Indahnya tempat-tempat wisata di Jawa Timur memang tak pernah membosankan. Setelah sebelumnya Hipwee mengupas keelokan Kabupaten Trenggalek, Nganjuk, Bondowoso dan Situbondo, kali ini kita akan bergerak ke Mojokerto. Di sini, kamu memang nggak akan menemukan wisata pantai dan semilirnya angin laut, karena Mojokerto memang daerah landlocked alias tak berbatasan dengan lautan.

Namun, absennya wisata pantai bukan berarti kamu tak bisa menikmati indahnya kota ini. Pasalnya, Mojokerto memiliki tempat wisata sejarah dan wisata alam pegunungan yang bisa memanjakan mata. Pasalnya, terdapat banyak sekali situs peninggalan sejarah dari Kerajaan Majapahit yang sampai kini masih bisa kamu nikmati keindahannya.

Advertisement

Langsung saja kita simak beberapa tempat-tempat wisata tersebut yuk!

1. Awali perjalananmu menuju Air terjun Dlundung yang menawarkan suasana ketenangan alam

Air terjun Dlundung

Air terjun Dlundung via panoramio.com

Air terjun ini terletak di Desa Kemloko, Kecamatan Trawas, dimana aliran airnya berasal dari mata air pegunungan Welirang. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50-60 mdpl. Air yang tak terlalu deras itulah yang membuat kawasan ini cocok sekali digunakan sebagai tempat wisata keluarga. Apalagi air terjun di berada di kawasan hutan lindung.

2. Segarnya air yang mengalir dapat kamu nikmati di air terjun Coban Canggu

Tebing yang terlihat megah

Tebing air terjun yang terlihat megah via surabaya.panduanwisata.id

Merupakan tempat wisata yang terletak di Kawasan Wisata Pacet, tepatnya di utara Gunung Welirang. Dalam masyarakat Jawa Timur, khususnya di daerah Mojokerto, coban merupakan arti dari air terjun. Seperti layaknya curug di daerah Banyumas, yang berarti juga air terjun.

Advertisement

Terletak pada ketinggian di atas 800mdpl, air terjun Coban Canggu ini memiliki ketinggian sekitar 70 meter. Dinding batu yang kokoh membuat air terjun satu ini memiliki keunikan tersendiri. Di dasar air terjun terdapat kolam kecil yang biasa dipakai pengunjung untuk bermain air.

3. Masih satu kawasan dengan Coban Canggu, ada sebuah pemandian Ubalan yang cocok dijadikan sebagai wisata keluarga

Pemandian yang cocok untuk wisata keluarga

Pemandian yang cocok untuk wisata keluarga

Kamu juga bisa menikmati wisata keluarga di pemandian Ubalan yang terletak tak jauh dari kawasan Coban Canggu. Tak perlu khawatir matamu perih maupun kulitmu kering akibat kaporit. Pasalnya, air di pemandian merupakan air alami yang berasal langsung dari mata air pegunungan. Di pemandian ini juga sudah dilengkapi dengan wahana permainan anak, sehingga cocok digunakan sebagai tempat wisata keluarga.

4. Jika ingin menikmati kemegahan arsitektur kolam zaman dahulu, tak ada salahnya mengunjungi Kolam Segaran

Kolam yang luas pada masa lampau

Kolam yang luas pada masa lampau via kabmojokertomuseumjatim.wordpress.com

Kolam ini pernah mengalami beberapa kali pemugaran, dimana pemugaran terakhir kali dilakukan pada tahun 1984. Nama Segaran sendiri artinya merupakan segara, atau laut dalam bahasa Indonesia. Tak tanggung-tanggung, kolam ini memiliki panjang 375 meter, lebar 175 meter, dan kedalamannya hampir mencapai 3 meter.

Mungkin karena luasnya kolam ini yang menyerupai laut itulah, yang membuat masyarakat sekitar menamai kolam ini Kolam Sagaran. Pada zaman dahulu, kolam ini merupakan tempat yang digunakan sebagai waduk dan penampungan air, serta biasa juga digunakan untuk tempat bersantai para putri-putri kerajaan.

5. Mencoba menikmati sensasi  pemandian kuno para raja di Candi Jalatunda

Candi yang dibangun di tengah-rengah rimbunnya pepohonan

Candi yang dibangun di tengah-rengah rimbunnya pepohonan via yulianadya.blogspot.com

Candi Jalatunda ini merupakan pemandian kuno yang dibangun Raja Udayana pada tahun 899-977 Masehi untuk menyambut kelahiran putranya, Prabu Airlangga. Keunikan dari candi ini adalah debit airnya yang tak pernah surut meski memasuki musim kemarau. Candi ini juga digunakan untuk pemandian bangsawan pada masa lalu. Untuk mencapai candi ini, kamu bisa memacu kendaraanmu ke  lereng utara Gunung Penanggungan, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Konon candi ini merupakan sisa-sisa dari puluhan candi yang berserakan di Gunung Penanggungan.

6. Tak perlu jauh-jauh ke Thailand maupun Kamboja untuk melihat keindahan patung Buddha Tidur

Tak perlu jauh-jauh ke Thailand

Tak perlu jauh-jauh ke Thailand via kesbangpol.mojokertokab.go.id

Tak perlu jauh-jauh pergi ke Thailand atau Kamboja jika ingin berpose di depan atau patung Buddha Tidur. Pasalnya, saat ini kamu hanya perlu pergi ke Mahavihara Majapahit, Mojokerto, tepatnya di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Besar patung Buddha ini-pun tak main-main yaitu 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter.

Pada awal pembuatannya, patung ini hanya dikhususkan sebagai tempat peribadatan umat Buddha saja, namun dalam perkembangannya patung ini mulai dijadikan sebagai tempat wisata. Jika hanya ingin berpose di depan patung ini, kamu cukup membayar tiket parkir saja.

7. Kecamatan Trowulan dulunya merupakan ibukota Majapahit, sehingga kamu akan menemukan banyak sekali bangunan bersejarah. Salah satunya Candi Wringin Lawang

Candi yang menyerupai pintu gerbang

Candi yang menyerupai pintu gerbang via akucintanusantaraku.blogspot.com

Bangunan Candi ini konon adalah pintu gerbang yang yang menuju kompleks bangunan penting di Majapahit. Majapahit sendiri merupakan kerajaan Hindu terbesar di masa lampau. Menurut perkiraan para ahli, candi ini dibangun pada abad ke-14.  Candi ini telah mengalami beberapa kali pemugaran. Kamu tak akan menemukan ukiran relief di candi yang terbuat dari bata merah ini.

8. Masih di Trowulan, kamu dapat menemukan sebuah berbentuk kolam bernama Candi Tikus

Candi yang merupakan

Candi yang konon merupakan tempat pemandian via id.wikipedia.org

Candi satu ini cukup unik karena memiliki tempat seperti penampungan air, sehingga mirip sekali kolam. Hal ini pula yang mencetuskan perdebatan di kalangan para ahli. Ada yang berpendapat bahwa candi ini merupakan petirtaan, atau pemandian para keluarga raja pada zaman dahulu, ada pula yang mengatakan tempat ini merupakan tempat penampungan air untuk masyarakat Trowulan. Namun adanya menara yang berbentuk meru muncul pula dugaan bahwa candi ini juga merupakan tempat pemujaan. Dari bentuknya pula para ahli menyimpulkan bahwa candi satu ini dibangun pada sekitar abad ke-13 maupun 14.

9. Candi Bajang Ratu konon merupakan pintu belakang untuk masuk ke kerajaan Majapahit

Candi Brajang

Candi Bajang via www.fotografi.tp.ac.id

Tak perlu repot mencari-cari dimana lokasi candi satu ini. Pasalnya, Candi Bajang Ratu ini terletak berdekatan dengan Candi Tikus. Tepatnya hanya berjarak sekitar 600 meter saja. Bajang Ratu, dalam bahasa Indonesia artinya adalah Raja yang masih muda, atau kecil. Dalam catatan sejarah, Raja Jayanegara (Raja Kedua Majapahit) masih berumur muda/bujang ketika dilantik menjadi seorang raja.

Sementara para sejarawan mengatakan bahwa candi gapura ini merupakan tempat masuk untuk tempat pemujaan, namun tempat pemujaan yang dimaksud sendiri tidak ditemukan di kawasan ini. Sebagian lagi, berpendapat bahwa gapura ini merupakan pintu belakang Kerajaan Majapahit.

10. Menurut cerita, Candi Brahu adalah candi tertua dari semua candi yang berada di kawasan Trowulan

Terletak sekitar 1,8 km dari jalan raya yang menghubungkan Mojokerto-Jombang. Menurut cerita, candi ini adalah salah satu candi tertua yang ada di kawasan Trowulan. Hal ini berdasarkan sebuah catatan prasasti tembaga Alasantan yang ditemukan sekitar 45 meter dari lokasi ditemukannya candi Brahu. Meski tak ada patung, arca, maupun relief yang menggambarkan Buddha, namun dari bentuk candi ini dan sisa stupa semakin menguatkan bahwa candi satu ini merupakan peninggalan Buddha.

Itulah beberapa tempat wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto. Mungkin ada beberapa wisata baik alam maupun sejarah yang belum Hipwee sebutkan. Oleh karenanya, silakan bagi warga Mojokerto yang tahu, boleh lho informasinya dibagi di kolom komentar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya