Sudah 25 tahun 8 bulan…

Ini berarti sejak lahir aku kehilangan tulang rusukku. Hilang tak tahu ke mana. Tanpanya aku tetap hidup, hanya saja jiwaku terasa belum lengkap. Aku sungguh resah. Sebuah pencarian panjang yang ingin segera ku akhiri. Sesegera mungkin.

kamu di mana? via www.instagram.com

Hanya saja, masalahnya aku tak tahu dia berada di mana?

Dear tulang rusukku,

Advertisement

Perkenalkan, aku adalah pemuda yang belum paham apa artinya cinta. Aku tak tahu apa itu rindu. Aku cuma paham, bahwa pria sepertiku tak akan mampu hidup sendiri sampai mati. Selalu membutuhkan pendamping di sisi.

tulang rusukku, kamu di mana? via boldomatic.com

Dear belahan jiwaku,

Petualanganku untuk menemukanmu begitu panjang dan rumit. Sebutkan Yogyakarta, Denpasar, Jakarta atau pun Samarinda. Tak ada kutemukan rasa itu di sana. Lebih ekstrim aku menelusur pelosok nusantara. Ku coba datangi Pare-pare, Sawarna, Morotai, juga Sumbawa. Aku tak merasakan kehadiranmu di sana.

Aku bingung. Di manakah kamu berada?

di mana engkau berada? via www.instagram.com

Sayang,

Kalau di daratan tidak ada. Mungkin saja bisa kutemukan dirimu di atas gunung. Ku daki Semeru, Rinjani bahkan aku segera ke Himalaya. Jangankan terdengar nafasmu di sana, detak jantung pun tak ku rasa. Sedih rasanya.

Agak resah sih mendengar cerita kawan-kawan yang sedang bercerita tentang pasangannya. Ada yang berencana ke pelaminan segera. Ada juga yang sedang galau ditinggal kekasihnya di negara nun jauh di sana. LDR katanya. Ya aku juga LDR sih, LDR dengan jodoh di masa depan. Tulang rusukku yang belum ditemukan.

memantaskan diri via www.instagram.com

Tapi,

Tak usahlah terlalu galau memikirkannya. Aku akan tetap berpetualang sekaligus memantaskan diri. Bukan mencari siapa, namun mencari apa. Aku mencari tulang rusukku, entah siapapun dia. Namun sebelumnya, hal paling penting yang harus dilakukan adalah memperbaiki dan memantaskan diri. Tanpa hal itu, jodoh terbaik pun tinggal mimpi. Semboyan, ‘jodoh tak kan ke mana’, harus kita ubah jadi ‘jodoh tak akan ke mana tanpa kita temukan.’

Boleh jadi memang waktu yang tepat belum terjadi. Mungkin Tuhan sedang menyiapkan skenario super indah buat kita bertemu. Skenario yang tak pernah kita tahu sebelumnya. Sehingga ungkapan, “kok bisa ya kita ketemu,” akan selalu menarik kamu katakan padaku nanti. Dan aku menjawab dengan sedikit sombong. Ya bisa dong, kamu adalah tulang rusukku. Harus kembali ke pelukanku. Hehehe.

Itu semua lamunanku selama ini. Ngenes ya.

diam diam mendoakanmu via www.instagram.com

Sudahlah, waktu kan segera menjawabnya. Proses tak pernah mengkhianati hasil kan? Mending aku diam-diam mendoakanmu saja. Semoga cintamu segera menyapa relung hatiku yang kering tanpa kasihmu. Segera berlabuh, Sayangku.

Salam hangat

Calon Tulang Punggungmu

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!