Nama Kabupaten Brebes mendadak tenar pada musim mudik Lebaran 2016. Kabupaten yang berada di bagian utara Jawa Tengah itu melejit karena kemacetan horor yang terjadi menjelang pintu tol Brebes Timur (Brexit) beberapa hari menjelang lebaran kemarin. Sontak, masyarakat Indonesia tersadar bahwa ada nama Brebes dalam dunia per-mudik-an di republik ini.

Mungkin selama ini orang-orang mengenal Brebes cuma sebagai penghasil bawang merah. Padahal, selain bawang merah dan kemacetan horor menjelang lebaran kemarin, ada banyak fakta menarik tentang Kabupaten Brebes. Yuk, langsung disimak aja ya biar lebih jelas.

Media massa asal Inggris, Daily Mail, menyebut kemacetan di Brexit sebagai kemacetan terparah di dunia.

Potongan berita Daily Mail tentang kemacetan di Brexit via www.bintang.com

Kemacetan horor di Brexit bukan cuma ramai dibicarakan di Indonesia, tapi juga jadi sorotan dunia. Media massa terkenal asal Inggris, Daily Mail, ikut memberitakan fenonema ini. Mereka menyebut kemacetan di Brexit sebagai kemacetan terparah di dunia karena sampai memakan 15 korban jiwa dalam tiga hari.

“Inikah kemacetan paling parah di dunia? 15 orang pengendara tewas dalam tiga hari setelah terjebak di persimpangan di Indonesia, bernama Brexit,” tulis Daily Mail.

Bukan cuma jadi sorotan dunia, berbagai macam meme kocak yang bikin ngakak tentang Brexit bermunculan di dunia maya.

Advertisement

Meme kocak tentang Brebes via pojoksatu.id

Mending terjebak masa lalu ketimbang terjebak di Brebes. Kurang lebih begitulah isi salah satu sindiran usil para netizen lewat meme yang disebar di dunia maya. Meme-meme kocak yang bikin kita ketawa terbahak-bahak itu langsung bermunculan dalam beberapa hari setalah kemacetan horor di Brexit.

Beberapa orang juga meledek, kemacetan di Brexit banyak menambah wawasan kita tentang Indonesia. Gara-gara kemacetan horor itu kita jadi tau kalau ada daerah bernama Brebes di Indonesia, nggak cuma Jakarta, Jogja, Bali, Lombok, dan Papua. Ternyata memang ada hikmah di balik peristiwa.

Brebes adalah kota penghasil bawang merah terbesar di Indonesia. 50 persen penduduknya bertani bawang merah.

Bawang merah terbaik ada di Brebes via bustanulis.blogspot.com

Brebes selama ini dikenal sebagai kota penghasil bawang merah terbesar di Indonesia. Perkebunan bawang merah itu tersebar di 11 kecamatan (dari total 17 kecamatan di Brebes). Menurut catatan sejarah, budidaya bawang merah di Brebes mulai berkembang sekitar tahun 50-an.

Sampai saat ini, budidaya bawang merah menjadi napas kehidupan masyarakat Brebes. Selain dikenal luas sebagai penghasil bawang merah, Brebes merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk paling banyak di Jawa Tengah. Kabupaten seluas 1.902,37 km² itu dihuni sekitar 1,7 juta penduduk.

Brebes juga dikenal sebagai kota penghasil telur asin paling enak di Indonesia. Makanya, telur asin dianggap sebagai oleh-oleh khas Brebes.

Telur asin Brebes punya cita rasa yang paling maknyus via rifqirizky.blogspot.com

Selain terkenal dengan bawang meranya, Brebes juga dikenal luas sebagai penghasil telor asin paling enak di Indonesia. Industri telur asin di Brebes cukup besar. Di sana juga tersedia berbagai macam pilihan kualitas telur asin. Telur asin ini banyak dijual di sepanjang jalan-jalan utama kota Brebes.

Hubungan Brebes dengan telur asin memang benar-benar erat. Banyak yang bilang, singgah di Brebes tidak akan lengkap kalau belum membeli telur asin. Salah satu keunikan telur asin khas Brebes adalah tidak bau amis. Aroma yang netral membuat hasrat untuk memakan telur itu semakin tinggi.

Selain bawang merah dan telur asin, Brebes juga dikenal sebagai pusat penghasil teh poci yang namanya sudah melegenda di Jawa.

Ini dia teh poci yang biasa dipakai buat moci via www.kaskus.co.id

Kalau Jogja terkenal dengan kopi jos, Brebes terkenal dengan teh pocinya. Masyarakat Brebes dan sekitarnya sering menghabiskan malam dengan minum teh poci atau biasa dikenal dengan istilah moci. Moci bukan cuma sekadar menikmati teh poci, tapi sudah jadi tradisi yang rutin dilakukan.

Tradisi moci bisa menjadi sarana untuk menghangatkan suasana saat kumpul-kumpul bersama. Tradisi itu dilakukan orang tua maupun anak muda. Biasanya, masyarakat menikmati teh poci sambil mengunyah gorengan mendoan di alun-alun kota saat malam hari tiba.

Brebes juga dikenal dengan kesenian Sintren. Tarian khas pesisir utara Jawa itu jadi salah satu ciri khas Brebes selain bawang merah.

Tarian Sintren yang bernuansa mistis via www.negerikuindonesia.com

Kesenian Sintren masih sering ditemukan di beberapa kota di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, termasuk Brebes. Sintren dimainkan di atas panggung dengan alat-alat musik yang terbuat dari tembikar atau gembyung dan kipas dari bambu. Ketika ditabuh dengan cara tertentu menimbulkan suara yang khas.

Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Gadis tersebut dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berselebung kain. Sang pawang kemudian berjalan memutari kurungan ayam itu sembari merapalkan mantra memanggil ruh Dewi Lanjar.

Selain kuliner yang enak, Brebes juga punya spot wisata yang cukup banyak. Mulai dari pantai, danau, air terjun, sampai kebun teh.

Segarnya pemandangan di kebun teh Kaligua via wisnuwidiarta.wordpress.com

Selain punya sejumlah kuliner yang enak, Brebes juga punya spot-spot wisata yang menarik untuk dikunjungi. Di bagian pesisir pantai utara Brebes ada Pantai Randusanga Indah. Pantai berpasir berwarna hitam ini selalu jadi daya tarik turis atau pemudik yang sedang berkunjung ke Brebes.

Nggak cuma pantai, Brebes juga punya perbukitan di bagian selatan. Di perbukitan itu tersimpan beberapa objek wisata air terjun yang bisa jadi alternatif wisata saat akhir pekan tiba. Salah satunya adalah Curug Putri. Di bagian selatan Brebes juga ada agrowisata kebun teh Kaligua.

Nah, itulah sejumlah fakta menarik tentang Kabupaten Brebes. Kalau artikel ini dirasa belum lengkap, jangan ragu buat berbagi informasi tambahan lewat kolom komentar ya.