Siapa sih yang nggak pernah pergi ke pasar? Di sana, ada beragam pedagang dan pembeli. Mulai dari yang dagang makanan, sayuran, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya. Para traveler, ketika pergi menjelajah suatu kota atau daerah pun seakan mewajibkan diri untuk menilik pasar tradisionalnya. Disanalah kamu bisa bertemu dengan orang-orang lokal dan bisa berinteraksi dengan mereka. Harga barang dan makanan yang dijual pun jauh lebih murah dibanding yang dijual di tempat lain yang bukan pasar, seperti pusat oleh-oleh misalnya. Eh tapi, kalau ke pasar-pasar (yang sudah dikenal) horor berikut ini, kamu masih minat pergi? Horor itu nggak melulu setan lho, bisa karena lokasinya, bisa juga dari betapa menyeramkannya barang-barang yang dijual.

Mau tau, yuk kepoin satu-satu!

1. Kalau kamu ingin belanja dengan sensasi berbeda, silahkan berkunjung ke pasar tradisional di Kota Tomohon, Sulawesi Utara

yakin kamu nggak bergidik liat begini? via lamandausega.com

Kalau kamu sering nonton film horor Indonesia, kamu pasti nggak asing dengan tempat ini. Sebab, beberapa komoditi dagangan disini sering muncul di film-film horor itu tadi. Berani taruhan, kamu pasti bakal bergidik ngeri. Kota Tomohon sendiri terletak 25 km dari Manado. Ketika memasuki pasar tradisionalnya, akan ada barisan lapak di bagian tengah yang dikhususkan untuk para pedagang daging. Di beberapa lapak itu akan tergantung daging ular piton yang masih lengkap dengan sisiknya yang loreng. Ada juga yang menjual daging paniki (kelelawar) dan kawok (tikus ekor) utuh mulai dari kepala, sayap, kaki hingga ekor. Masih ada pula daging babi hutan, anjing serta kucing. Kamu minat belanja disini?

2. Kalau pasar kaget biasanya beroperasi di jalan, alun-alun atau taman kota, pasar kaget Wamena ini ada di tengah hutan. Kamu berani kesana sendirian?

ya begini penampakannya via www.kebudayaanindonesia.com

Advertisement

Pasar kaget di Wamena, Papua ini berbeda. Pasalnya, pasar ini tiba-tiba saja beroperasi di tengah hutan. Unik? Iya, tapi serem juga. Kebayang nggah sih kamu masuk hutan di Papua sana sendirian buat belanja? Letaknya bener-bener di tengah hutan, entah apa tujuannya. Barang-barang yang dijual terdiri dari barang-barang kerajinan khas Papua seperti koteka, tombak, hingga kalung. Harganya juga bermacam-macam, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu. Uniknya, biasanya suku Dani yang nyentrik-nyentrik juga menjual pakaian keren buatan mereka sendiri. Waduh jadi pengen beli tapi males masuk hutan. Hehee gimana dong?

3. Kalau yang ini horor yang benar-benar horor nih, pasar gaib kota Martapura. Coba deh pas dini hari kamu kesana lewat jembatan Sei Paring, hayo coba ketemu siapa?

ini lho sungainya, lokasi pasar gaib berada via negeripesona.com

Ya sebenernya nggak kudu dini hari banget sih, subuh gitu kayanya masih bisa ketemu kok, hehee… Kalau kamu lewat jembatan Sei Paring, coba tengok ke tepi jalan di ujung jembatan. Ada mbak-mbak bawa keranjang belanjaan seolah mau pergi ke pasar nggak? Nah pas kamu nyampe disana, si mbak-mbaknya masih ada nggak? Ati-ati bulu kudukmu merinding. Kata masyarakat setempat, di areal sungai tempat berdirinya jembatan Sei Paring itu memang terdapat apa yang disebut pasar gaib. Konon, kegiatan di pasar ini sama seperti pasar bangsa manusia. Ada transaksi jual beli barang juga. Sampai sekarang sih katanya masih, coba deh kesana, yaa sekali-kali.

4. Kamu udah pernah denger dong soal pasar horor di Thailand sana? Pasar dimana pedagang nekat gelar dagangan di samping rel kereta api. Baru di samping, di Sidoarjo dong, di tengah rel kereta api!

kurang horor apa? via instagram.com

Yaa begitulah pemandangan yang terlihat di pasar rakyat Waru Sidoarjo, Jawa Timur setiap pagi hari. Foto di atas memperlihatkan pasar ‘horor’ yang seakan ‘mempertaruhkan nyawa’ ketika melakukan transaksi disana. Lucunya, saat pedagang ramai di sekitar rel dan dagangan dibiarkan di tengah rel, malah masinis kereta api yang kudu nungguin pedagang dateng ngangkat dagangannya masing-masing. Barulah kereta bisa lewat. Ngeri-ngeri gimana gituuuu…. Pasar ini berada tepat di dekat pintu perlintasan kereta api.

5. Buat kamu yang pendaki dan pernah naik ke gunung Merapi, udah nggak asing dong dengan yang namanya Pasar Bubrah? Tempat yang seringkali disebut pasar setan ini katanya NYATA. Kamu percaya?

nge-camp lah disini pas malam Jumat gih via yuliaslovic.com

Letaknya di bawah puncak Gunung Merapi, di daerah bebatuan dan pasir. Masyarakat setempat dan pendaki yang pernah kesana kebanyakan percaya bahwa tempat itu sangat angker. Pasar Bubrah diyakini sebagai pasar besar Keraton Merapi dan pada batu besar yang berserakan di daerah itu dianggap sebagai warung dan meja kursi makhluk halus.

“Sesungguhnya Gunung Merapi adalah sebuah kerajaan para makhluk halus. Namun tidak sembarang orang yang dapat melihatnya, hanya mereka yang memiliki kelebihan atau sang penguasa alam ghaib itu sendiri yang sengaja menampakkan keberadaannya,” (alm) Mbah Marijan.

Katanya (lagi), selain terdapat sebuah kerajaan ghaib, keangkeran lainnya adalah pasar dedemit yang bernama Pasar Bubrah itu tadi. Tempat ini merupakan pasarnya para makhluk halus, yang dapat dilihat pada setiap malam Jum’at. Pada saat itu, jangan heran bila akan terdengar keramaian layaknya sebuah pasar malam di puncak gunung ini.

6. Nggak jauh beda dengan pasar tradisional di Tomohon, di Pasar Sentral Makale, Toraja kamu bisa melihat orang menenteng babi dengan santainya

ati-ati. kali dia tiba-tiba bangun dan ngejar kamu -_- via bukuwisata.com

Bagi sebagian orang, babi termasuk satwa yang menjijikkan. Jadi ya nggak heran juga kalau ada beberapa orang yang ketakutan sekaligus bergidik ngeri lantaran melihat banyak babi-babi mati digantung dan lantas dibeli. Pasar yang satu ini sejatinya bukanlah pasar yang hanya menjual babi. Blok khusus transaksi babi berada di bagian belakang pasar. Disini kamu bisa menemukan hamparan babi dewasa yang siap diangkut, juga gundukan kantung putih yang berisi babi berukuran kecil. Semua ya tergantung uangmu. Harga babi kecil berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. Sementara yang dewasa mulai dari Rp 3 juta. Wow, horor juga ya harganya?

7. Terakhir, ini nih yang paling hits di Jogja, dan ditakuti oleh mereka yang takut perempuan. Hahahaa takut ketahuan istri kali 😛

ini nih nama jalannya, hihihiii via jogja.tribunnews.com

Kalau biasanya pasar selalu identik dengan perempuan, yang ini mah lelaki yang dateng buat “belanja.” Kenapa? Karena Pasar Kembang adalah sebutan untuk daerah prostitusi di Yogyakarta. Nama Pasar Kembang sebenarnya diambil dari nama jalan yang menjadi “markas” bagi banyak motel yang sempat jadi tujuan utama bagi turis yang ingin menjajal sisi lain kota budaya ini. Jadi horor kalau ketahuan yang di rumah, iya nggak om?

Jadi gimana? Ada yang lebih horor dibanding yang nomor 7 tujuh pasar di atas? Atau di kotamu ada pasar horor dalam arti harfiah yang benar-benar mistis? Silahkan tulis di kolom komentar yaa… Besok Jumat lho, yuk belanja-belanja sis. Selamat jalan-jalan ke pasar tradisional!