Karantina di Sragen, Pemudik Dimasukkan ke dalam Rumah Hantu. Eh Taunya Didatengin Hantu Beneran!

Karantina di Rumah Hantu

Macama-macam aneka upaya masyarakat untuk menjaga lingkungannya dari virus Corona. Mulai dari lockdown kampung, penyemprotan dengan disinfektan, hingga penjagaan di pintu masuk. Namun ada pula yang cukup ekstrem dengan upaya melakukan karantina pada pemudik yang datang. Kalau standarnya adalah isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, ada yang lebih ekstrem lho. Di Sragen, karantina bagi pemudik dilakukan di rumah angker yang konon berhantu. Widih, serem banget nih!

Banyak cara buat mengantisipasi penyebaran virus Corona. Di Sragen, pemudik yang datang dimasukkan ke dalam rumah hantu

rumah hantu via news.okezone.com

Advertisement

Desa Sepat di Sragen, Jawa Tengah punya ide unik untuk karantina pemudik yang masih bandel saat isolasi mandiri. Caranya pun sangat jitu dalam menghadapi karakter masyarakat Indonesia yakni dengan menyiapkan rumah angker yang berhantu bagi pemudik yang bandel tersebut. Rumah hantu itu disiapkan pemerintah desa dan tim Satgas Covid-19 Desa Sepat bagi para pemudik yang tidak tertib menjalani karantina mandiri di rumah. Aturannya, setiap pemudik yang baru datang diwajibkan karantina mandiri selama 14 hari di rumah. Jika tidak tertib melakukan isolasi mandiri, maka akan dibawa ke rumah hantu.

Benar saja, ada 3 pemudik yang harus ditempatkan di rumah hantu tersebut. Sialnya, mereka benar-benar didatangi hantu penunggu rumah tersebut

ilustrasi rumah hantu via radarsurabaya.jawapos.com

Seperti dikutip dari Kompas, tiga orang yang bandel tersebut baru pulang mudik masing-masing dari Jakarta, Lampung dan Kalimantan. Mereka dianggap tidak tertib saat menjalani karantina mandiri di rumahnya. Sehingga ketiganya dijemput tim Satgas Covid-19 Desa Sepat untuk menjalani karantina di rumah hantu. Rumah hantu itu sendiri sudah kosong selama 10 tahun.

Advertisement

Sialnya mereka benar-benar dibayangi dan didatangi hantu penunggu rumah tersebut. Tiap malam mereka didatangi hantu sehingga bikin mereka menangis selama dua hari di sana. Mereka pun memohon-mohon agar bisa pulang ke rumah karena rumah tersebut benar-benar angker. Berhubung orangtuanya sampai memohon, akhirnya mereka bertiga dipulangkan dan berjanji akan tertib karantina mandiri di rumah. Ya ampun ada-ada aja ya kejadian lucu di tengah pandemi.

Diharapkan dengan adanya kejadian pemudik yang didatangi sosok hantu saat menjalani karantina di rumah hantu, tidak ada lagi pemudik yang bandel.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

Editor

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE