Mendaki gunung kini sudah jadi gaya hidup generasi millennial. Dulu jadi hobi segelintir orang, kini jadi standar gaya hidup kekinian. Ironis memang. Kebanyakan anak muda mendaki namun tidak memperhatikan aturan-aturan keselamatan. Hal ini dikarenakan mereka mendaki karena ikut tren, bukan memang karena hobi.

Salah satu hal yang jarang diperhatikan oleh para pendaki adalah tentang persoalan makanan. Banyak pendaki yang masih belum mengerti makanan apa saja yang harus dibawa saat mendaki. Andalan mereka cuma 1, mie instan. Padahal sebenarnya terlalu banyak mengonsumsi mie instan nggak baik lho. Hipwee Travel bakal kasih kamu panduan gimana caranya memilih bahan makanan yang tepat untuk dibawa ke gunung. Yuk simak!

Peraturan pertama, janganlah membawa mie instan terlalu banyak. Nggak akan terlalu menambah energi. Lebih baik membawa oatmeal.

mienya banyak banget via www.telusurindonesia.com

Advertisement

Kadang, pendaki berpikiran bahwa makanan paling nikmat di gunung adalah mie instan, lebih spesifiknya Indomie. Selain memang praktis, mie instan bisa dikombinasikan dengan apapun dan tetap enak. Padahal secara kandungan karbohidrat, mie instan termasuk rendah lho. Buat yang butuh tenaga, mie instan kurang cocok karena relatif sedikit energinya. Di tas keril pun bakal penuh banget ‘kan kalau kebanyakan bawa mie instan. Oat lebih punya kandungan energi dan relatif lebih mudah dibawa.

Untuk makanan utama, membawa beras sungguh tidaklah praktis. Lebih baik kamu sereal sebagai pengganti nasi…

Membawa beras dan memasaknya di atas gunung jelas bukanlah perkara sederhana. Peraturan paling penting adalah carilah bahan makanan yang hemat penggunaan air. Beras tidak memenuhi kualifikasi tersebut karenan butuh banyak air. Lebih baik kamu makan sereal saja sebagai pengganti nasi. Ditambahkan dengan susu, wah kalorinya cukup tinggi.

Sereal mengandung karbohidrat yang cukup tinggi sehingga asupan kalori yang kamu butuhkan pun bisa terpenuhi. Selain itu ada protein, lemak, zat besi, vitamin dan serat juga kamu serap. Dalam satu ons sereal biasanya mengandung 113 kalori. Nah, jika kamu menambahkan susu sebagai pasangannya, maka kalori yang dikandung pun menjadi lebih banyak. Tertarik?

Advertisement

Ada satu lagi alternatif lagi pengganti nasi dan juga hemat air yakni umbi dan kentang. Dua jenis makanan ini bisa kamu bakar bersama api unggun dan bisa langsung kamu nikmati. Nggak susah dan ribet. Bawanya pun nggak sulit kok.

Untuk lauknya, sebisa mungkin hindarilah bawa telur dan sarden. Gantilah dengan sosis, abon dan kering tempe…

begini lauknya via www.jalanpendaki.com

Membawa telur nggak gampang lho. Egg holder cukup besar dan sulit dibawa dalam keril. Alternatifnya adalah mengganti protein yang ada di telur dengan lauk yang lain. Cobalah dengan sosis, abon maupun kering tempe, atau bisa yang ada terinya. Enak banget nih. Jangan membawa sarden ya, soalnya susah bawa turun kalengnya. Bisa bikin plastiknya sobek…

Jangan lupakan madu dan coklat. Dua bekal yang akan menjadi penyelamat…

Madu banyak banget manfaatnya. Selain bisa menambah energi, madu bisa kamu gunakan untuk mengolesi bibirmu agar tidak pecah-pecah. Madu juga berkhasiat sebagai obat dan menjaga agar tubuhmu tetap fit meskipun cuaca tak menentu. Dalam satu sendok madu mengandung 64 kalori lho. Lumayan ngasih energi ‘kan?

Sementara coklat bisa kamu gunakan untuk summit attack. Biasanya ketika menuju puncak, sebisa mungkin bawaan harus ringan. Nah cukup bawa coklat, madu dan air minum agar dirimu tetap selamat. Hehehe.

Hindari bawa snack berisi angin doang. Selain nggak terlalu sehat, snack macam itu akan memenuhi keril kamu dengan segera…

penuh-penuhin keril via cdns.klimg.com

Makanan ringan dengan bungkus besar semacam itu sebaiknya tak usah dibawa. Bikin penuh aja tasnya. Mending kamu ganti dengan biskuit ataupun coklat kecil-kecil dengan harga terjangkau. Padahal cewek-cewek hobi banget ‘kan bawa jajanan beginian? Cowok-cowok trus pada mintain. Mulai sekarang kurangi ya membawa snack semacam itu…

Untuk minuman, bawalah air putih, air gula atau bisa air minum dengan ion. Jangan bawa bir atau minuman keras dong ya…

air gula merah via 4.bp.blogspot.com

Minum air putih jelas menyegarkan. Minum air gula merah akan menguatkan. Minum air minum elektrolit atau ion akan mengembalikan stamina. Asal kamu jangan bawa bir aja ya. Emang sih hangat, tapi kesadaranmu dipertaruhkan lho. Salah-salah bisa celaka gara-gara di gunung malah minum bir. Apalagi buat yang Muslim, jelas bir hukumnya haram dikonsumsi dalam kondisi apapun.

Nah semoga panduan membawa bekal makanan ini bisa kamu terapkan saat mendaki nanti. Selain tasmu makin ringan, gizimu pun terpenuhi di sana. Bukan apa-apa, keselamatanmu di atas gunung itu sangat penting. Kalau perut lapar, nyawa bisa melayang. Ingat, hakikat sebenarnya mendaki gunung tujuannya adalah untuk turun gunung. Mengerti?

Masa tiap ndaki makan mie lagi, mie lagi…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya