Di jagad media sosial sedang ramai diskusi tentang fenomena begpacker. Sebuah gaya traveling ‘nggembel’ dengan mencari biaya traveling dari mengemis maupun mengamen. Hal ini didasari dengan banyaknya berita bule kehabisan uang di Indonesia maupun negara Asia Tenggara. Bule-bule yang nggak punya uang ini akhirnya cari tumpangan, mengamen bahkan mengemis demi bisa kembali ke negaranya. Wah wah, ternyata bule juga banyak yang nggak punya duit ya. Hehehe.

Nah, kali ini Hipwee Travel akan merangkum cerita-cerita tentang bule yang doyan begpacking macam begini. Kebijakan bebas visa ke banyak negara diyakini membuat banyak traveler (entah punya duit atau tidak) berminat untuk berlibur ke Indonesia. Mereka dengan mudahnya masuk ke Indonesia begitu saja. Lha orang Indonesia sendiri aja mau ke luar negeri aja susah banget harus urus visa beserta tetek bengeknya yang ribet banget.

Kisah pertama, tiga bule ini mengemis di Jalan Ahmad Yani, Denpasar, Bali sembari membawa tulisan ‘Tidak Ada Uang’.

bule mengemis via www.jawapos.com

Advertisement

Di Bali, fenomena begpacking seperti ini tentu bukanlah hal yang aneh lagi. Di jalan Ahmad Yani, Denpasar, Bali, tampak tiga turis asing membawa tulisan di kertas ‘Tidak Ada Uang’ yang berarti ia mengharap bantuan warga untuk memberikan uang atau tumpangan. Inilah pentingnya pengetatan izin masuk buat turis. Jangan karena bule lalu dipermudah, padahal ya nggak punya duit juga.

Kedua, pengemis berkaki gajah, Benjamin Holst mungkin sudah sering kamu dengar. Ia menggunakan kaki gajahnya sebagai dalih agar ia bisa mengemis di Bali

benjamin holst via philippineslifestyle.com

Publik mungkin sudah bosan dan kadung geram dengan ulah Benjamin Holst ini. Warga Jerman ini mengemis dengan memanfaatkan kaki gajahnya di berbagai negara, mulai dari Indonesia (Bali), Thailand, hingga Filipina. Keselnya lagi, dia menggunakan uang mengemisnya itu untuk foya-foya dan dihabiskan di tempat hiburan malam. Kurang ajar ‘kan sikapnya?

Masih di Bali, tiga bule asal Rusia diciduk Satpol PP karena kedapatan mengamen. Wah kalau yang ngamen bule, duitnya pasti banyak ya…

bule keciduk via www.brilio.net

Tak cuma mengemis, ada pula rombongan bule yang mengamen di Bali. Warga yang menyaksikan tiga orang bule Rusia yang sedang mengamen di Pasar Tabanan lalu melaporkannya ke Satpol PP. Lucunya, peralatan mengamen mereka cukup lengkap. Meskipun berhasil diciduk namun akhirnya mereka dilepaskan lagi namun dengan catatan agar tidak mengulangi perbuatannya. Memang apa salahnya mengamen? Ya salah dong, visa mereka turis ya nggak boleh buat nyari nafkah atau uang di Indonesia.

Di Jakarta, ada bule asal Ukraina mengemis dengan membawa tulisan yang cukup bikin elus dada di punggungnya…

turis ukraina via www.brilio.net

Advertisement

Bule asal Ukraina juga nggak ketinggalan mengemis di Indonesia. Ia menanyakan hostel murah di Jakarta Pusat. Hal yang aneh adalah ada tulisan menggelitik di punggungnya. Tulisannya ‘Tolong Membantu Saya untuk Melancong ke Seluruh Dunia’ yang bikin geleng-geleng kepala. Kalau mau keliling dunia ya kerja dulu dong Mas Bule…

Karena kehabisan ongkos, dua backpacker asal Slowakia ini digratiskan hotel dan diberi ongkos ke Jakarta. Duh, baik banget orang Indonesia

dua bule kehabisan ongkos via news.detik.com

Dua turis itu bernama Nedomelel Petr (36), laki-laki asal Ceko dan Bratska Jara (29) perempuan asal Slowakia yang tengah mengisi liburan ke Indonesia. Mereka diketahui telah berlibur di Bali dan Jawa Timur. Nah, dalam rencananya pulang inilah, mereka kehabisan uang ketika di Pekalongan. Kabar baiknya, pihak hotel menggratiskan biaya menginap untuk keduanya. Polisi pun mencarikan armada bus untuk mereka. Pihak bus pun juga menggratiskan biaya transport ke Jakarta. Polisi juga patungan untuk memberikan mereka uang saku ke Jakarta. Luar biasa ya orang Indonesia baik banget.

Terakhir, belum lama kejadian nih. Dua turis New Zealand kehabisan ongkos ketika akan menuju ke Cirebon dari Jakarta. Polisi pun membantunya dengan menaikkan ke truk

dua turis asal new zealand via news.detik.com

Polisi melihat dua turis asal New Zealand di tepi jalan ke arah Cirebon. Mereka berdua ternyata kehabisan ongkos dan berencana ke Cirebon. Polisi pun menaikkan mereka berdua ke dalam truk ke arah Cirebon. Wah, kalau habis duit kenapa malah ke Cirebon ya? Hehehe.

Dari banyaknya kejadian tersebut, pemerintah Indonesia selayaknya merevisi kebijakan bebas visa yang selama ini membuat turis asing sangat mudah masuk ke Indonesia. Bayangkan saja, orang Indonesia yang keluar negeri harus repot banget mengurus semua dokumen agar bisa masuk ke sebuah negara. Nggak cuma tiket pesawat PP dan hotel, bahkan rekening koran selama 3-6 bulan pun juga diminta. Tuh ‘kan ribet banget dapat visa? Sedangkan, pemerintah Indonesia justru membuka bebas visa untuk 169 negara! Maka wajar saja apabila bule yang nggak punya uang pun bisa masuk dengan mudah dan mengemis di sini.

Semoga nggak kejadian lagi deh ya yang begini. Pemerintah semoga mencari solusi dengan memperketat izin masuk ke Indonesia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya