Bandara Soekarno Hatta Disesaki Ribuan Penumpang Hari Ini. Antrian Padat Tanpa Physical Distancing!

Bandara Disesaki Penumpang

Mulai tanggal 7 Mei lalu, pemerintah telah membuka kembali penerbangan domestik yang sempet ditutup sekitar 2 minggu imbas peraturan larangan mudik Lebaran. Selain itu, transportasi umum seperti kereta api, bus dan juga kapal penyeberangan tidak beroperasi sampai awal Juni. Namun kenyataannya bertolak belakang. Selain memang masyarakatnya yang curi-curi kesempatan untuk tetap bisa mudik, pemerintahnya juga setali tiga uang. Kebijakan sendiri dianulir!

Advertisement

Larangan mudik tetap ada, namun transportasi umum kembali dibuka. Penerbangan domestik kembali beroperasi. Lalu buat apa ada larangan mudik? Bagaimana mencegah penyebaran covid-19 ke daerah jika PSBB diberlakukan dengan cara selemah ini?

Tadi pagi, antrian panjang terjadi di bandara Soekarno-Hatta setelah penerbangan domestik dibuka. Tidak ada physical distancing di sana

rame banget via twitter.com

Longgarnya kebijakan larangan mudik segera dimanfaatkan oleh para penumpang untuk naik pesawat. Penumpang di terminal 2E pun berdesak-desakan pagi ini di bandara Soekarno Hatta tanpa physical distancing. Antrian padat merayap dan terjadi banyak kontak fisik di sana. Antrian terjadi sekitar pukul 4 pagi dan berangsur mereda beberapa jam kemudian. Nggak cuma di counter check in, di ruang tunggu bandara juga penuh dengan penumpang. Para penumpang yang mengantri pada pagi ini terbang menggunakan maskapai Batik Air dengan tujuan Surabaya, Malang, Medan, Padang, Semarang. Selain itu, tak sedikit pula penumpang yang terbang dengan maskapai Citilink.

Kejadian ini sangat disayangkan oleh banyak kalangan hingga viral di media sosial. Betapa tidak, ketika mayoritas orang-orang sudah bersedia karantina diri sendiri di rumah dan nggak ke mana-mana, masih ada orang bepergian naik pesawat dengan jumlah sebanyak itu. Apalah artinya PSBB dan physical distancing yang sudah dilakukan 2 bulan ini?

Advertisement

Hal ini diperparah dengan pengakuan maskapai Batik Air yang mengangkut melebihi separuh dari kapasitas pesawat. Padahal aturannya harus maksimal 50 %

rame-rame pulang kampung via twitter.com

Maskapai Batik Air yang merupakan bagian dari Lion Air Grup juga mengakui bahwa mereka mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang diperbolehkan. Jika seharusnya hanya maksimal 50 % dari kursi terisi, Batik Air mengangkut lebih dari separuh kursi di beberapa penerbangan. Meski mengakui membawa jumlah penumpang melebihi kapasitas, Batik Air berkilah telah menerapkan semua standar operasional penerbangan termasuk hal-hal yang mendukung pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19 dan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

“Untuk jumlah tamu yang diterbangkan pada penerbangan tertentu lebih dari 50%, disebabkan atas situasi perubahan periode perjalanan (reschedule) dari beberapa tamu atau penumpang dikarenakan kebutuhan mendesak serta perjalanan grup dari keluarga atau rombongan (group booking) yang menginginkan dalam satu penerbangan dengan duduk berdekatan (satu baris),” jelas Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5).

Kebijakan pemerintah ini semestinya dipertanyakan, mengapa penerbangan dibuka kembali padahal Jakarta merupakan episentrum penyebaran virus Corona

Advertisement

soetta pagi ini via news.detik.com

Larangan mudik yang diberlakukan per akhir bulan lalu terasa sia-sia karena aturan ini sangatlah longgar. Alhasil, upaya untuk membendung penyebaran virus Corona pun bisa berakhir tanpa hasil. Hal ini terbukti ketika setelah beberapa hari diberlakukan, justru aturan diubah sedemikian rupa. Awalnya tidak boleh ada transportasi yang beroperasi mengangkut penumpang baik di darat, laut dan udara. Namun dalam beberapa hari saja peraturan itu dianulir dengan dibukanya kembali penerbangan domestik khusus untuk pebisnis atau ASN yang bertugas. Di sisi lain, transportasi umum juga dibuka meski larangan mudik tetap berlaku. Ironisnya, surat bebas Covid-19 pun bisa didapatkan dengan mudah. Bahkan bisa didapat di aplikasi jual beli online.

Lho memangnya di momen lebaran seperti ini, siapa yang naik transportasi umum kalau bukan orang yang mau mudik lebaran? Peraturan di Indonesia ini memang sepertinya dibuat untuk dilanggar ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

Editor

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE