Baru Dibuka, Tempat Wisata Gunung Huangshan di China Banjir Pengunjung. Wah Macet Banget!

Gunung Huangshan Dipadati Pengunjung

Pandemi Covid diperkirakan masih belum mencapai puncaknya saat ini. Grafiknya terus naik dan pertambahan kasusnya kian cepat. Dari kasus positif pertama di China yang terindikasi tanggal 17 November 2019 hingga kasus ke 100.000 membutuhkan waktu 4 bulan lamanya. Namun dari angka 100.000 sampai ke 1.000.000 hanya butuh waktu sebulan. Jika trend ini terus berlanjut, pertambahan dari 1 juta ke 2 juta hanya akan ditempuh dalam satu minggu saja.

Advertisement

Meski dunia sedang menghadapi jelang puncak pandemi, namun tampaknya China sudah hampir selesai dengan Covid-19. Pertambahan kasusnya sangat sedikit per harinya, dan kasus yang masih ditangani hanya tinggal 2000-an saja. Sementara yang lain sudah sembuh dan pulang. Imbasnya, perekonomian China kini mulai pulih kembali. Aktivitas kembali berjalan normal dan tempat wisata kembali dibuka.

Gunung Huangshan atau Pegunungan Kuning dibanjiri wisatawan Sabtu kemarin. Terlihat manusia berdesak-desakan ke sana

gunung huangshan via twitter.com

China mulai kembali membuka tempat wisatanya setelah tren penurunan kasus Covid-19 di negara pertama terkena wabah virus ini. Lockdown Hubei sudah dibuka, menyusul dibukanya beberapa tempat wisata di Beijing dan juga Shanghai. Salah satunya Tembok Besar China. Pemerintah pun menggratiskan tiket masuk ke 29 tempat wisata. Maka dari itu, wisatawan pun berbondong-bondong ke tempat wisata. Di Gunung Huangshan di Provinsi Anhui, terjadi lonjakan pengunjung sehingga tampak macet dan penuh dengan manusia. Tentu hal ini berbahaya dan berpotensi untuk penyebaran Covid-19.

Berhubung kunjungan wisatawan terlalu besar, pengelola kemudian menutup lagi tempat wisata ini. Tuh kan, jadi ditutup lagi gara-gara terlalu ramai

rame banget via twitter.com

Total pengunjung yang datang melebihi kuota harian 20 ribu orang sehingga pengelola harus menutup tempat wisata ini pada hari Minggu. Kedatangan wisatawan sebanyak itu tentu berbahaya jika terjadi saat ini. Meski di China sudah mulai menurun trennya, namun terjadi peningkatan kasus lagi di Kota Jia. Tentu hal ini patut jadi perhatian agar tidak terjadi ledakan kedua kasus Covid-19 di negeri Panda.

China memang terdampak sangat parah akibat Covid-19 ini. Pendapatan sektor pariwisata turun dan mendapat larangan travel ke banyak negara. Kini meski sudah pulih sebaiknya pemerintah China berhati-hati dalam membuka tempat wisata.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

Editor

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE