Lama Nggak Dikunjungi, Satwa di Kebun Binatang Kaget Kalau Lihat Orang. Begini Nasibnya Saat Pandemi

Kebun binatang corona

Sebelum terjadi pandemi, kebun binatang sering didatangi pengunjung setiap harinya. Tempat ini merupakan hiburan sekaligus tempat edukasi yang murah meriah bagi masyarakat. Orang-orang bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan berbagai hewan di sana. Tetapi, kondisi itu jelas berubah setelah virus corona merebak. Banyak tempat umum yang terpaksa ditutup demi physical distancing, termasuk kebun binatang.

Advertisement

Akibatnya, orang-orang nggak bisa datang ke kebun binatang untuk sementara. Para pegawainya pun banyak yang dirumahkan dan kehilangan pemasukan. Kini memasuki tahapan baru dalam masa pandemi, tempat seperti kebun binatang banyak bersiap membuka kembali pintunya untuk pengunjung. Namun ternyata, tak semudah itu mengembalikan kondisi seperti sedia kala. Selain wajib mengikuti protokol kesehatan yang ketat, pihak pengelola mengamati perubahan perilaku pada hewan-hewan selama pandemi. Berikut kisah selengkapnya.

Kebun binatang di berbagai daerah ditutup akibat pandemi. Karena lama nggak dikunjungi, sejumlah hewan kaget dan takut kalau melihat orang lain

Petugas sedang melatih burung di Gembira Loka via travel.tempo.co

Dilansir dari Tempo, sejumlah satwa di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta mengalami perubahan perilaku akibat jarang dikunjungi. Burung-burung jadi gampang terkejut dan takut pada orang lain. Lutung jawa yang biasanya enerjik dan berperilaku lucu jadi lebih banyak memerhatikan dan mengawasi orang yang melintas di dekat kandangnya. Sementara itu, harimau sumatra jadi lebih sering menunjukkan eksistensi seperti di habitat aslinya.

Untuk mengatasi perubahan tersebut, petugas Gembira Loka melakukan terapi pada hewan. Perilaku para satwa dilatih setidaknya sekali dalam sehari. Misalnya, burung-burung dilatih dengan berbagai gerakan yang biasanya dilakukan untuk interaksi dengan pengunjung. Sementara itu, para gajah diajak jalan-jalan secara berkala oleh pawangnya dengan mengelilingi danau buatan Mayang Tirta.

Advertisement

Masalah lain yang dialami adalah sulitnya membeli pangan akibat penghasilan yang berkurang. Jatah makanan untuk hewan terpaksa dikurangi

Memberi makan hewan di kebun binatang via www.bbc.com

Dilansir dari BBC, Kebun Binatang Bandung telah mengurangi pakan bagi sekitar 850 satwa koleksinya. Penghematan itu terpaksa dilakukan karena mereka sudah tutup sejak awal Maret dan nggak mendapat pemasukan. Akibatnya, para hewan terpaksa diberi makanan dalam jumlah yang lebih sedikit. Sebagian hewan jadi nggak bisa makan setiap hari karena mau nggak mau harus puasa.

Kondisi ini membuat 70 ribu hewan menghadapi kelaparan massal di kebun binatang Indonesia. Di Kebun Binatang Bandung, dulu harimau benggala besar diberi 10 kg daging per dua hari. Sistemnya adalah “sehari makan dan sehari puasa”. Setelah pandemi, jumlah makanan dikurangi jadi 8 kg dengan campuran daging yang lebih murah. Selain itu, para petugas memanfaatkan pohon bambu di sekitar kebun binatang sebagai campuran pangan untuk para gajah.

Kini situasi berubah lagi setelah memasuki new normal. Sejumlah kebun binatang kembali dibuka dengan protokol kesehatan yang baru

Advertisement

Memakai masker di kebun binatang via www.pikiran-rakyat.com

Agar bisa bertahan, sejumlah kebun binatang kembali dibuka untuk umum di tengah pandemi. Di antaranya adalah Lembang Park & Zoo dan Kebun Binatang Bukittinggi. Pada 20 Juni mendatang, Kebun Binatang Ragunan di Jakarta juga akan melakukan hal yang sama. Tempat itu terkenal dan dulu bisa dikunjungi puluhan ribu orang setiap harinya. Tentu butuh penyesuaian agar kondisinya nggak penuh sesak. Yuk simak protokol kesehatan yang akan diterapkan di sana, seperti dilansir dari Tempo:

  1. Selama masa new normal, jumlah pengunjung dibatasi jadi 5.000 orang pada hari biasa. Sedangkan pada akhir pekan, jumlahnya dibatasi jadi 10.000 orang. Waktu layanan dimulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB.
  2. Setiap pengunjung harus mendaftar secara online sebelum datang ke kebun binatang.
  3. Setiap pengunjung wajib memakai masker pribadi dan membawa hand sanitizer.
  4. Sebelum masuk, suhu tubuh dan kondisi kesehatan pengunjung harus diperiksa. Pengunjung yang pilek atau demam nggak diperbolehkan masuk.
  5. Di pintu masuk, pengunjung harus membersihkan kakinya di keset yang sudah diberi disinfektan.
  6. Agar tetap steril, pengunjung bisa memanfaatkan tempat cuci tangan yang tersebar di 18 titik kebun binatang.
  7. Petugas kebun binatang harus menggunakan alat pelindung diri lengkap berupa masker, sarung tangan, face shield, dan disediakan pula cairan pembersih tangan.

Dengan protokol kesehatan yang sejelas itu, semoga orang-orang bisa tertib selama berkunjung ke kebun binatang. Sebab kalau protokolnya dilanggar, bisa-bisa muncul kasus corona yang baru lagi.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE