Ketika melangkahkan kaki di jalur pendakian, kita keluar dari teritori kita dan memasuki pelukan rimba. Apa pun bisa terjadi di sana, termasuk hal-hal yang tidak kita inginkan. Kamu bisa saja tersesat, kehabisan makanan, atau bertemu hewan buas. Makanya, melakukan persiapan sebelum mendaki serta kemampuan bertahan hidup sangatlah penting karena kita harus menghadapi kerasnya alam dengan segala keterbatasan yang kita punyai.

Nah, sebelumnya Hipwee telah mengulas sedikit kemampuan survival sederhana yang bisa kamu terapkan saat mendaki gunung. Kali ini, kita akan membahas secara khusus jenis-jenis tumbuhan gunung yang bisa kita makan saat harus bertahan hidup di gunung. Apa saja jenisnya? Hipwee akan mengungkapkannya di sini

1. Daun Pohpohan yang dibudidayakan untuk sayur dan lalapan ini awalnya justru tumbuh liar di hutan

Daun pohpohan

Daun pohpohan via www.flickr.com

Advertisement

Kamu yang gemar lalapan mungkin gak asing lagi dengan daun pohpohan atau yang memiliki nama latin Pilea melastomoides. Tumbuhan yang lezat dan kaya gizi ini biasa dijadikan sayuran atau lalapan di rumah-rumah. Ternyata, tanaman ini awalnya justru tumbuh liar di daerah gunung lho. Salah satu gunung yang terkenal banyak memiliki tumbuhan pohpohan liar adalah Gunung Salak.

Pohpohan memiliki ciri-ciri berdaun lebar dengan aroma yang harum. Tumbuhan ini biasa ditemukan di daerah lembah. Saat keadaan darurat, kamu bisa memakan pucuk daunnya tanpa perlu merasa was-was.

2. Tak cuma membawa keberuntungan, daun semanggi juga sahih jadi sumber makananmu di keadaan darurat

Semanggi

Semanggi via www.flickr.com

Pernah dengan tentang semanggi berdaun empat (four-leaf clover) yang konon membawa keberuntungan? Tak heran banyak orang yang beranggapan demikian, karena nyatanya tiap tangkai semanggi biasanya hanya memiliki tiga lembar daun. Tumbuhan ini sangat mudah ditemukan di daerah dataran, baik di daerah perkotaan maupun hutan.

Advertisement

Semanggi biasanya tumbuh di daerah yang lembab dan bisa ditemukan di dataran rendah maupun sampai daerah yang memiliki ketinggian 3.000 mdpl. Mengidentifikasi tumbuhan yang satu ini juga tak sulit karena daunnya yang berbentuk hati membentuk payung di tangkainya. Daun semanggi juga sudah dikenal sebagai tumbuhan herbal dan biasa dijadikan baha pecel, jadi aman dikonsumsi.

3. Tak cuma cantik, cantigi yang dikenal sebagai tumbuhan pelindung para pendaki ini bisa jadi andalanmu saat butuh nutrisi darurat

Cantigi

Cantigi, pelindung para pendaki via www.flickr.com

Saat mendaki, tumbuhan yang satu ini mungkin sering menarik perhatianmu dengan pucuk daunnya yang cantik berwarna merah. Cantigi (Vaccinium faringiaefolium) memang salah satu tumbuhan yang cuma tumbuh di puncak-puncak gunung. Yang lebih menarik, cantigi dianggap sebagai tamanan pelindung pendaki karena bagian-bagiannya bisa dimakan dan bernutrisi.

Bagian cantigi yang bisa kamu makan adalah pucuk daunnya yang berwarna merah menggoda serta buahnya yang berwarna hitam. Rasanya juga gak mengecewakan; di lidah, daun cantigi terasa menyegarkan dan sedikit asam, mengingatkanmu pada rasa buah belimbing. Sementara, buahnya yang terasa asam dan berserat dipercaya bisa mengembalikan stamina.

4. Ambil buah murbei dan arbei yang tumbuh subur di dataran tinggi buat melegakan rasa dahaga dan laparmu

Buah murbei

Buah murbei via www.flickr.com

Murbei gunung adalah salah satu tanaman sejenis beri yang biasa kamu temukan di gunung. Di alun-alun Suryakencana Gunung Gede, misalnya, kamu bisa menjumpainya dengan mudah. Buah murbei ini berukuran kecil, serupa stroberi. Buah yang sudah matang umum berwarna merah keunguan. Selain rasanya yang asam manis, kandungan air dalam buahnya juga bisa lumayan melegakan dahagamu saat kamu membutuhkan air.

5. Kamu pasti gak asing lagi dengan pohon pisang. Selain buahnya, pisang hutan juga bisa kamu konsumsi bagian batang dalamnya

Pisang hutan

Pisang hutan via roslay50.wordpress.com

Siapa yang gak kenal dengan pisang? Buah yang satu ini menjadi favorit karena kayak dengan karbohidrat dan zat gizi penting lainnya. Pohon pisang liar juga bisa kamu temukan di gunung.

Ternyata, tak cuma buahnya yang sudah matang nikmat disantap, bagian inti batangnya juga bisa dimakan, lho. Kalau kamu gak menemukan buah pisang yang bisa dimakan, belahlah batang pisang itu dan ambil inti batangnya yang lunak. Selain bisa dimakan, pohon pisang juga mengandung air yang bisa dikonsumsi.

6. Tumbuhan perdu bernama ciplukan ini memiliki buah terbungkus kuncup yang layak dikonsumsi

Buah yang bisa kamu makan tersembunyi di balik kuncup ini.

Buah yang bisa kamu makan tersembunyi di balik kuncup ini. via www.flickr.com

Ciplukan (Physalis angulata L.) ini disebut dengan banyak nama, seperti ceplukan, cecendet, keceplokan, atau leletokan. Tumbuhan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia ini merupakan tumbuhan sejenis perdu bisa kamu temukan di daerah terbuka yang kaya sinar matahari.

Umumnya, tumbuhan ini bisa kamu temukan sampai ketinggian 1.500 mdpl. Saat keadaan darurat, tanaman ini bisa dimakan buahnya. Buahnya berbentuk kecil-kecil tertutup kuncup dan rasanya manis. Tumbuhan liar ini juga cukup dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, makanya orang-orang biasa memanfaatkannya sebagai tanaman herbal.

7. Rotan ternyata gak cuma bisa dibentuk menjadi perabot rumah. Beberapa bagiannya bisa kamu manfaatkan untuk bertahan hidup

Tanaman rotan yang berduri

Tanaman rotan yang berduri via kebunbibit.id

Meski tumbuh-tumbuhan berduri sebaiknya dihindari, rotan yang berduri justru bisa kamu manfaatkan untuk bertahan hidup. Bagian-bagian yang bisa dikonsumsi antara lain bagian batang rotan muda yang serupa rebung bambu. Bagian yang disebut umbut ini bahkan diolah menjadi masakan lezat di Kalimantan.

Selain umbutnya, kamu bisa juga memakan bagian inti batangnya yang berduri. Bersihkan durinya dan belah batangnya. Rasanya manis, lho. Sementara, buahnya yang masih muda dan berwarna kehijauan juga bisa kamu konsumsi.

8. Begonia tak cuma menawan dijadikan tanaman hias. Begonia yang tumbuh liar di gunung bisa kamu konsumsi bila terpaksa

Daun Begonia

Daun Begonia via jaksabe.blogspot.com

Begonia umumnya dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Tapi, siapa sangka jika begonia yang tumbuh liar di hutan atau yang biasa disebut hariang bulu ini bisa kamu manfaatkan untuk dikonsumsi saat terpaksa. Ciri-cirinya, batangnya berwarna merah dengan daun berwarna hijau dan tumbuh bulu hampir di semua bagiannya.

Meski berbulu, bagian batangnya bisa kamu konsumsi, kok. Pilih batang yang masih muda, potong dan kupas bagian kulitnya yang berbulu. Selain bisa langsung dikonsumsi, batangnya juga kaya dengan kandungan air.

9. Saat menemukan aliran atau sumber air, coba perhatikan sekeliling dengan seksama. Biasanya, tumbuh selada air yang layak untuk dikonsumsi saat keadaan darurat

Selada air

Selada air via web.radiomatrixfm.com

Selada air (Nasturtium officinale)adalah tumbuhan akuatik atau semi-akuatik yang biasa kamu temukan di tepi sumber air yang mengalir, misalnya di pinggir aliran sungai. Selain mudah ditemukan dalam jumlah besar, tumbuhan ini juga kaya dengan kandungan zat gizi, bahkan dipercaya bisa mengobati beragam penyakit seperti kanker. Makanya, tumbuhan ini layak banget dikonsumsi saat keadaan darurat.

10. Tumbuhan ilalang yang sangat mudah ditemukan di mana-mana ternyata juga bisa dikonsumsi lho. Cicipi bagian umbi akarnya yang berasa manis

Ilalang

Ilalang via www.panoramio.com

Ilalang adalah tumbuha yang umum kita jumpai tumbuh liar di mana saja, mulai dari daerah padat penduduk sampai di jalur pendakian. Tapi, siapa sangka bila tumbuhan ini bisa kamu manfaatkan untuk dikonsumsi dalam keadaan darurat. Kamu bisa mengambil akarnya yang berbentuk umbi. Rasanya manis, lho.

Mendapatkan tumbuh-tumbuhan yang layak untuk dikonsumsi di hutan memang gampang-gampang susah. Makanya, dalam keadaan survival kita dituntut untuk berpikir jernih. Sebelum mengkonsumsi tumbuhan tertentu, ada baiknya kamu coba oleskan bagian tumbuhan tersebut ke kulit terlebih dahulu. Bila gak ada reaksi setelah beberapa menit, lakukan prosedur yang sama di bibir dan lidahmu.

Bila memang gak ada reaksi, kamu bisa mencoba memakannya sedikit dulu. Setelah yakin tumbuhan ini gak memiliki reaksi apa-apa, baru deh kamu konsumsi, tapi sebaiknya dimasak dulu, sih. Kamu juga bisa memakan tetumbuhan yang dikonsumsi kera. Hindari tumbuhan yang berbulu, bergetah, serta yang berbau tak sedap.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya