Banyak tempat-tempat menawan yang menarik untuk dikunjungi, baik di dalam maupun di luar negeri. Tapi, di balik pesonanya yang menarik hati, sebuah destinasi juga punya sisi gelap yang mengincar para wisatawan, yaitu tourist scams alias penipuan terhadap turis yang biasanya dilakukan oleh warga lokal yang pengen mengais keuntungan tapi kurang peduli dan bertanggung jawab pada daerah asalnya.

Selain bisa mengacaukan liburan seseorang, tourist scams juga memberi citra buruk bagi destinasi tersebut. Kalau wisatawan berkurang gara-gara kapok ditipu, yang rugi ‘kan warga lokal juga?

Advertisement

Nah, biar liburanmu menyenangkan dan terhindar dari perangkap turis ini, sejumlah modusnya perlu kamu ketahui agar kamu bisa mengantisipasinya dengan tepat.

1. Di Pura Besakih, banyak oknum “pemandu” nakal yang berusaha memeras uang dari wisatawan

Pura Besakih, Bali

Pura Besakih, Bali via wisatabali2010.wordpress.com

Pura Besakih yang terletak di Karangasem, Bali, ini adalah tempat ibadat umat Hindu terbesar di Bali dan menjadi salah satu daya tarik wisata bagi para turis. Sayangnya, sesakralan tempat ini dinodai oleh ulah sekelompok pemuda nakal yang berusaha mengeruk uang dari wisatawan. Sampai-sampai, masalah ini sempat menjadi perbincangan beberapa waktu yang.

Saat kamu menginjakkan kaki di tempat ini, beberapa pemuda akan dengan gigih menawarkan jasa pemandu dengan berbagai cara. Biasanya, mereka akan bilang kalau gak pakai jasa pemandu, kamu gak boleh masuk. Padahal, sebenarnya boleh-boleh aja tuh masuk tanpa pemandu.

Advertisement

Selain itu, kamu yang cuma mengenakan celana pendek juga diwajibkan untuk mengenakain kain sarung saat memasuki pura. Tapi, kadang mereka mematok harga yang mahal untuk menyewa kain sarung. Padahal, di loket tiket kamu bisa meminjam sarung dengan gratis, lho.

Untuk mengatasi modus seperti ini di Pura Besakih maupun tempat-tempat lainnya, pastikan kamu mencari tahu dulu aturan yang ada di tempat wisata yang bersangkutan, jangan langsung percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang yang gak jelas itu siapa. Langsung aja menuju ke loket dan bertanyalah pada petugas yang resmi. Kalau mau lebih aman sih, sekalian ajak teman kamu yang asli sana.

2. Beberapa penarik becak di Malioboro akan menawarkan kamu berkeliling dengan harga super murah. Waspadalah, sebenarnya mereka ingin mengantarmu ke penjual bakpia dan kaus

Becak di Maioboro

Becak di Maioboro via priaajah.wordpress.com

“Becak, Mas. Keliling-keliling lima ribu aja.”

Saat bertandang ke Yogyakarta, kamu mungkin pernah ditawari jasa keliling naik becak dengan harga murah. Tawaran ini memang menggiurkan, tapi bisa berujung pada hal tidak menyenangkan yang bisa bikin mood liburanmu kacau. Di balik harganya yang murah, penarik becak macam ini punya maksud tersembunyi.

Dia akan mengantarkan kamu ke toko-toko suvenir dan oleh-oleh yang gak kamun inginkan. Soalnya, pemilik toko akan memberi dia persenan dari setiap barang yang kamu beli. Kalau kamu udah terlanjur diajak si abang becak muter-muter dari toko ke toko dan gak membeli apapun, siap-siap aja mendapat sikap kurang menyenangkan dari si abang becak. Gak jarang, kamu juga dimintai tarif yang jauh lebih tinggi dari kesepakatan awal.

Biar kamu terhindar dari jebakan turis macam ini, cukup tolak aja tawarannya. Kalau kamu emang pengen naik becak, lebih baik beri tahu dulu tujuanmu dan pastikan nego harga di awal sampai sepakat. Tapi, gak semua pembecak di Jogja kayak gini kelakuannya, kok. Gak usah takut naik becak.

3. Lain lagi penipuan yang dilakukan oleh beberapa warung makan di kawasan Anyer. Mereka menggetok wisatawan dengan harga makanan yang gak masuk akal

Digetok harga selangit

Digetok harga selangit via www.solopos.com

Berwisata ke pantai bikin kamu pengen makan seafood. Tapi, hati-hati kalau memesan makanan di warung makan yang gak mencantumkan harga di menunya. Salah-salah, kamu bisa digetok dengan harga yang gak masuk akal mahalnya.

Cukup banyak wisatawan yang kena jebakan seperti ini usai bersantap di sebuah warung makan di Anyer, Banten. Seusai makan, mereka dikagetkan dengan tagihan yang nominalnya mencapai satu juta rupiah! Kejadian yang sama terjadi juga di Pantai Parangtritis. Meski gak sefantastis di Anyer, tetap saja harganya gak masuk akal dan bikin kesal.

Sebaiknya, pilih tempat makan yang mencantumkan harga di menunya dengan jelas. Kamu juga bisa meminta rekomendasi tempat makan mana yang memberikan harga wajar dari resepsionis hotel. Kalau udah terlanjur datang ke tempat yang harganya kurang jelas, gak perlu ragu untuk cerewet bertanya harganya ke pramusaji. Kalau memang gak cocok, cabut aja dari situ.

4. Sementara di dalam Keraton Kasepuhan Cirebon, kamu bisa diberondong oleh penunggu kotak sumbangan liar yang bertubi-tubi

Kotak amal "sukarela"

Kotak amal “sukarela” via umiandrizal.blogspot.com

Keraton Kasepuhan di Cirebon menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar wisata arsitektur dan sejarah. Tapi, kunjungan kemari bisa terasa kurang nyaman karena banyaknya “penunggu” tempat ini, terutama pada saat Mauludan. Bukan makhluk gaib, melainkan pemuda yang menunggui kotak sumbangan yang katanya buat kebersihan. Kotak sumbangannya pun gak cuma satu, mereka ada hampir di setiap sudut area keraton. Kalau gak dikasih, siap-siap aja dengar mereka ngedumel.

Kalau kamu pengen mengunjungi tempat ini dengan nyaman, siapkan aja recehan yang banyak sebelum datang kemari. Tapi, kalau kamu ogah kalah sama peminta sumbangan liar ini, mendingan umpetin dulu uangmu dan siap-siap tutup kuping biar gak mendengar gerutuan mereka.

5. Sopir taksi nakal suka mengambil rute yang memutar biar mendapatkan uang lebih banyak lewat tarif argo

Diajak muter-muter naik taksi

Diajak muter-muter naik taksi via australiafirstparty.net

Di kota yang asing di mana kamu gak paham rute jalannya, naik taksi mungkin menjadi salah satu moda transportasi yang efektif. Tapi, alih-alih diantar langsung ke tempat tujuan melewati rute tercepat, kamu bisa aja apes kedapatan diajak muter-muter oleh sopir taksi nakal biar biaya yang kamu keluarkan semakin besar. Ini adalah salah satu modus yang bisa kamu alami di berbagai tempat.

Biar kamu gak gampang ditipu dengan cara macam ini, kamu bisa mengecek rute lewat GPS atau Google Maps dan memintanya melewati rute terdekat. Langsung aja bilang, “Pak, lewat Jalan XXX ya.” Biarkan sopir taksi berpikir kamu paham daerah situ.

Selain mengakali tarif argo lewat perjalanan yang berputar-putar, tak jarang pula kamu menemukan sopir taksi yang langsung main getok harga dan menolak menggunakan argo. Sekalipun ditawar, deal-nya pasti gak lebih murah dari tarif argo. Kalau ketemu sopir taksi kayak gini, mending tinggal aja, cari taksi lain yang lebih kredibel.

6. Di Bangkok, jangan mudah percaya dengan orang-orang yang berjaga di depan kuil dan mengatakan kuilnya tutup

Penipuan "kuilnya tutup"

Penipuan “kuilnya tutup” via www.bangkokscams.com

Grand Palace adalah salah satu tempat yang pasti ingin kamu singgahi, apalagi saat baru pertama kali mengunjungi Bangkok, Thailand. Tapi, waspadalah dengan penduduk lokal yang berjaga-jaga di depan gerbang. Mereka biasanya akan menghampiri kamu dan menginfokan kalau kuilnya ditutup.

Mereka lalu akan merekomendasikan beberapa kuil yang buka dan tuktuk yang bisa kamu tumpangi. Tapi, tuk-tuk itu bisa membawamu ke jebakan yang lebih berbahaya. Selain diantar ke kuil, kamu bisa dibawa ke toko suvenir maupun toko perhiasan abal-abal.

Untuk menghindari jebakan betmen macam ini, pastikan kamu tahu jam operasional tempat wisata yang akan kamu kunjungi. Kamu bisa mendapatkannya sedikit riset di internet, kok. Tapi kalau ternyata memang benaran tutup, sebaiknya siapkan tujuan cadangan; jangan mau dibawa ke tempat-tempat yang gak jelas.

7. Sementara di beberapa kota di Tiongkok, tawaran upacara minum teh bisa membuatmu jatuh ke dalam perangkap

Upaca minum teh di Tiongkok

Upaca minum teh di Tiongkok via www.travelandescape.ca

Salah satu modus yang marak digunakan untuk menipu wisatawan asing di Tiongkok adalah modus upacara minum teh. Seseorang akan menawarkanmu untuk menghadiri upacara minum teh ala Tiongkok. Lalu, dia akan membawamu ke upacara minum teh rekanannya yang akan menggetokmu dengan tarif yang lebih mahal dari harga normal. Lebih parah lagi, kamu bisa saja diberi minuman yang telah diberi obat tidur agar lebih mudah dirampok.

Untuk menghindari hal seperti ini, jangan mudah percaya dengan orang asing yang menawarimu ke suatu tempat. Mendingan, cari tempat menikmati upacara minum teh yang sudah punya reputasi di kalangan traveler.

8. Di berbagai belahan dunia, copet selalu mengintai. Selalu taruh barang-barang bawaanmu di tempat yang aman dan mudah diawasi

pose pic of a iphone being stolen on mrt NP_20.07.2012_1220260748 kelvin Chng

Copet di mana-mana

Beberapa hari yang lalu, orang-orang heboh karena Menara Eiffel ditutup dari kunjungan wisatawan. Ternyata, biang keroknya adalah copet yang sudah meresahkan pengunjung maupun karyawan di menara paling ikonik di Paris ini. Ya, copet gak cuma kamu temukan di terminal dan stasiun, tapi juga tempat-tempat wisata yang ramai. Mereka juga umumnya gak cuma beroperasi sendirian, melainkan berkelompok.

Pernah juga suatu hari saya mesti mengurusi dua gadis bule yang kecopetan saat menumpang bus kota di Jogja. Karena tas berisi kamera dan dompetnya hilang, mereka gak punya uang sama sekali. Jadilah saya mengantar mereka ke penginapan mereka di seputaran Prawirotaman.

Biar barangmu aman dari tangan jahil pencopet, pastikan barangmu selalu ada dalam pengawasan, terutama ketika kamu berada di tempat umum. Terus, jangan lupa menyimpan sebagian uangmu di tempat yang tersembunyi, biar ketika dompetmu dicopet, kamu masih punya uang cadangan untuk kembali ke penginapan.

Sejumlah tempat-tempat wisata memang punya sisi gelapnya masing-masing, sama halnya kayak manusia yang punya sisi baik dan buruk. Tapi, bukan berarti kamu harus menghindari tempat-tempat menarik itu, ‘kan? Toh, masih banyak orang yang baik.

Oh iya, kalau kamu punya pengalaman kurang menyenangkan di suatu tempat wisata, jangan ragu membagikannya di komentar, ya. Biar traveler lain bisa lebih waspada.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya