Punya banyak uang dan mampu beli mobil mewah, tak lantas menjadikan kelakuan seseorang punya etika, tertib, sopan, dan berbudaya. Nyatanya, banyak kasus pelanggaran lalu lintas dan sikap tak terpuji yang mereka tunjukkan di jalan raya. Sebagai contoh nih, kamu yang di Jakarta masih ingat dong dengan seorang netizen bernama Elisa yang membagikan pengalamannya saat antre di gerbang tol? Di depannya, Toyota Camry kehabisan saldo saat hendak tap di gerbang E-Toll. Petugas pintu tol pun meminjam kartu milik Elisa. Namun begitu masuk tol, tak ada sepatah kata terimakasih yang terucap. Si pengemudi Camry itu langsung tancap gas. Bahkan, dia hanya memberi ganti rugi berupa uang koin sebesar Rp 3200,- yang tentunya nggak cukup menggantikan tarif tol yang sudah digunakan.

Ya, itu salah satu contoh bukti kalau yang namanya kekayaan, nggak mesti selaras dengan apa yang kita sebut kesopanan. Nggak ada jaminan kalau dia yang lebih kaya pasti juga lebih sopan. Bukan berarti pula selalu berbanding terbalik, tapi kaya dan sopan merupakan dua hal yang tak ada hubungannya. Berikut beberapa kelakuan norak para pengendara mobil yang seringkali bikin nyesek pengguna jalan di belakangnya. Kamu pernah melihat yang model begini nggak?

Mobilnya si mewah, tapi pengendaranya hobi nyampah. Siapa yang nggak gerah? Begini masih ngarep Indonesia punya masa depan cerah?

begini kurang lebih ilustrasinya~ via infoteraktual.blogspot.com

Perilaku pengendara mobil yang begini nih yang sangat memprihatinkan. Mereka masih kerap membuang sampah di jalan. Apa susahnya beli tempat sampah untuk diletakkan di dalam mobil? Atau enggak, kantong plastik bekas deh kalau nggak mau beli tempat sampah. Apa nggak kasihan sama lingkungan? Udah dapet polusi dari mobil mewahmu itu, eh masih dapet sampah juga. Sampah di sini juga termasuk puntung rokok ya, beberapa dari pengendara mobil masih gemar melakukan aktivitas merokok sembari menyetir. Nggak cuma puntungnya, abunya yang masih merah itu lho bakal bahaya kalau kena mata pengendara di belakangmu. Kurang norak apa yang begini?

Yang di Jakarta, sudah khatam `pemandangan` seperti ini dong ya? Ketika mobil-mobil mewah saling menyerobot di jalur busway. Hiks!

kalau begini sebenernya maunya apa? via media.viva.co.id

Advertisement

Ini nih kelakuan menyebalkan di jalan yang menyebalkan selanjutnya. Apa lagi kalau kamu pengguna setia Trans Jakarta, duh sebelnya berkuadrat-kuadrat deh ya. Mbok ya para pengendara mobil itu mikir dikit, malu sama slogan “gunakan busnya, jangan serobot jalurnya.” Bukankah para pengguna Trans Jakarta bisa dikatakan sebagai kalangan yang sadar untuk nggak nambah kemacetan di jalan raya? Bukan berarti mereka nggak punya kendaraan pribadi. Jadi, kamu yang duduk di kursi empuk, adem kena AC, plus nggak nyium aroma-aroma keringat manusia pas pulang kerja tolong jangan kemudikan mobilmu di jalur yang nggak seharusnya ya..

Mobil-mobil mewah yang pakai voorijder buat buka jalan pas lagi jam-jam rush hour itu udah nggak tahu deh, apa iya otaknya dituker tambah sama mobil mewahnya itu kali ya?

Jadi, voorijder itu motor pengawal suatu konvoi atau rombongan via beritasatu.com

Apa ada orang yang ngarep pengen banget kena macet di jalanan? Nggak ada. Semuanya pengen jalanan, apalagi pas pulang kantor, lancar jaya biar kita semua bisa sampai tujuan dengan cepat. Kalau buat ambulance, pemadam kebakaran, mobil jenazah, atau presiden sih nggak papa memakai voorijder, itu sudah ada aturannya. Lha kalau cuma orang-orang sok penting yang punya duit lebih buat bayar voorijder itu yang super norak dan ngeselin. Duit banyak, kelakuan kampungan. Harusnya polisi juga punya aturan sih soal penggunaan voorijder ini, nggak sembarangan memberikan pada mereka yang bisa bayar aja.

Mentang-mentang gede lalu menghalangi, beginikah kelakuan pengemudi masa kini? Belum lagi kalau ternyata itu jalur motor dan si mobil malah nyerobot. Dih!

sudah ada jalur sendiri sendiri, eh nanti malah ada yang nyerobot aja via 1080.plus

Banyak orang nggak tau atau hanya belagak nggak ngeh bersikap sabar saat antri itu sejatinya sangat membantu kelancaran di jalan raya. Beneran deh, yang namanya nyerobot itu sama sekali nggak bakal nolong kamu. Kalau emang jalanan lagi ramai, yang nyerobot juga bisa maju sampai sejauh mana sih? Biasanya, mobil ada barisannya sendiri, sebutlah di sisi kanan misalnya, dan motor di sisi kiri. Ngeliat motor di kiri bisa lebih cepet, dia nggak rela, ikut nyerobot lewat kiri. Ngeselin. Kalau begitu mah yang ada malah bikin semua jadi tambah macet aja. Sepertina budaya antri tertib emang nggak bakal pernah jadi budaya kita.

Berenti di lajur kiri pas lampu merah juga kayanya bisa dimasukin dalam rangkaian kelakuan norak orang yang memperparah kemacetan. Fiuh!

mbok ya tolong dibaca baek-baek via beritatotabuan.com

Gini ya, harusnya, mestinya, kebanyakan aturannya, saat berhenti di lampu merah, lajur kiri yang ada tandanya “belok kiri jalan terus” itu nggak boleh diisi lagi. Biar apa? Biar orang yang mau belok kiri bisa melanjutkan perjalanan, bukannya malah ikut ngantre lampu merah. Kalau orang-orang yang pengen belok kiri ketutup jalannya, ya akhirnya kemacetan malah makin parah dong ya? Duh, gimana ya mikirnya..

Mereka yang menempel stiker TNI atau Polri atau malah menggunakan pelat nomor palsu TNI di mobil mewahnya juga nggak kalah noraknya lho..

ini asli apa palsu hayo? via liranews.com

Mereka yang melakukan hal ini seringkali berlaku arogan di jalan. TNI dan Polri memang sudah berkali-kali merazia mobil berpelat nomor palsu ini, tapi tetap saja ada yang nakal. Dikira kamu jadi keren dengan stiker dan pelat nomor itu? Bakal jadi bebas hukum ketika melakukan kesalahan di jalan? Ah, siapa yang salah kalau begini?

Mereka yang membunyikan klakson saat lampu hijau baru saja menyala dan memutar musik dengan keterlaluan kencangnya ngarep banget ya biar orang lain tahu keberadaannya?

minta tolong klaksonnya, nggak nyelesein masalah juga lho via www.tandapagar.com

Ini erat kaitannya dengan bahasan di beberapa poin sebelumnya mengenai budaya antre. Lampu lalu lintas baru nyala hijau, eh klaksonnya langsung dibunyiin sekenceng-kencengnya. Ya kali, ketika lampu hijau semua kendaraan bisa langsung cus jalan gitu? Enggak dong, nggak bakal bisa jalan juga kalau kendaraan di depan belum jalan, yang sabar, gantian. Terus kalau kamu dengerin musik super kenceng dan sengaja ngebuka jendela, kamu ngarep banget diperhatiin orang? Nggak gitu juga caranya. Belum lagi kalau lewat kampung dan itu tengah malem, kamu minta mobilmu disita warga dan apa bahkan nyawamu juga?

Duh sebegitunyakah kelakuan tak berbudaya masyarakat kita yang punya material melimpah alias dibilang kaya raya? Bukan mengklaim semuanya, tapi beberapa dan memang fenomena seperti ini masih sering kita temui di jalanan bukan? Mereka yang naik mobil dan anti-seatbelt sebenernya juga bisa dimasukin ke list kenorakan-kenorakan ini. Seat belt bukan buat gegayaan, siapa sih yang tahu nasib orang? Jangan pula berenti di lajur lawan saat menunggu di perlintasan kereta. Karena logikanya, kalau lajur kanan dan kiri penuh dengan kendaraan yang saling ngisi jalur lawan, apa kalian mau saling tubruk-tubrukan? Be wise guys. Yuk bareng-bareng buktikan kalau nggak semua orang kaya itu bego dan norak.