Gempa Lombok pada Minggu pagi lalu menyita perhatian kita semua. Meskipun dampak kerusakannya tidak luas, namun kerusakan di dekat episentrum gempa cukup parah. Beberapa kecamatan seperti Bayan, Sambelia dan Sembalun menjadi lokasi terdampak yang cukup parah akibat guncangan gempa berkekuatan 6,4 SR tersebut. Sialnya, Bayan dan Sembalun adalah dua pintu gerbang pendakian Rinjani. Lalu apa yang terjadi dengan para pendaki yang saat itu tengah berada di atas Rinjani?

Hari Minggu 29 Juli, tercatat ada 826 pendaki yang berada di Gunung Rinjani saat gempa terjadi. Gempa di Rinjani begitu mencekam bagi pendaki dan membuat mereka terjebak di sana untuk beberapa waktu. Lalu apa yang sebenarnya terjadi di Rinjani saat itu? Sebegitu mengerikankah peristiwa di sana?

Apa yang terjadi di Gunung Rinjani ketika gempa mengguncang Lombok?

Advertisement

Secara geografis, Gunung Rinjani berada dekat dengan pusat gempa yang berada di Lombok Timur bagian utara. Baik pintu masuk Senaru ataupun Sembalun berada dekat dengan episentrum. Guncangan keras 6,4 Skala Richter membuat gunung ini bergetar hebat. Getaran ini mengakibatkan beberapa titik di sekitar puncak Rinjani longsor ke arah danau.

Di waktu terjadinya gempa, 06.47 WITA, banyak pendaki yang tengah menuju puncak. Jalur ke puncak hanyalah trek berpasir dengan jalur yang cukup sempit, kanan kiri jurang. Sontak, pendaki yang tengah menuju puncak panik karena gunung bergetar dengan hebat dan posisi mereka tidak ada pegangan sama sekali, salah-salah bisa masuk ke salah satu jurang. Batu-batu besar pun berjatuhan dan mengancam keselamatan pendaki. Dari beberapa video amatir yang berhasil merekam kejadian saat itu, tampak beberapa bagian Rinjani longsor dan mengakibatkan jalur tertutup dan menjebak pendaki lebih lama di sana. Sementara gempa susulan terus berlangsung.

Selain longsor, tanah di Plawangan Sembalun juga merekah. Pendaki Rinjani saat itu pastilah panik dan trauma mendaki gunung

tanah merekah di rinjani via www.rancahpost.co.id

Advertisement

Selain beberapa titik mengalami longsor, ada pula jembatan yang runtuh dan batu-batu berjatuhan. Ada beberapa jalur yang kemudian tidak bisa dilewati oleh pendaki sehingga akhirnya terjebak di Danau Segara Anak. Satu peristiwa yang cukup mengerikan adalah merekahnya tanah di Plawangan Sembalun, tempat pendaki mendirikan tenda. Pasca gempa terjadi mereka langsung turun menyelamatkan diri. Bahkan banyak tenda yang ditinggalkan lari. Gempa di darat aja udah serem ya, apalagi di atas gunung. Gemuruh longsor di Rinjani pasti tidak akan bisa dilupakan oleh para pendaki. Wajar apabila mereka mengalami trauma dan tidak mau mendaki gunung lagi dalam waktu dekat.

Kabar baiknya, Selasa pagi semua pendaki sudah berhasil dievakuasi. Dua pendaki meninggal dunia

“Berdasarkan tim dari posko yang ada di lapangan, disampaikan sudah tidak ada pendaki atau wisatawan, baik asing maupun lokal, yang ada di Gunung Rinjani. Seluruh korban yang dievakuasi tadi, seluruh warga negara asing semuanya dalam kondisi sehat dan selamat,” tutur Sutopo dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa sore.

Semua pendaki yang dievakuasi dari Rinjani dalam kondisi selamat. Namun ada 1 korban meninggal dunia bernama Mochammad Ainul Taksim dari Makassar. Jenazahnya kemudian dievakuasi menggunakan helikopter. Jenazah tiba di kantor Kecamatan Sembalun pada pukul 11.25 WITA pada Selasa siang. Ada satu lagi korban meninggal dunia atas nama Siti Nur Ismawid Ismail asal Malaysia. Jenazahnya lalu diterbangkan dari Indonesia dan diperkirakan tiba di Kuala Lumpur pukul 17.00 waktu setempat. Tapi Siti tidak meninggal di atas gunung, melainkan tertimpa reruntuhan bangunan di Lombok Timur.

Video amatir yang direkam oleh pendaki di mana terlihat puncak Rinjani longsor. Serem banget sih ini!

Semoga kondisi Gunung Rinjani segera stabil dan para korban bisa segera pulih. Kamu yang mendaki Rinjani pada hari itu, jangan kapok mendaki ke gunung ya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya