Serunya Perjalanan Kuliner Gordon Ramsay ke Sumatra Barat untuk Bikin Rendang, Makanan Terenak di Dunia!

Gordon Ramsay masak rendang

Apakah kamu tahu Gordon Ramsay? Juru masak kelahiran Skotlandia ini telah dikenal masyarakat lewat berbagai acara TV, seperti Master Chef, Master Chef Junior, dan Hell’s Kitchen. Dalam serial Gordon Ramsay: Uncharted, ia berpetualang ke tempat-tempat terpencil yang luar biasa di berbagai belahan dunia untuk mencari inspirasi kuliner. Nah, dalam salah satu episode musim kedua serial yang ditayangkan National Geographic Channel ini, Gordon Ramsay yang berkesempatan mengunjungi Indonesia, loh! Tepatnya, ke Sumatra Barat yang terkenal akan masakan padangnya.

Advertisement

Episode tersebut tayang pada Senin, 29 Juni lalu. Demi bisa mendapatkan bahan-bahan untuk masak rendang, juru masak berusia 53 tahun ini harus melewati berbagai tantangan, mulai dari ikut serta dalam balap sapi hingga memerah susu sapi. Wah, seseru apa sih perjalanan kuliner Gordon Ramsay kali ini? Buat yang belum menonton, yu kita simak sama-sama!

Berkunjung ke Indonesia, chef ternama dunia ini mendapat satu tantangan. Gordon Ramsay ditantang untuk masak rendang versinya sendiri dalam waktu seminggu

Gordon Ramsay ditantang masak rendang via twitter.com

Perjalanan Gordon Ramsay dalam petualangan ini dimulai di Tanah Datar, Sumatera Barat. Di sana, ia dijamu dengan makan bajamba di Istano Baso Pagaruyung. Makan bajamba adalah tradisi makan  masyarakat Minangkabau dengan cara duduk bersama-sama di dalam suatu ruangan. Tradisi ini memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat perbedaan status sosial. Saat sedang menikmati makanan, Gordon malah ditantang untuk masak rendang!

Tahukah kamu, rendang dinobatkan sebagai makanan terenak nomor 1 di dunia, loh! Peringkat ini berdasarkan survei pembaca CNN International yang dirilis pada tahun 2017. Rendang adalah masakan daging dengan cara direbus selama berjam-jam bersama aneka rempah-rempah, seperti serai, lengkuas, bang putih, kunyit, jahe, dan cabai. Memasak rendang itu ada tekniknya. Meski resepnya sama, kalau cara atau lama pengolahannya berbeda, rasanya akan berbeda juga.

Advertisement

Penantang Gordon adalah mentornya dalam episode ini, yakni pakar kuliner Indonesia Chef William Wongso. Koki berusia 73 tahun ini telah menggeluti dunia masak lebih dari setengah abad, loh!

William Wongso (kanan) via www.kompas.com

Lahir dengan nama William Wirjaatmadja Wongso, juru masak kelahiran malang ini merupakan pakar kuliner Indonesia. Dikenal sebagai master yang tegas, Chef William mendapatkan popularitas lewat acara The ABC Cooking Adventure with William Wongso yang tayang di Metro TV pada tahun 2007. Di luar negeri, Chef William dikenal sebagai duta kuliner Indonesia. Telah menguasai lebih dari 200 cara mengolah rendang dan mengenalkan rendang kepada dunia, ia pun mendapat julukan “Diplomat Rendang“.

Untuk membuat rendang, Gordon Ramsay harus mencari daging sapi khusus. Karena perjalanannya jauh, mampir makan bika dan durian dulu, deh!

Bika dari Sumatra Barat via www.youtube.com

Di tengah perjalanan untuk mendapatkan daging sapi, juru masak yang menjadi ayah dari lima anak ini mampir ke sebuah kedai bika bersama pemandunya, Ade. Di Sumatra Barat, bika biasanya menjadi cemilan sore hari dan dinikmati bersama kopi. Selain menikmati bika, Gordon juga nyobain bikin bika dengan memasukkan kelapa ke dalam panggangan beberapa kali, tetapi gagal.

Selesai menikmati bika, Gordon Ramsay diajak mencoba durian Sumatra yang rasanya beda dari durian lain. Koki yang punya lebih dari 35 restoran di seluruh dunia ini bilang, ia nggak suka rasa durian, tapi tetap menghormati orang yang doyan durian. Gordon dibujuk untuk  Hmm, ternyata durian memang bukan selera koki selebritas ini.

Advertisement

Gordon Ramsay mencoba durian Sumatra. Credit photo: Justin Mandel via www.nationalgeographic.com

Perjuangan mendapatkan daging sapi terbaik ternyata nggak mudah. Pemilik sapi menantang Gordon Ramsay untuk ikut serta dalam Pacu Jawi. Apakah koki asal Inggris ini berhasil?

Pacu Jawi adalah acara olahraga tradisional yang dulunya merupakan perayaan penutupan musim panen padi. Nama acara ini berasal dari bahsa Minang yang artinya balapan sapi. Demi rendang, Gordon Ramsay mau melakukan apa pun! Juru masak yang besar di Inggris ini pun dan mencoba mengendalikan para sapi. Ia berkali-kali jatuh di titik awal dan menghibur warga yang menonton. Meski tidak jauh, Gordon akhirnya berhasil melakukan pacu jawi.

Hari-hari selanjutnya, Gordon Ramsay pergi ke mengumpulkan bahan seafood. Selain mendapatkan misi untuk menangkap ikan di tengah laut, ia juga harus melewati gua yang amat sempit untuk memancing udang raksasa di pedalaman!

Bersama pemandu barunya, Rusti, Gordon mencari ikan dan tangkapan laut untuk hidangan pertandingannya. Ia pun pergi ke tengah laut menggunakan kapal penangkap ikan. Sesampainya di kapal, kapten kapal memberi misi untuk memasang jaring di sudut-sudut kapal. Nantinya, ikan yang berhasil ditangkap setelah 3-4 hari akan dikirimkan ke Gordon. Juru masak yang dikenal dengan temperamennya ini kesulitan menyeimbangkan diri saat berjalan di cadik dan akhirnya terjatuh!

Gordon Ramsay terjatuh ke laut, hihi via twitter.com

Di malam hari, masih di tengah laut, juri Master Chef ini menikmati rendang dari kapten kapal. Rasa rendang yang ia cicipi di kapal berbeda dengan yang ia nikmati sebelumnya, tapi sama-sama enak dengan caranya sendiri.

Besoknya, Gordon Ramsay pergi memancing udang raksasa di pedalaman bersama Ade. Sayang, juru masak yang punya restoran di Timur Tengah ini tetap nggak berhasil menangkap udang raksasa seekor pun setelah satu jam lamanya. Untung ada nelayan lain yang lewat dan berhasil memancing udang raksasa! Gordon pun membeli udang dari mereka, hihi~

Mencoba memancing udang raksasa di pedalaman Sumatra. Credit photo: Ed Wray via www.nationalgeographic.com

Bersama master rendang muda, Katuju, juru masak selebritas ini blusukan ke pasar tradisional dan bikin pasta rendang bersama penjual bumbu halus di sana.

Belajar mengulek dan masak pasta rendang di pasar tradisional. Credit photo: Ed Wray via www.nationalgeographic.com

Setelah mengumpulkan bahan-bahan makanan laut, Gordon pergi ke pasar tradisional. Di salah satu kios di tengah pasar, pria yang telah menikah sejak 1996 ini berusaha keras buat ngulek bumbu-bumbu untuk pasta rendangnya. Kayaknya, ini pertama kalinya Gordon memakai cobek dan ulekan tradisional. Ibu pemilik kios sampai gemes! Meski ditertawakan ibu-ibu di pasar, Gordon akhirnya berhasil membuat pasta rendang. Selesai membuat pasta, Gordon mampir ke kios lain yang punya kompor dan panci untuk numpang masak bumbu lainnya.

Hari terakhir pun tiba. Waktunya menyajikan hidangan untuk keluarga Pak Gubernur! Seperti apa rendang versi Gordon Ramsay?

Saat mereka sedang asyik memasak, tiba-tiba turun hujan sesaat. Karena nggak ada payung, mereka pun payungan pakai panci.

Chef William Wongso memasak rendang dengan cara tradisional, yakni dimasak selama lebih dari 8 jam. Nah, rendang a la Gordon Ramsay dibuat menggunakan daging tenderloin. Ia menggabungkan daging tersebut dengan pasta rendang yang sudah dimasak hingga 3 jam sebelumnya. Chef William bilang, rendang versi Gordon ada di antara tahap kalio dan rendang. Di tahap kalio, daging sangat creamy, lembut, dan halus.

Selain dua masakan tersebut, Gordon juga menyajikan ikan cakalang dengan saus rendang, terong balado, yogurt kerbau dengan ketan, dan durian. Sementara itu, Chef William menyajikan rendangnya bersama kari pakis dengan krim dan udang panggang yang dibeli Gordon.

Hasilnya? Gubernur Sumatra Barat dan keluarganya memuji masakan Gordon! “Lamak bana,” kata mereka dalam bahasa Minang. Artinya, sangat lezat. Selamat, Chef Gordon!

Lewat episode khusus Indonesia ini, kebudayaan dan makanan Indonesia semakin terekspos ke mancanegara. Bangganya! Kalau kamu pengen nonton keseruan kisah Gordon Ramsay di Sumatra Barat ini, kamu bisa menontonnya lewat channel National Geographic. Memang, kamu harus berlangganan TV kabel dulu, tapi kamu jadi bisa mengikuti perjalanan Gordon Ramsay menjelajah kuliner dunia!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE