Mendapat kesan tentang suatu tempat, pasti akan dirasa oleh kebanyakan orang kali pertama mengunjungi. Apalagi untuk kamu yang merantau, pasti punya kesan dalam tersendiri tentang kota yang kamu tinggali sementara itu. Mulai dari rasa makanan, keramahan penduduk, hingga destinasi wisatanya yang tak kalah indah.

Terlebih untuk kamu yang pernah menjajal hidup di salah satu pulau yang punya bukit barisan yang panjang banget. Yak, Sumatera! Nah, saat kamu melihat dan dengar kata-kata yang sudah Hipwee rangkum ini, rasa rindumu pada beberapa tempat di Sumatera ini akan otomatis kamu rasakan. Yuk rindu-rinduan sambil niruin frasa khas ini!

1. Medan dan Batak memang nggak bisa jauh-jauh dari ‘Horas’-nya. Lantang bikin harimu makin tertantang!

Dengar kata ‘Horas’ langsung dari orang suku Bataknya, wah kamu pasti akan merasa senang. Sapaan khas ini memang melekat erat saat kita mampir ke Kota Medan. Kata ini nggak punya arti khusus. Untuk menyapa dan menularkan semangat bisa kamu lakukan. Apalagi dengan suara yang lantang, wah bikin harimu makin menantang dan siap untuk dilibas!

2. Tak hanya Batak, suku Karo juga punya ‘Mejuah-juah’ sebagai sapaan hangat mereka. Jadinya, malah nggak ingin jauh-jauh~

Mejuah-juah~ via www.karokab.go.id

Berbeda dengan Horas, “Mejuah-juah’ dari bahasa suku Karo punya arti yang bisa menyebarkan semangat positif untukmu tiap harinya. Selain sebagai kata pengganti ‘hai’ dan ‘selamat tinggal’, arti lainnya yang menyimpan doa adalah mujur, sejahtera, sehat, dan lengkap. Wah, mau bilang kata-kata ini tiap hari ah!

3. Minang dan peribahasa terkenalnya ‘Dimano bumi dipijak, disinan langik dijunjuang’ bisa kamu jadikan pegangan untuk hidup di mana saja.

Kalimat dalam tanda petik di atas memang dijadikan peribahasa yang cukup mudah diingat. Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Adalah untuk tetap menghormati segala adat-istiadat di tempat yang kamu tinggali. Familiar banget sama aktivitas merantau, bukan? Pepatah yang ngingetin tentang Sumatera banget, deh!

4. Seruan ‘Onde mande’ sudah jadi khas ungkapan orang Sumatera Barat. Melekat erat!

OMG via twitter.com

Saat orang berseru “Ya ampun!”, orang Sumatera Barat punya kata-katanya sendiri. Yaitu “onde mande”. Dua kata ini punya arti jadi “Ya ampun, Ibu!”. Karena mande sendiri artinya Ibu. Seruan ini bisa punya arti positif dan negatif juga. Coba bilang deh sesekali. Hehehehe.

5. Orang Medan juga punya sinonim dari kata pelit. ‘Celit kali kau!’ ini pasti familiar kamu dengar.

Sinonim dari pelit di Bahasa Indonesia adalah kikir. Orang Medan punya sebutan lain yang lebih mudah dan enak didengar, yaitu celit. Coba bilang ke teman kau yang celit. Hehehehe.

6. Kalau bensin habis, mampir ke ‘galon’ dulu. Iya, artinya galon adalah pom bensin.

Galon tuh ini. via gelut.com

Jangan bingung, orang Medan emang punya istilah sendiri buat menyebut pom bensin yaitu galon. Bukan galon buat tempat isi ulang air mineral lho, guys.

7. Saat orang-orang nyebut lima puluh ribu dengan gocap, orang Medan mah bilang ‘limpul’. Lebih simpel.

‘Pinjem duit, dong.’
‘Berapa?’
‘Limpul deh.’
‘Hah?’
‘Lima puluh ribu.’
‘Oh, gocap~’

8. Dengan logat khas Bangka, kamu akan rindu dengar saat mereka tanya ‘Cemana pacak dak?’

Bisa nggak? via quotesgram.com

Saat kamu tanya kepada orang lain tentang tidak-bisa-nya dengan pertanyaan….

‘Gimana, bisa nggak?’

… orang Bangka punya bahasa dan logat yang khas yang bikin kamu sulit lupa.

‘Cemana pacak dak?’

9. Hal lain yang gampang dari Jambi yang jadi bagian dari Sumatera adalah plat kendaraannya. BH.

Hayo, jangan mikir yang gimana-gimana. Plat kendaraan yang ada di Jambi memang begitu mudah diingat. BH. Ngaku nggak? Hehehehe.

10. Ternyata, panggilan opa untuk kakek asalnya dari Riau. Sekilas informasi aja biar kamu tahu.

Apa kamu tahu guys, panggilan opa yang ditujukan kepada kakek atau orang laki-laki yang jauh lebih tua dari kita itu berasal dari Riau lho. Buatmu yang belum tahu, sekarang jadi paham kan asal bahasanya.

11. Kata ‘kitorang’ pasti sudah sering didengar. Artinya kami atau kita nih, udah pernah coba pakai kata ini belum?

Sebenarnya, kata kitorang yang punya arti kami dan kita ini nggak tahu berasal dari mana. Sebagian orang Sumatera pasti sudah sering memakai kata ini. Wah, dari kosa kata dan frasanya saja udah banyak banget. Sudah bikin susah lupa sama Sumatera. Terlebih lagi kalau kamu bersedia untuk jadi bagian di event maraton ultra yang paling dinanti tahun 2016 ini, Toba Internatioal Detour Samosir Lake Toba Ultra 2016.

Samosir Lake Toba Ultra via pesonaindonesia.travel

Para pelari mulai dari yang 5 km, 10 km, 25 km, dan 50 km, akan dimanjakan dengan rute dan pemandangan di sekitar Danau Toba. Sambil berlarian dan melewati desa wisatanya yang indah, tak hanya membuatmu makin terpacu untuk menang dan tetap sehat. Tapi juga sebagai pemanis dan penyegar mata sembari bermalam di pulau Samosir. Tentang budaya dan frasa-frasa khasnya, bisa kamu temui kapan saja dan setiap saat.

Sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia yang bisa dihabiskan dengan ragam kegiatan luar ruangan yang seru, Pulau Samosir dan Danau Toba dipilih sebagai tempat 1.500 peserta lari untuk berlomba lari. Untuk mendaki gunung, berenang, dan berperahu layar sembari bersantai, menyenangkan banget ketika membayangkan. Daripada sekadar membayangkan, yuk segera daftarkan dirimu di Samosir Ultra Marathon segera, guys! Segera dapatkan update terbarunya sebelum kompetisi dimulai pada 17 September mendatang.

Biar semakin khatam dan makin rindu dengan segala hal yang berbau Sumatera, yuk ikut event dan berkunjung ke sana!