Hukuman Adat Buat Turis di Toraja

Masih ingatkah kamu semua dengan foto yang viral pekan lalu ketika dua turis berpose sembarangan di Kete Kesu, Tana Toraja. Dua turis cowok dan cewek ini melakukan tindakan yang tidak terpuji dengan berpose seperti menginjak tengkorak dan seolah bermain gitar dengan tulang di makam Toraja. Kejadian ini sangat viral di media sosial dan kemudian membuat warga Toraja tersinggung karena tulang-tulang leluhur tersebut sangat sakral dan dihormati di Toraja.

Selang beberapa hari, dua orang yang bernama Randy dan Rezki itu kemudian diciduk oleh polisi. Mereka berdua mengakui perbuatannya dan statusnya masih sebagai saksi. Mereka pun dibawa ke Kete Kesu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dianggap menyalahi adat dan tata krama di Toraja.

Jika kamu belum tahu beritanya, nih Hipwee Travel tunjukkan lagi foto mereka yang diposting di akun @infobedaeng di mana mereka menggunakan tulang belulang sebagai mainan

norak banget via travel.detik.com

Advertisement

Dua orang muda mudi ini melakukan tindakan yang memalukan di sebuah makam di Kete Kesu, Toraja. Satu dari mereka berfoto dengan tulang belulang seolah main gitar. Lalu mereka berdua foto dengan tengkorak dengan pose seolah menginjak. Mereka mungkin tidak sadar bahwa arwah maupun tulang belulang leluhur Toraja adalah sesuatu yang sakral dan sangat dihormati di sana. Postingan ini pun viral setelah masuk di instagram @infobadaeng minggu lalu. Lalu respon netizen pun bisa diduga, dua orang ini jadi obyek bully dan caci maki.

Diciduk di Maluku Utara, kedua muda mudi inipun dibawa ke Toraja untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka menyesal dan meminta maaf atas kejadian konyol tersebut

diciduk polisi via phinemo.com

Kedua turis ini ternyata berasal dari Maluku Utara. Mereka pun diciduk oleh kepolisian Maluku Utara lalu kemudian dibawa ke Polda Sulsel di Makassar. Di Makassar, mereka diperiksa masih sebagai saksi. Mereka bisa terancam hukum pidana tentang cagar budaya dan hukum adat sekaligus. Benar bahwa Randy dan Rezky mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf kepada pengelola Kete Kesu Toraja. Lalu kemudian mereka diantarkan ke Toraja untuk meminta maaf. Didampingi keluarga dari Maluku dan pihak kepolisian Polres Tana Toraja, dua pelaku ini meminta maaf kepada Yayasan Kete Kesu, pemerhati budaya dan masyarakat Toraja. Mereka pun dimaafkan setelah mendapat hukuman adat.

Hukuman adat sudah siap menanti mereka. Mereka diwajibkan untuk memotong satu ekor babi sekaligus minta maaf ke arwah leluhur

minta ampun dan mendapat hukuman adat via makassar.tribunnews.com

Dikutip dari Tribun Timur, Ketua Yayasan Kesu sekaligus tokoh adat setempat, Layuk Sarungallo mengatakan dua pelaku tersebut dikenakan sanksi adat, sesuai hasil sidang. Dianggap karena belum tahu, hukuman yang diberikan kepada mereka berdua pun termasuk ringan. Pada dasarnya pengelola dan keluarga besar Kete Kesu Toraja telah memaafkan perilaku mereka tersebut. Hukuman adat untuk mereka tetap berlaku, yakni memotong satu ekor babi sekaligus meminta maaf kepada arwah leluhur di lokasi makam.

Advertisement

“Mereka akan menjalani sanksi adat besok, satu ekor babi harus dipotong dan bawa pangngan (sirih) ke lokasi kuburan sekaligus minta maaf ke arwah leluhur,” ujarnya.

Wah harga babi di Toraja nggak murah lho, cukup mahal juga. Itu masih termasuk ringan ketimbang harus memotong kerbau putih yang sangat mahal. Ya semoga mereka sadar akan kesalahannya dan bersikap lebih baik lagi ketika mengunjungi tempat wisata. Foto-foto biasa aja kali ya, nggak perlu gaya alay begitu. Dan yang terpenting, semoga mereka nggak jadi duta wisata Toraja seperti kejadian duta-dutaan sebelumnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya