Bencana tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung pada akhir pekan lalu bisa terbilang sangat mengerikan. Betapa tidak, longsoran bawah laut yang mengakibatkan tsunami dengan korban jiwa lebih dari 429 jiwa ini tidak didahului dengan peringatan dini. Hal ini disebabkan karena tsunami kali ini tidak disebabkan oleh gempa di bawah laut, melainkan longsoran gunung Krakatau saat terjadi erupsi. Kejadian ini membuat kita jadi bangsa yang kembali seolah lupa dengan sejarah, bahwa mitigasi bencana adalah sesuatu hal yang wajib meski dimiliki oleh segenap lapisan masyarakat.

Krakatau pernah meletus hebat pada tanggal 26 Agustus 1883 dan menelan korban lebih dari 36 ribu jiwa. Dampak sedahsyat itu disebabkan oleh tsunami dan letusannya itu sendiri. Nah, mari kita belajar sejarah kembali tentang 7 letusan paling dahsyat di dunia di era manusia modern. Kita hanya akan membahas gunung yang tercatat oleh teknologi manusia dan mengabaikan letusan dahsyat ribuan tahun atau jutaan tahun silam.

Advertisement

Yuk simak daftarnya aja.

7. Gunung Laki di Islandia meletus pada tahun 1783 menciptakan perubahan iklim, gagal panen dan bencana kelaparan di berbagai penjuru dunia

gunung laki via www.cpr.org

Letusan gunung Laki pada tahun 1783 menyebabkan lebih dari 9000 nyawa melayang. Bukan hanya karena letusannya yang mengeluarkan 120 juta ton gas yang membunuh penduduk Eropa, namun juga efek pasca letusan yang menyebabkan banyak orang meninggal karena kelaparan. Kelaparan terjadi karena abu vulkanik menutupi sinar matahari sehingga terjadilah gagal panen di berbagai negara. Letusan ini juga menimbulkan Revolusi Prancis karena banyak penduduk kelaparan.

6. Gunung Unzen di Jepang meletus hebat pada tahun 1792 dan menciptakan tsunami yang dahsyat pada masa itu.

gunung unzen jepang via www.volcanodiscovery.com

Meskipun tidak sepopuler Gunung Fuji, Gunung Unzen di Jepang ternyata pernah meletus dengan kekuatan yang sungguh dahsyat. Gunung Unzen terletak di kota Shimabara, Pulau Kyushu, Jepang. Pada tahun 1792, sekitar 28 tahun sebelum Tambora meletus hebat, Unzen meletus dan menciptakan tsunami yang begitu besar. Total 16 ribu penduduk harus meregang nyawa dihantam letusan gunung dan tsunami.

5. Gunung Nevado del Ruiz meletus pada tahun 1985 dan merenggut 23 ribu korban jiwa, atau tiga perempat dari penduduk kota Armero

nevado del ruiz via malangtoday.net

Advertisement

Pada tanggal 13 November 1985 pukul 03.06 waktu setempat, gunung Nevado del Ruiz meletus. Ia melepaskan uap panas dengan ketinggian lebih dari 30 kilometer ke udara. Massa total bahan meletus (termasuk magma) adalah 35 juta ton. Massa sulfur dioksida yang dikeluarkan adalah sekitar 700 ribu ton sehingga membuat letusan kaya akan zat belerang. Karena listrik dan komunikasi terputus akibat badai, penduduk Armero tidak tahu kalau lahar akan sampai ke kota dalam waktu dekat. Nahas, lahar gunung tersebut membakar kota dan ‘membunuh’ 23 ribu dari total 28 ribu penduduk kota Armero.

4. Gunung Pinatubo di Filipina pernah meletus dahsyat pada tahun 1991. Namun untungnya pemerintah Filipina telah mengevakuasi warganya

mobil yang mengangkut pengungsi letusan pinatubo via www.provoke-online.com

Sebagai negara yang kondisi geografisnya mirip dengan Indonesia, Filipina juga ‘rutin’ diguncang gempa maupun terjadi gunung meletus. Gunung Pinatubo yang meletus pada 19 Juni tahun 1991 merupakan letusan terhebat kedua di abad 20. Untungnya, pemerintah telah mengevakuasi warganya sehingga dampak kerusakan bisa diminimalisasi. Skala letusannya pun mencapai 6 dan menghancurkan semua desa yang ada di sekitar gunung tersebut.

3. Gunung Pelee di Karibia meletus pada tahun 1902 dan jadi letusan terbesar di abad 20. Total korban jiwa mencapai 30 ribu orang dan kota St Pierre hancur lebur kala itu. Beruntung, ada 3 orang yang masih selamat

gunung pelee via allthatsinteresting.com

Kota St Pierre merupakan kota terbesar di Karibia pada tahun 1902. Penduduk kota tidak tahu bakal terjadi letusan dahsyat yang dalam hitungan menit menghanguskan kota. Lontaran awan panas, abu vulkanik panas, dan bebatuan dari perut bumi meluluhlantakkan kota beserta 30 ribu penghuninya, nyaris semuanya meninggal di tempat. Hanya ada 3 orang yang secara ‘ajaib’ selamat, yang pertama adalah gadis 10 tahun bernama Havivra de Ifile yang naik perahu dan bersembunyi di sebuah gua. Sementara yang kedua adalah Leon yang melompat ke dalam lautan panas. Tubuhnya penuh luka bakar namun secara luar biasa ia mampu hidup dalam kondisi seperti itu. Yang terakhir adalah penjahat kejam yang dipenjara dalam sel isolasi berbentuk batu, Louis-Auguste Cyparis. Secara ajaib tempat itu jadi tempat paling aman di seluruh kota. Meski tubuhnya penuh luka bakar ia berhasil dievakuasi dengan selamat 4 hari kemudian setelah suhu kota yang terbakar ini sudah bisa dimasuki petugas penyelamat. Tapi sisanya meninggal semua.

2. Peringkat kedua diduduki oleh letusan Krakatau yang terjadi pada 26 Agustus 1883. Letusan dahsyat itu sampai menghancurkan tubuh Krakatau dan bikin tsunami setinggi 42 meter!

letusan anak krakatau kini via www.history.com

Siapa yang menyangsikan dahsyatnya letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883? Letusan dahsyatnya selama beberapa hari mengakibatkan tsunami yang sangat mematikan sejauh 34 km ke darat dan setinggi 42 meter. Letusan dan tsunami Krakatau ini menewaskan lebih dari 36 ribu jiwa. Perubahan cuaca pun dirasakan berbagai negara akibat letusan gunung ini. Kini Krakatau telah menciptakan potensi ledakan baru di dalam tubuh Anak Krakatau, yang hanya dengan longsorannya saja telah mengambil lebih dari 429 korban jiwa minggu lalu, 22 Desember 2018.

1. Letusan Tambora adalah letusan gunung paling dahsyat di dunia ketika teknologi modern sudah mampu merekamnya. Saking dahsyatnya, terjadi perubahan iklim di seluruh penjuru dunia

letusan tambora via www.netralnews.com

Letusan Gunung Tambora di Sumbawa pada April 1815 tercatat dalam skala 7 pada skala Volcanic Explosivity Index. Tambora mengeluarkan material vulkanik 160 km kubik yang empat kali lebih kuat dari letusan Krakatau tahun 1883. Sebelum meletus tinggi Tambora diperkirakan 4.300 mdpl. Namun setelah meletus tingginya cuma tinggal 2.851 mdpl saja. Tidak cuma itu, letusan Tambora meninggalkan kaldera berukuran 6-7 km berkedalaman 600-700 meter.

Waktu itu, letusan Tambora terdengar sampai Sumatra dan ‘membunuh’ 71.000 lebih nyawa penduduk sekitar. Tiga kerajaan di bawahnya pun lenyap tak bersisa. Saking dahsyatnya, abu vulkaniknya menyebar ke berbagai penjuru dunia hingga menutup sinar matahari masuk ke bumi. Efeknya, Eropa mengalami tahun tanpa musim panas di tahun 1815-1816. Kejadian ini mengubah sejarah karena Napoleon kalah perang akibat bencana ini. Selain itu gagal panen dan banyaknya kuda yang mati membuat sepeda jadi alternatif transportasi baru di tahun 1816.

Patut dicatat, dalam daftar ini Hipwee sengaja tidak mencantumkan letusan gunung yang terjadi ribuan tahun lalu seperti Vesuvius di Italia atau Toba di Indonesia. Ini adalah letusan di era modern, sekitar 300 tahun terakhir. Hal ini karena tentu akan sangat banyak letusan di dunia yang jauh lebih besar dari daftar tersebut di masa ribuan tahun lalu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya