku potong jari via www.sukmadede.com

Kamu yang suka menonton film bertema Yakuza, pasti tahu bahwa kelompok mafia Jepang itu punya tradisi memotong jari tangan bila gagal menjalankan tugas. Suku Dani di Papua punya tradisi yang sama. Bedanya suku Dani melakukan ritual Ikipalin ini ketika ada anggota keluarga yang meninggal. Jadi, berapa jari yang terpotong menandakan berapa banyak keluarga yang sudah meninggal. Selain Ikipalin, Suku Dani juga melakukan Ritual Nasu Palek, yaitu potong telinga. Makda keduanya adalah sama, yaitu untuk menunjukkan rasa duka setelah ditinggalkan sanak keluarga. Selain menunjukkan duka, potong jari dan potong telinga ini katanya juga bisa membuang kesialan.

Duh, kok serem sih…

3. Kamu pernah membayangkan mayat yang sudah dikubur, digali dan didandani kemudian diajak jalan-jalan? Suku Toraja biasa melakukannya di Ritual Ma’ Nene. Kamu yang penakut pasti nggak kuat

Advertisement
The walking dead Tana Toraja

The walking dead Tana Toraja via www.akg-images.co.uk

Tana Toraja nggak hanya terkenal dengan kopi dan pemandangannya yang indah, tapi juga berbagai tradisi budaya yang terkenal mistis. Salah satunya adalah Ritual Ma’ Nene yang biasa dilakukan di bulan Agustus. Masyarakat Toraja percaya bahwa roh leluhur nggak pernah meninggalkan keluarganya dan selalu membantu keluarganya. Ritual Ma’ nene adalah suatu cara untuk menghormati leluhur dengan cara menggalinya dari kubur, dan mengganti pakaian dan mendandaninya, kemudian membawanya pulang ke rumah. Ritual ini selain sebagai bentuk penghormatan juga sebagai obat rasa kangen kepada keluarga yang sudah meninggal. Konon katanya, dengan ilmu-ilmu yang dimiliki, mayat leluhur ini bisa berjalan dan datang ke rumahnya sendiri. Sekarang coba bayangkan, ada mayat yang berjalan di depanmu. Zzzzt…

Masih ada ritual super serem di halaman selanjutnya. Cek dulu aja deh daripada penasaran

1 2
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

84 Comments

  1. Almira Citra A berkata:

    Sayangnya syiah itu bukan islam.. Skalipun “seolah” menyerupai

  2. Welly Osborn berkata:

    Ralat bro tentang ritual ngayau atau berburu kepala pada ritual suku DAYAK , pada zaman sekarang ini sudah tidak ada dilakukan ritual ini sudah lama ditinggalkan oleh semua Sub.suku dayak semenjak suku dayak sudah mengenal Agama. Tetapi ritual ini dapat dipanggil atau dilakukan untuk membela diri atau membela suku pada saat ada perperangan .

  3. Sedikit masukkan, penggunaan kata “iyuh” rasanya tidak tepat digunakan. Ini demi menghargai kepercayaan masing2 suku tersebut.

  4. Sist maaf, tolong diganti “Kaum Islam Syiah” menjadi “Kaum Syiah” saja. SYIAH bukan Islam. Syiah Bukan Islam. Syiah Bukan Islam. Dari poin yg disampaikan, justru malah menjelekkan Islam.

  5. Maaf Syiah ,bukan Islam, dalam sejarah ,justru kaum Syiah sendiri yg mebunuh Hussein cucu nabi Muhammad saw

  6. Alisha Ayunda berkata:

    wiihhhh ngeriii

    kunjungi juga aplikasipemda.com penyedia aplikasi perpajakan online untuk Pemerintah

  7. Floren Milta berkata:

    aku yg dayak aja baru tau -.-

  8. Welly Osborn berkata:

    Baru tw yg mana? Artikel nya apa penjelasan sya? Ndk heran skrg banyak sekali muda mudi dayak tidak mengenal sejarah dan adat budaya suku nya sendiri dikarenakan mungkin sudah lama tinggal diperkotaan atau memang tidak mau tahu dan malas mencari sejarah serta adat budaya suku sendiri , saya pribadi kasihan dgn anak muda seperti itu..:-)

  9. Hi Deni berkata:

    tradisi hakayau antar suku sudah tidak ada sejak pertemuan tumbang anoi 1894.
    tapi ilmu perangnya tentu msh ada.

    eh ada ribut syiah
    *ambilpopcorn*
    *dudukmanis*

  10. Adat istiadat di indonesia sangat beragam saling menghormati saja

CLOSE