Setiap orang pasti sadar, bahwasanya hidup merupakan sebuah perjalanan. Setiap masa memiliki kenangannya tersendiri, dan keluarga merupakan saksi terbanyak dari segala bentuk kenangan itu tadi. Walau secara fisik kamu sudah terpisah puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan kilometer dari mereka, bukan berarti hatimu juga kan?

Tentang liburan, coba renungkan, kamu lebih memilih melakukannya sendirian, bersama teman, atau keluarga? Hal itu nyatanya bukanlah sebuah pilihan. Sesekali kamu butuh sendiri, teman juga sebuah komponen yang tak bisa terpisah dari kehidupan, dan keluarga, percayalah mereka justru partner terbaikmu saat traveling. Nggak percaya? Nih 6 alasannya!!!

1. Walau tingkahmu kelewat menyebalkan, mereka nggak akan kesal sampai hitungan bulan. Toh sejak kecil segala sifatmu sudah jadi kebiasaan

mereka hanya akan bisa maklum via facebook.com

Segala sifat dan watak yang kamu miliki saat ini, sedikit banyak ialah bentukan kebiasaan dari masa kecil dulu. Sementara itu, saat kecil waktu terbanyakmu ya kamu habiskan bersama keluarga, orang tua dan kakak adikmu. Jangan heran kalau mereka sudah hafal segala kebiasaanmu di luar kepala. Merasa kesal itu manusiawi, paling hanya hitungan jam atau mentok satu hari, itu pun kalau memang sangat fatal. Berbeda dengan kawan seusia yang sama-sama masih memiliki emosi tinggi, namanya orang tua pastilah penuh empati. Siapa lagi yang lebih memahami segala kebiasaan buruk mu kalau bukan keluargamu?

2. Selama traveling, mereka masih ayah, ibu, dan kakak adikmu. Namun, mereka juga dapat menjelma sebagai mekanik atau montir, koki, fotografer, dan travel organizer

dimanapun, sosok ibu merupakan koki terbaik via bbc.com

Advertisement

Kalau traveling sendirian, kamu akan repot dengan segala peran yang harus bisa kamu mainkan, serasa bermonolog bukan? Bersama teman, jauh sebelum keberangkatan kalian sudah harus membagi hal-hal apa yang jadi tanggung jawab masing-masing individu, tak jarang perihal pembagian tugas ini dapat memicu pertengkaran. Sementara bersama keluarga, tanpa pembagian resmi, segalanya dapat berjalan nyaris sempurna.

Nggak percaya? Coba tengok waktu mudik kemarin deh. Siapa yang jauh-jauh hari menyervis mobil? Kalau ada apa-apa di jalan siapa yang sibuk benerin kendaraan? Ayah. Siapa yang jadi paling sibuk mengurusi perbekalan dan sibuk mengingatkan kala jam makan datang? Ibu. Yang riweuh ngotak ngatik kamera dan mengabadikan banyak momen tercipta? Kakak. Sedangkan kamu, jadi sie pembantu umum ya? Hihiii… Semuanya ikhlas dan dengan senang hati menjalankan perannya, ada selain keluarga?

3. Liburan dengan keluarga, mungkin kamu akan mengeluhkan masalah kebebasan. Tapi coba deh pikir ulang, bersama mereka kamu juga dapat melakukan penghematan

mau gimana aja model perjalannya, mereka mau bayarin via images.familyvacationcritic.com

Satu hal yang harus kamu sadari, yang namanya kebebasan 100 % itu nggak akan pernah ada! Salah satu sisi positif lagi kalau kamu pilih liburan bareng keluarga, sebagian besar biaya ditanggung orang tua. Mulai dari transportasi, penginapan, makanan, bahkan hingga beli oleh-oleh. Kurang membahagiakan apa kabar ini? Jadi, yang anak kuliahan, yang selalu memilih liburan bareng temen, yang nggak pernah beli oleh-oleh bahkan buat diri sendiri, kapan kamu ngajak orangtuamu traveling? Udah, kamu nggak usah mikir berulang kali. Tinggal percaya aja, liburan bareng keluarga itu sangat hemat. Bisa banget kamu nggak usah ngeluarin uang sama sekali, kalau kamu nggak punya malu sih ini. Hihiii

4. Dengan siapapun kamu liburan, tujuan utamanya ya cuma satu. Kesempatan terbaik untuk punya quality time! Terutama kalau kamu tinggal di kota yang berbeda dengan orang tua untuk kuliah atau bekerja, ini kesempatanmu membahagiakan mereka

inget deh pas kecil dulu, mereka selalu ajak kamu jalan-jalan. sekarang gantian! via www.holidaylettings.co.uk

Kalau kamu belum siap memberikan menantu apalagi cucu untuk membahagiakan kedua orangtuamu, kamu ajak mereka traveling aja. Mudah kan? Waktu tiga hari memang nggak akan bisa menggantikan ketidakhadiranmu di rumah selama sekian bulan atau bahkan sekian tahun untuk merantau, tapi setidaknya kamu berusaha. Dengan liburan bersama keluarga, orangtuamu jadi bisa mendengar segala berita bahagia dan keluh kesahmu selama di perantauan. Eh, satu hal lagi, kamu bisa show off juga kalau ternyata punya pengetahuan lebih tentang traveling atau budaya suatu tempat. Hehee. Ya biar sedikit bangga gitu..

5. Terkhusus untuk kamu yang hobi mengunggah foto traveling di media sosial, jangan biarkan orangtuamu iri dengan foto traveling kalian. Sesekali saja, buktikan bahwa keluarga merupakan partner terbaik perjalanan (hidup)mu ~

yang belum pernah nyoba, sok buktiin gih! via images.huffingtonpost.com

Rasa kangen tak hanya bisa diungkapkan dengan komunikasi via udara, sesekali berusahalah menyuguhkan cara berbeda. Pernahkah terbesit olehmu bahwa mereka juga ingin merasakan hal yang sama denganmu? Tertawa bahagia bersama dalam satu frame foto? Nggak harus keluar kota, saat pulang kampung, ajaklah mereka menjelajah lokasi wisata yang baru di kotamu. Hal ini bisa pula sebagai wujud balas budimu kepada Ayah Ibu juga lho. Bukankah akan menjadi hal yang membahagiakan mengganti hari-hari mereka dengan traveling setelah sebelumnya tak pernah kemana-mana karena sibuk membesarkanmu?

6. Duniamu akan terbalik seketika saat kamu memutuskan traveling bareng keluarga. Yang biasanya susah-susahan, beberapa hari bersama mereka, kamu bisa enak-enakan

beri tahu saya kalau kamu nggak bahagia via cdn.skim.gs

Namanya hidup, ada enak dan nggak enaknya. Begitupun traveling bareng keluarga. Tapi kali ini kita bahas untungnya aja sih, hihiii… Kalau bareng temen biasanya kamu super sibuk, bareng keluarga kamu mah tinggal pasrah aja. Kalau biasanya kamu cuma bisa cuci mata, bareng orang tua kamu bisa sampai cuci gudang segala. Kebayang kalau sakit? Temenmu bakal tetep jalan-jalan sendirian. Sementara orang tuamu? Rela tetep tinggal di hotel demi nungguin dan jagain kamu. Sama temen kamu bakal melancong tanpa bagasi, bareng keluarga seringnya kalian malah kelebihan bagasi.

Inget, cari duit mah bisa kapan aja, tetapi memori bersama keluarga nggak bisa kamu dapatkan kapan saja. Karena itu, jangan segan untuk menganggarkan pengeluaran untuk traveling bersama keluarga. Memori tersebut akan melekat dalam waktu yang lama dan tak dapat tergantikan. Jadi gimana? Kapan ajak keluargamu berlibur? Berapa kali dalam setahun? Yang seimbang, sendiri, sama temen, dan sama keluarga, kalau perlu keluarga pacar juga #ehh