Namanya jodoh, sama kaya mati dan rizki yang sudah diatur sama Gusti. Tapi tetep aja nggak bakal ketemu dong kalau kamunya nggak kemana-mana? Carinya pun susah-susah gampang. Ada yang sampai ‘cukup umur’ tapi belum juga memperoleh pasangan pendamping hidupnya. Temen-temennya pun sering memanggilnya jomblo, kan kasian. Hiks!

Kalau sebelumnya Hipwee Travel pernah bahas soal tempat-tempat wisata yang dipercaya membuat hubungan nggak langgeng ketika didatangi berdua pasangan. Kali ini sebaliknya, ternyata ada juga tempat-tempat wisata di negeri ini yang dipercaya mendatangkan jodohmu lebih cepat lho alias membuatmu jadi enteng jodoh. Ya terserah mau percaya atau enggak, namanya juga mitos. Tapi ini kan mitos positif, bisalah dicoba buat para jomblo biar lebih bahagia. Hihiii

1. Pemandian Wendit Malang, datang kesana katanya sih bikin kesempatan bertemu jodoh jadi lebih berpeluang

yakali jodohmu di Malang kan ya? via east-java.com

Lokasi pemandian Wendit ini terletak di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Berada persis di pinggir jalan raya arah ke Gunung Bromo, dan berjarak sekitar 8 km dari alun-alun Kota Malang. Mau pakai kendaraan pribadi atau angkutan umum ya terserah. Pakai angkot dari terminal bisa, pakai punya pribadi juga lebih enak. Hihiii. Pemandian ini sendiri sejatinya merupakan areal kolam renang, masyarakat sekitar menyebutnya mendit. Ada beragam fasilitas dan wahana permainan gitu disana, kaya perahu dayung, kolam gelombang dan arus, waterboom, bom-bom car, dan lain sebagainya.

Nah, di pemandian ini juga ada mitos yang sudah lama dipercaya masyarakat. Yakni, siapapun yang mandi disini akan berumur panjang, murah rejeki, awet muda, dan yang paling dipercaya ialah enteng jodoh. Yaaa nggak tahu juga kebenaran mitos ini sejatinya gimana, namanya aja mitos kan? Yang jelas kalau kamu mandi disini, badanmu akan jadi segar. Sebab, airnya memang sangat jernih dan bersih, yang berasal dari sumber air alami bernama Sendang Widodaren. Kamu sudah pernah kemari belum? Yakaliii ketemu kenalan lama #ehh

2. Pohon cinta atau pohon jodoh Bogor, mitos soal enteng jodohnya sudah tersohor

Advertisement

coba deh duduk sini dan nunggu ada yang ngajak kenalan gitu via sportourism.id

Kebun Raya Bogor memang sudah biasa jadi  jujugan segenap penduduk Ibu Kota melarikan diri dari sibuknya rutinitas mereka. Tapi nih, kamu yang sudah sering ke sana sebenernya sudah tahu belum kalau di dalemnya ada mitos yang begitu membuat penasaran masyarakat. Dikenal dengan nama pohon cinta atau pohon jodoh. Konon ceritanya, siapapun yang berkenalan atau duduk dengan pasangan lawan jenis disini, maka hubungan mereka akan sampai ke jenjang pernikahan. Ciyeeee…

Usut punya usut, mitos ini bersumber dari dua pohon yang hampir mirip yang berada tak jauh dari jembatan gantung. Kedua pohon ini terlihat seperti pohon kembar, padahal kedua pohon ini bahkan tak sejenis. Memiliki tinggi belasan meter, keduanya berumur sekitar 140 tahun. Wow! Diantara kedua pohon ini dibuat kursi panjang sebagai tempat duduk pengunjung. Siapapun pasti sepakat, ‘sepasang’ pohon ini nampak begitu serasi hingga dikenal sebagai lambang cinta di Bogor. Konon katanya, dulu ada pasangan yang dipertemukan disana dan hubungan mereka awet hingga menikah. Diamini aja udah.

3. Air terjun Sekar Langit Magelang, asal muasal mitosnya dari dongeng klasik legenda Joko Tarub. Sampai ada ritual khususnya buat dapetin jodoh lho, widih!

kamu bidadari bukan? Yaaah mana bisa ketemu Joko Tarub 🙁 via visitcentraljava.com

Air terjun ini merupakan tetesan mata air yang berasal dari puncak Gunung Telomoyo, yaitu gunung yang membatasi antara kota Salatiga dan kota Magelang di Jawa Tengah. Warga setempat sangat menghormati air terjun satu ini, lantaran sebuah runtutan kisah dongeng klasik legenda Joko Tarub. Tentang seorang pria iseng yang mengintip dan mencuri selendang mandi bidadari di air terjun.

Hingga ada ritual untuk mendapatkan jodoh disana lho. Yaitu dengan melakukan meditasi di malam hari, lebih sakral lagi pada malam Jumat kliwon atau malam Selasa kliwon. Caranya, dengan membakar dupa atau kemenyan sambil menghadap ke arah timur laut. Kebanyakan sih mereka melakukan ritual itu pada sebuah batu berdiameter sekitar 5 meter yang terletak di sebelah selatan air terjun. Ya disitu juga tempat Joko Tarub mengintip para bidadari-bidadari itu~

4. Taman Sare Madura, kabarnya bisa memberi berkah dalam kehidupan tiap orang, termasuk jodoh. Katanya sih gitu…

semoga ya kamu ketemu selir hati disini via 3.bp.blogspot.com

Taman Sare namanya. Dalam bahasa Madura, “Sare” berarti “sari. Jadi, kalau digabungkan akan menjadi Taman Sari atau taman yang indah. Inget Taman Sari yang ada di Jogja kan? Ya gitu, fungsinya sama. Tempat permaisuri dan para selir mandi. Yang di Madura ini ada sebuah kolam, dan ada tiga anak tangga pada tiga sisi kolam yang (katanya) memiliki khasiat sendiri-sendiri. Pada anak tangga pertama, air di sekitarnya dipercaya memiliki khasiat kecantikan, membuat awet muda, dan mengentengkan jodoh. Jadilah setiap haria da saja pengunjung yang mencuci muka disana, dengan harapan mendapat berkah berupa jodoh. Ceritanya sih gitu…

5. Umbul Jumprit Temanggung Jawa Tengah. Termasuk kawasan yang disucikan umat Buddha. Karena “suci” itu tadi mungkin ya, jadi mereka percaya kalau dapat menjawab doa

begini ritual para biksu ini

via cdn.img.print.kompas.com

Terletak di lereng Gunung Sindoro, desa Tegalrejo, kecamatan Ngadirejo, dengan ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut. Mata airnya konon katanya nggak pernah kering meski sedang kemarau panjang. Airnya pun cukup dingin walau pada siang hari, dan sangat jernih. Setiap berlangsung upacara Trisuci Wisak di Candi Borobudur, air keberkahan selalu diambil dari umbul ini, jadilah dianggap suci oleh masyarakat. Mereka percaya kalau air yang berasal dari sini mampu membuat awet muda, enteng rezeki, dekat jodoh, dan sarana membuang sial. Terlepas dari itu, pemandangan pas sunrise disana cukup mengagumkan lho..

6. Mata air Gunung Putri Bandung, kalau kamu kesana dan berhasil dapet jodoh ya kamu memang beruntung

Dulu pangeran kan lamarannya batal, kok mitosnya malah kebalikan? via images.detik.com

Mitos yang dikenal hingga sekarang sih , siapa saja yang meminum air yang keluar dari mata air Gua Gunung Putri ini dipercaya akan mudah mendapat jodoh yang diinginkan. Atau bila ragu untuk meminumnya, bisa dilakukan dengan membasuk muka saja. Kisah yang melekat yakni ketika Pangeran Asep Roke batal melamar seorang Putri karena dia kesiangan, padahal segala persiapan seperti mas kawin hingga seserahan sudah dilakukan. Nggak tahu sih sebenernya kok bisa mitosnya malah berkebalikan gini. Ada juga batu Munding Laya yang dianggap sebagai kerbau saat dibawa sang pangeran sebagai seserahan. Letaknya 35 kilometer dari Bandung, sok cobain kesana.

7. Terakhir, yang paling jauh nih, Mata air Molii Sahatu Wakatobi. Kalau kamu kemari didampingi pemandu, dia pasti menyuruhmu mengusap wajah dengan air itu

yang ini luar biasa indah ya… via kapanlagi.com

Bila ke Wakatobi, Sulawesi Tenggara, jangan lupa datang ke Pantai Moli Sahatu. Pantai ini memiliki keunikan berupa mata air tawar, padahal ada di pinggir laut yang asin. Aneh? memang. Uniknya nggak hanya satu, tapi ada ratusan mata air. Pantai Mata Air Seratus itulah nama lain dari Pantai Moli Sahatu yang terletak di Desa Patuno, Kecamatan Wangi-wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Masyarakat setempat juga meyakini bahwa air yang mengalir dari sela – sela batu dan pasir tersebut bila diminum atau diusap ke wajah, berkhasiat bisa membuat awet muda dan enteng jodoh. Itulah sebabnya, pemandu yang mendampingi wisatawan ketika mengunjungi lokasi tersebut, menyarankan untuk mengusapkan air ke wajah.

Biar bagaimanapun, jodoh memang selalu ada di tangan Tuhan. Terlepas benar atau enggaknya mitos itu, ya kan namanya usaha cyin. Namanya traveling, pergi ke tempat baru, dan punya kesempatan untuk mengenal orang baru pula. Yakali salah satu orang baru itu ternyata jodohmu, bisa jadi kan? Udah, positif thinking aja. Kalau keluar rumah selangkah aja bikin kesempatan ketemu jodoh lebih terbuka, gimana kalau keluar sekian puluh atau ratus kilometer?