Tidak bisa dipungkiri kalau Jepang adalah salah satu negara favorit traveler dari Indonesia. Tiap tahun Jepang selalu dibanjiri oleh orang Indonesia yang butuh liburan. Budaya dan pemandangan alamnya bikin Jepang adalah salah satu destinasi yang mesti dikunjungi minimal sekali seumur hidup. Kamu sendiri udah pernah ke Jepang belum?

Nah, kalau kamu belum pernah ke Jepang, kamu mesti riset dulu kapan waktu terbaik berkunjung ke Negeri Sakura. Memang sih, sebenarnya kamu bisa kapan saja berkunjung ke sana. Sebagai negara dengan iklim subtropis, Jepang punya 4 musim yakni musim dingin (winter), musim semi (spring), musim panas (summer) dan musim gugur (autumn). Setiap musimnya menyediakan pengalaman yang berbeda. Tapi tentu kamu mesti menimbang waktu terbaik agar puas berlibur ke negaranya Doraemon dan Naruto ini.

Advertisement

Jadi kapan waktu terbaik berkunjung ke Jepang?

Bulan terbaik ke Jepang adalah saat sakura mekar, yakni di bulan Maret-April. Selain itu cuaca juga cukup bersahabat, sudah nggak terlalu dingin dan belum terlalu panas

sakura di jepang via www.jalan2kejepang.com

Nggak bisa dipungkiri kalau bunga sakura merupakan alasan banyak orang untuk mengunjungi Jepang. Bunga sakura mekar di akhir Maret sampai awal April. Maka tak heran wkatu-waktu tersebut jadi waktu favorit untuk berkunjung ke Jepang. Pengalaman hanami di kota-kota macam Tokyo, Kyoto dan Osaka bakal jadi pengalaman seru yang tak terlupakan.

Bulan November dan Desember juga jadi favorit karena terjadi peralihan musim dari autumn menuju ke winter.

autumn di jepang via www.duniaku.net

Bisa dibilang waktu terbaik ke Jepang selain April adalah November. Bulan November ini masih masuk ke musim gugur atau autumn. Saat autumn, bunga dan dedaunan banyak yang berubah warna jadi merah dan coklat. Cuaca juga masih relatif hangat karena belum memasuki winter.

Advertisement

Namun ketika Desember cuaca makin dingin dan turun salju. Meski begitu, libur Natal dan Tahun Baru biasanya Jepang ramai turis. Harga tiket pesawat ke sana pun jadi mahal.

Bulan Januari dan Februari adalah puncak musim dingin. Turis pun sangat sedikit di waktu-waktu seperti ini. Hipwee tidak terlalu merekomendasikan

musim dingin di jepang via www.zicasso.com

Musim dingin di Jepang berarti salju yang terhampar di mana-mana. Buat kamu yang nggak pernah liat salju, boleh banget datang ke sana. Tapi harus siap pakaian tebal dan jaga kesehatan ya. Maklum, bagi orang yang tinggalnya di tropis, salju di musim dingin itu bikin tubuh males gerak dan bahkan bisa sakit. Jadi sebenarnya tidak terlalu direkomendasikan untuk berlibur. Jepang pun sepi turis di bulan-bulan ini. Kalau mau liat salju ya di Desember aja atau awal Maret.

Waktu terburuk untuk datang ke Jepang adalah musim panas dari Juli sampai September. Cuaca di Jepang sangat panas bahkan di September badai menyerang Jepang secara bertubi-tubi

badai jebi di jepang via www.inews.id

Bulan Juli dan Agustus memasuki musim panas. Musim yang baik bagi turis Indonesia. Namun tidak dengan Jepang. Meskipun banyak festival musim panas namun cuacanya panas banget. Cuaca panas di bulan Juli dan Agustus ini membuat negara ini tidak cocok dikunjungi di bulan-bulan tersebut. Pasalnya beberapa kali terjadi cuaca ekstrem yang menewaskan puluhan orang. Tahun ini saja, suhu bahkan mencapai 41 derajat Celcius dan menyebabkan 80 orang meninggal dunia. Bulan September malah lebih parah, hujan badai selalu datang ke Jepang. Jangan datang ke sana di bulan September deh. Ngeri badainya.

Sebenarnya kamu bisa berkunjung ke Jepang kapanpun sih karena tiap musim punya daya tarik yang berbeda. Namun bagi kamu yang belum tentu punya waktu dan biaya untuk ke Jepang lagi, ya udah sih pilih waktu yang terbaik saja. Nggak mau ‘kan repot jauh-jauh ke Jepang malah kena badai.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya