Munculnya banyak destinasi traveling baru memang seperti pisau bermata dua. Di satu sisi destinasi traveling anyar akan membuka rejeki baru bagi warga sekitar. Tapi di sisi lain destinasi nge-hits yang main banyak didatangi orang juga mendatangkan potensi kerusakan lingkungan yang nggak terhindarkan.

Lihat saja Semeru, Pantai Pok Tungggal, Gua Pindul, sampai Pulau Sempu (yang sebenarnya bukan tempat wisata)

Di tahun 2016 ini diramalkan banyak destinasi traveling baru yang naik daun dan banyak didatangi. Selain nge-hits kerusakan juga akan melanda destinasi-destinasi ini. Kalau kamu memang peduli, please jangan ke sini!

1. Gunung Prau. Gunung yang lama kelamaan udah makin mirip pasar karena ramainya

Gunung yang terletak di Wonosobo ini memang jadi jawara anyar dalam dunia per-selfie-an anak muda kekinian. Terutama mereka yang pengen kelihatan naik gunung tapi ogah mendaki gunung-gunung tinggi yang memakan waktu lama. Yup, dengan ketinggian ‘hanya’ 2565 mdpl Gunung Prau jelas jadi pilihan.

Makin banyak orang datang ke sini berarti sama saja dengan jalur pendakian yang makin ramai dan sampah yang kian menumpuk. Kalau pendaki-pendaki newbie ini nggak diedukasi bisa-bisa sampah makin menggunung di Prau.

2. Goa Jomblang dengan cahaya surganya. Duh, jangan sampai rusak karena ulah manusia

Advertisement

Siapa yang nggak tertarik dengan tawaran menyaksikan cahaya surga selama kamu masih jadi manusia? Dengan tagline cahaya surga ini pula tur lokal di Jogja menggaet wisatawan lokal dan asing datang untuk menikmati Goa Jomblang di Gunung Kidul.

Untuk menikmati keindahan cahaya matahari yang memasuki mulut gua kamu harus membayar cukup mahal untuk menggunakan peralatan single rope technique yang disediakan. Tapi….semakin banyak orang yang datang sama saja dengan membawa Goa Jomblang ke awal kerusakan.

Wisatawan yang kurang menghargai alam bisa membuang sampah sembarangan di Hutan Purba yang terletak di dasar gua. Jika tidak hati-hati kesejukan dan cahaya surga di gua ini cuma akan bertahan tak lama lagi.

3. Pulau Sempu yang jelas-jelas tempat konservasi. Namanya manusia. Semakin dilarang makin banyak yang ke sini

Pulau yang satu ini jelas bukan tempat wisata dan selfie. Tapi tetep aja the so called traveler datang berbondong-bondong ke sini. Alhasil sampah makin menggunung di Sempu. Kerusakan lingkungan juga tak bisa terhindarkan lagi. Untuk alasan lebih lengkap kenapa kamu harus mengurungkan niat ke Pulau Sempu sudah pernah Hipwee bahas di sini.

4. Danau Tiga Warna di Kelimutu juga punya potensi nge-hits sekaligus rusak ke depannya. Kalau mau ke sini tolong jaga ya 🙂

Makin banyaknya tawaran penerbangan yang terjangkau ke daerah Timur Indonesia membuat lebih banyak wisatawan datang ke Flores demi mengunjungi Danau yang satu ini. Terletak di Flores, NTT Danau Kelimutu memang pas banget untuk mengambil foto yang Instagramable.

Tapi bayangkan kalau wisatawan yang tidak bertanggung jawab makin menjamur lalu seenaknya membuang sampah di sekitar (atau bahkan ke dalam danau). Sedih, Kak 🙁

5. Tulungagung punya Pantai Unik bernama Kedung Tumpang. Sayang, makin banyak sampah dan ukiran alay di sini

Berbeda dengan pantai kebanyakan Kedung Tumpang menawarkanmu cekungan-cekungan dari batu karang yang bisa ‘diselami.’ Beberapa tahun lalu pantai di Tulungagung ini masih jarang dikunjungi. Namun kini Kedung Tumpang sudah banyak dikunjungi hingga kamu bisa menemukan tumpukan sampah dan ukir-ukiran nama khas anak alay di sini.

6. Pertengahan tahun ini bakal ada Tomohon Flower Festival. Jangan sampai berakhir kayak Taman Bunga Amarilys aja

*selfie*

*selfie*

*injak bunga*

*kemudian rusak*

Setiap tahunnya Tomohon, Sulawesi Utara jadi tuan rumah Festival Bunga kelas dunia. Ke sini demi menikmati keriaan boleh. Asal jangan merusak yaaaa….

Kalau memang peduli, kamu tetntu masih boleh ke sini dengan menjaga niat traveling yang tulus. Jangan sampai destinasi-destinasi anyar ini makin rusak karena ulahmu 🙂