Sebagai penggiat jalan-jalan, kamu mungkin terbiasa mempersiapkan segala sesuatunya untuk pengalaman vakansi yang sebaik mungkin. Mulai dari transportasi, akomodasi, sampai itinerary, semua siap sebelum kamu berangkat. Sebuah itinerary bagi kamu wajib hukumnya, karena itulah yang membuat perjalananmu tetap di “jalurnya”.

Tapi, sesekali mengabaikan rencana perjalanan juga gak ada salahnya. Sebuah perjalanan yang tak direncanakan sampai ke detil-detilnya justru bisa membawamu ke sebuah petualangan seru yang berbeda dari perjalananmu yang sebelumnya. Nah, inilah beberapa alasan mengapa kamu perlu melakukan traveling yang spontan sesekali.

1. Kamu takut, nyalimu ciut. Namun saat akhirnya memulai perjalanan tanpa rencana, kamu pun sadar rasa takut itu cuma dalam benakmu saja

Rasa takut seringkali cuma eksis di benakmu via www.askmen.com

Kalau kita bayangkan, traveling dengan riset yang ala kadarnya dan tanpa itinerary tuh kadang bikin kita segan untuk beranjak. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering mengganggu benak kita: Nanti jalan ke sananya naik apa? Udah sampai sana tapi ternyata tempatnya ternyata gak asik gimana? Kalau ditipu scammer gimana?

Padahal, ketakutan-ketakutan yang kita rasakan sebelum berangkat itu gak selalu benar-benar ada. Ibarat sebuah lorong gelap yang gak pernah kita lalui sebelumnya, lorong itu membuat kita merasa takut. Padahal, ketika sudah dilalui, lorong itu ternyata gak seburuk yang kita kira.

2. Kamu terhindar dari ekspektasi yang terlalu tinggi. Setiap hal yang kamu temukan dalam perjalanan menjadi kejutan

Advertisement

Setiap hal istimewa adalah kejutan yang menyenangkan via www.worldofwanderlust.com

Saat melakukan perjalanan yang spontan, kamu meninggalkan semua ekspekstasimu di belakang. Kamu gak teracuni oleh foto-foto menarik yang muncul jika kamu meriset tempat itu. kamu gak punya prasangka apapun terhadap tempat yang akan kamu tuju.

Kamu mungkin akan kegirangan ketika suatu tempat ternyata eloknya bukan main. Tapi, kamu gak akan terlalu kecewa ketika tempat yang kamu tuju ternyata tidak sebagus yang ada di dalam foto. Bagimu, setiap hal yang kamu alami sepanjang perjalanan adalah kejutan yang menjadi bumbu pemanis tripmu.

3. Jika kamu traveling karena merindukan kebebasan, inilah saatnya kamu berbelok tanpa rasa terikat pada jadwal yang kamu susun sendiri

bebas belok tanpa terikat jadwal yang kamu susun sendiri via www.thepieces.org

Saat melakukan trip yang terencana dengan baik dengan itinerary yang lengkap, seberapa sering sih kamu memutuskan untuk belok ke tempat lain untuk mencoba menemukan kejutan yang ada di balik sebuah tikungan jalan? Mungkin tidak sering, karena kamu mempunyai jadwal untuk diikuti—apalagi jika kamu melakukan perjalanan bersama orang lain.

Padahal, sejumlah ide destinasi bisa muncul secara spontan saat kamu sedang di jalan. Tanpa adanya rencana yang pasti, kamu bisa berhenti atau belok sesuka hati ketika kamu menemukan sesuatu yang menggugah perasaan di tengah jalan. Lagipula, bukankah itu salah satu alasan kenapa kita traveling?

4. Kesulitan akan menghadangmu, tapi begitulah kamu dituntun menjadi traveler yang tangguh

Kesulitan yang kamu hadapi akan menempamu via micksandra.wordpress.com

Tentu saja, kamu akan menemukan sejumlah kesulitan di jalan. Penginapan yang penuh, transportasi yang gak oke, nyasar, sampai mungkin dihadapkan pada perlakuan yang gak menyenangkan dari beberapa orang warga lokal. Dari sinilah, nyalimu sebagai traveler ditempa. Kesulitan-kesulitan yang ada membuatmu menjadi lebih tangguh, dan kamu pun belajar percaya pada instingmu, bukan hanya pada itinerary yang kamu susun.

5. Berinteraksi dengan penduduk lokal kini tak cuma jadi basa-basi, kamu akan belajar banyak hal dari mereka karena kamu memang membutuhkannya

Interaksi dengan penduduk lokal via ranggayudhika.wordpress.com

Saat kamu gak sengaja kesasar, ke mana kamu akan menanyakan arah? Ketika kamu ingin mengenal asal-usul suatu tempat yang kamu datangi, dari mana kamu bisa mencari tahu? Ketika kamu mengalami kesulitan, siapa yang akan kamu mintai tolong?

Sebuah perjalanan yang gak direncanakan bisa membawamu lebih dekat dengan masyarakat lokal. Bukan semata karena basa-basi, melainkan karena kamu butuh mereka. Terlebih, merekalah yang paling tahu daerahnya. Siapa tahu, kamu akan diarahkan ke tujuan yang lebih menarik dari tujuanmu sebelumnya dan jarang diketahui orang.

6. Perjalanan tak berencana adalah menambang pengalaman tak terduga. Pengalaman-pengalaman inilah yang menjadi cerita menarik untuk dibawa pulang

Pengalaman tak terduga jadi cerita yagn menarik via foxcautzer.blogspot.com

Dengan mendatangi tempat-tempat yang sudah pasti keren, kamu bisa membawa foto-foto yang mengagumkan sebagai oleh-oleh. Tapi, sebuah pengalaman tak terduga dari perjalanan yang tak terencana memberimu oleh-oleh yang lebih menarik: sebuah cerita yang penuh bumbu kejutan. Tentunya, cerita macam ini lebih menarik untuk didengar daripada kisah perjalanan yang sudah bisa dibaca ke mana arahnya.

7. Pada akhirnya, rencana hanyalah rencana, toh Tuhan yang menentukan segalanya

Rencana hanyalah rencana via instagram.com

Apakah akhirnya perjalanan yang direncanakan dengan sempurna bisa terlaksana seratus persen? Kenyataannya, rencana yang kamu buat gak selalu berjalan lancar. Akhirnya, Tuhanlah yang menentukan segalanya. Jadi, apa salahnya ketika kamu bepergian tanpa rencana di tanganmu? Melangkahlah tanpa perlu banyak mikir ini itu. Biar nasib yang menuntunmu.

Menyusun itinerary memang menimbulkan kepuasan tersendiri, tapi gak perlu terlalu terikat pada hal itu. Terkadang, petualangan yang sebenarnya datang dari sebuah hal yang gak direncanakan.