Tidak dapat dipungkiri, mendaki gunung menjadi gaya hidup yang mulai ngetrend belakangan ini. Beberapa orang berpendapat bahwa film 5 cm memiliki peran yang cukup besar membangkitkan hasrat anak-anak muda Indonesia untuk naik gunung. Bahkan, para ranger di gunung Semeru pun setuju jika sejak film ini dirilis tahun 2012, jumlah pengunjung di Mahameru meningkat tajam.

Kali ini, Hipwee Travel akan merekomendasikan film-film asyik bertemakan pendakian. Tema-tema yang diangkat cukup emosional, terutama masalah keluarga dan persahabatan. Semuanya diangkat dari kisah nyata. Kalau baper, resiko ditanggung penumpang ya.

1. Film Touching The Void mengajarkan kamu bahwa persiapan yang baik pun belum tentu menjamin keselamatan di gunung

Cerita yang tragis, begitu kesan pertama yang muncul saat menyaksikan film ini. Film ini mengisahkan 2 sahabat, Simon Yates dan Joe Simpson, yang mendaki puncak Siula Grande, Peru pada 1985. Film ini dibuat semi dokumenter sehingga seakan-akan kita terlibat langsung dalam pendakian. Seakan-akan kita ikut mengalami secara langsung musibah maut yang dialami oleh kedua sohib tersebut.

Film yang dirilis pada tahun 2003 ini mengajarkan bahwa sudah seprofesional dan sesiap apapun kita dalam melakukan pendakian, selalu ada saja hal-hal yang datang di luar skenario. Manusia tidak boleh angkuh ketika menghadapi alam.

Score Imdb : 8.1

2. Bersetting pada era Nazi, Film Nodrwand / The North Face, pendakian dengan latar belakang perang dunia!

Advertisement

Sejauh ini, film yang rilis pada tahun 2008 ini masih dinobatkan sebagai salah satu film tentang pendakian terbaik yang pernah dibuat. Dengan mengambil latar belakang cerita Eropa saat masih dikuasai Nazi, 2 orang pendaki ambisius, Max Mehringer dan KarlSedmayer, yang ingin menaklukan Sang Pembunuh dari Swiss, puncak Eiger, melalu jalur utara atau North face.

Hal yang cukup ironis terjadi di film ini, ketika malah dilakukan pesta di basecamp pendakian untuk merayakan keberanian kedua orang ini yang hendak menaklukan gunung yang sudah terkenal membunuh banyak orang tersebut. Namun naas, mereka justru meninggal di tengah pendakian. *eh spoiler.

Yang cukup menarik dari film ini adalah keterlibatan Nazi dalam film ini. Terbayang seperti apa kegiatan pendakian dalam keadaan perang dan huru-hara? Penasaran? Nonton gih filmnya.

Score Imdb : 7.4

3. Petualangan Aron Raltson terjebak di Blue Canyon bikin kamu terbawa suasana. Jangan lewatkan 127 hours!

terjebak nostalgia via www.trinitynews.ie

Pasti tahu kan film ini? Ya, film yang rilis pada 2010 ini mengisahkan kisah nyata dari Aron Ralston, mountainer dan adventurer yang terjebak di John Blue Canyon. Selama 5 hari Aron terjebak karena tangan kanannya yang tersangkut. Di tengah keputus asaannya, dia akhirnya membuat keputusan sulit, memotong tangan kanannya sendiri.

Film ini cukup emosinal. Selain karena diangkat dari kisah nyata, film ini menonjolkan kisah-kisah nostalgia indah selama hidup Aron sebelum terperangkap. Tak ayal, film ini pun masuk pelbagai nominasi penghargaan termasuk Oscar dan Golden Globe Awards.

Score Imdb : 7.6

4. Seven Years in Tibet menceritakan pertemuan pendaki asal Austria dengan Dalai Lama yang penuh drama

ngaji sama dalai lama via www.sbs.com.au

Film ini mengisahkan pendaki asal Austria, Heinrich Harrer yang diperankan oleh Brad Pitt dalam petualangannya di pegunungan Himalaya. Kisah ini dimulai pada tahun 1944, pada masa gencar-gencarnya perang dunia kedua. Namun, tak disangka, dalam perjalanannya dia justru dipertemukan dengan Dalai Lama, pemimpin spiritual di Tibet. Selama 7 tahun, Heinrich berteman baik dengan Dalai Lama dan belajar banyak tentang spiritualitas.

Film ini cukup emosional karena latar waktu yang dipakai adalah ketika pendudukan Tibet oleh tentara pembebasan Tiongkok. Heinrich dan rekannya, Peter, yang waktu itu dipenjara oleh tentara koloni Inggris di India, berhasil melarikan diri hingga ke Tibet. Nah, di tengah pelariannya melintasi dataran tinggi tersebut, mereka berdua dipertemukan dengan Dalai Lama yang waktu itu masih anak-anak dan menjadi mentor spiritualitas mereka, bahwa setiap manusia tidak diukur dari prestasinya, namun tentang bagaimana dia bisa menaklukan dirinya sendiri.

Score Imdb : 7.0

5. Everest, kilas balik tragedi pendakian 1996 yang begitu menggetarkan!

film everest via www.gearjunkie.com

Film bergenre adventure-thriller baru saja rilis beberapa bulan lalu. Film ini diambil dari kisah nyata, tragedi 1996 disaat terjadi badai salju di gunung Everets dan menewaskan banyak pendaki. Musibah ini tercatat sebagai musibah terburuk dalam catatan pendakian gunung di dunia.

Film ini bercerita tentang beberapa kelompok pendakian yang dipimpin oleh Rob Hall, Scott Fischer, dan Doug Hansen yang hendak menaklukan Everest. Rombongan-rombongan tersebut sempat berselisih karena semuanya ingin mencapai puncak. Ada seorang perempuan Jepang yang sudah meraih 6 dari world 7 summit, ada seorang ayah yang ingin menunjukkan kebanggan pada anaknya, ada pula yang hanya ingin terkenal karena diliput media. Padahal jalur dan waktu yang tersedia sangat terbatas. Di tengah konflik tersebut, mereka dikejutkan dengan kabar tentang datangnya badai yang akan menghampiri Everest.

 “You know what they say, man. It’s not the altitude, it’s the attitude.” – Scott Fischer

Film ini dibuat sebagai “jawaban” atas film sebelumnya, Into Thin Air, yang hanya bersumber dari 1 buku saja. Film ini dibuat lebih obyektif karena menggunakan lebih banyak referensi.

Score Imdb : 7.1

6. Himalayas, drama Korea yang dijamin bikin baper dan menguras air mata

Menanti badai berlalu via www.cinemamontreal.com

Biasanya orang naik gunung itu untuk gagah-gagahan. Pamer foto di puncak untuk di upload di Facebook maupun IG. Namun apa jadinya kalau pendakian itu justru dalam rangka mengevakuasi mayat yang sudah meninggal. Belum lagi, itu adalah gunung tertinggi di dunia, Everest.

Film ini diangkat dari kisah 2 orang sahabat Park Moo Taek dan Park Jung Bok yang “berguru” kepada pendaki legendaris, Um Hong Gil. Singkat cerita, Hong Gil pensiun dini dari pendakian karena cedera kaki dan menyerahkan jabatan ketua tim kepada Moo Taek.

Tapi sialnya, dalam ekspedisi ke puncak Everest, Moo Taek mengambil kendali dan menjadi kapten, tetapi tidak berjalan mulus karena mereka tewas karena diterjang badai. Hong Gil yang merasa bersalah kemudian nekat menyusun kembali tim untuk melakukan ekspedisi penyelamatan, mengangkat tubuh Moo Taek dari ‘zona kematian’di atas 26.000 kaki.

Dalam setiap adegan selanjutnya, menjadi aksi yang begitu dramatis. Benar-benar tipikal drama korea yang bikin baper. Aksi heroik dari Hong Gil untuk membawa mayat juniornya sukses membuat pemirsa menguras air mata, film paling dramatis yang mengangkat tentang Everest sebagai impian para pendaki benar-benar tersaji di film ini.

“Selalu ada banyak alasan bagi setiap orang untuk mencapai puncak, namun hanya ada satu alasan untukku turun. Bertemu denganmu” – Park Moo Taek

Score Imdb : 5.7

7. The Wildest Dream, sebuah obsesi gila untuk jadiyang pertama menaklukkan puncak tertinggi 

The Wildest Dream via www.portlandmercury.com

Tahukan kalian jika Sir Edmund Hilllary dan Tenzing Norgay bukanlah pendaki pertama di dunia yang mencapai puncak Everest? Ya, pada tahun 1924 George Mallory dan Sandy Irivine melakukan ekspedisi besar ke gunung ini. Dan film ini ini mengangkat sejarah tersebut.

Dengan membawa botol oxygen Asparatus mereka melakukan pendakian, dan setelah dua hari, Odell yang memantau di base camp tertinggi melihat mereka mendaki sisi utara Everest, tapi pandangannya lalu terhalang karena awan dan cuaca yang selalu berubah-ubah, dan itulah saat terakhir mereka terlihat hingga akhirnya hilang ditelan salju abadi Everest.

75 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1999, Conrad Anker menemukan tubuh Mallory yang telah membeku, segala bawaan mallory masih ada kecuali foto istrinya yang akan  diletakan di puncak everest bersama dengan Thom Pollard dari Everest Spekers Bureau mencoba memaparkan bukti-bukti kuat yang didapat dari Mallory & Irvine Reaserch Espedition dan meneliti posisi terakhir saat duo pendaki Inggris tersebut hilang, sejumlah geologist, ahli sejarah, pendaki serta Sherpa turut bergabung dalam misi ini.

Film ini dibuat semi dokumenter yang akan membawa kita ke berbagai dimensi waktu dan tempat. Yang cukup emosional di film ini adalah mengenai konflik batin yang dialami Mallory sebelum pendakian. Antara cintanya untuk istrinya, Ruth, ataukah obsesinya akan petualangan besar untuk menjadi manusia pertama yang mencapai puncak Everest. Dengan mengenakan gabardin dan memakai sepatu hobnailed, Mallory mempertaruhkan segalanya dalam mengejar mimpinya.

Score Imdb : 7.4

Nah, itu dia list film pendakian yang mesti kamu tonton segera biar pendakianmu lebih greget. Sudahkah menonton semuanya? Selamat menikmati tontonan bermutu ini ya, Gaes!

Baca info seputar film dan selebriti lainnya yuk di @migmeseleb, hihi.